EVITA

EVITA
Bab 36. Evita Sakit



Waktunya Tara tidur siang dan karena sudah terbiasa Tara pun mengantuk dan meminta susu


" Ibu Tara mau susu ,antuk mau bobo" ucap Tara sambil menarik tangan ibu nya ke kamar


Evita pun memberikan Tara sebotol susu dan menyalakan AC, dan menemani nya sampai keduanya pun terlelap.


Mamah pun masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Tepat pukul 15.00 wib. Andini pun pulang


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam", mba Mia yang menjawab salam Andini


"Kak Evita kemana mba",sambil melihat kesekitar ruangan begitu sepi


"Seperti nya ikut tidur dengan Tara dikamar non"


Andini pun mengangguk, lalu menuju meja makan mengambil minum dan duduk sebentar diruang makan sambil mengecek ponselnya.


Andini pun menuju kamarnya untuk beristirahat dan membersihkan diri.


Lalu Andini duduk sendiri di teras rumah .


Tara pun bangun dan membangunkan ibunya.


"Tara sudah bangun" dan Tara pun langsung menuju keluar menghampiri Andini.


"Eeh Tara, duduk sini sama aunty" Andini pun menarik Tara duduk disebelahnya.


"Tara mandi dulu yuk sama ibu, masih bau acem tuuh", sambil menggoda anaknya.


Dan Tara pun mengikuti perintah Evita. Setelah mandi Tara pun menghampiri kembali sang Tante.


Dan Evita pun berada di teras rumah sambil bercanda dengan adik dan anaknya.


"Ternyata kalian semua disini" mamah menyapa mereka bertiga yang berada di teras rumah.


Pemandangan yang hangat seperti ini yang selalu diinginkan mamah Arini sejak dulu kini telah terpenuhi. Menikmati masa tua yang bahagia dan melihat anaknya telah sukses merintis meneruskan perjalanan bisnis papahnya.


Karir Rangga kini sedang berada dipuncaknya, selama Rangga keluar negeri semua urusan kantor dia serahkan sementara pada pak Doni asisten kepercayaan nya.


Dan Evita pun berhasil memajukan usaha catering nya.


Tidak ada yang diinginkan Arini lagi sekarang , ia hanya merenungkan bila dirinya sudah tak ada sudah tidak khawatir lagi akan meninggalkan Rangga. Karena Rangga sudah mempunyai Evita dan Tara.


Buliran air mata pun jatuh di pipi mamah Arini. Kebahagiaan sedang menyelimuti hatinya . Arini pun menyeka pipinya yang basah , untungnya tidak diketahui oleh siapapun.


"Sudah mau Maghrib semuanya masuk kedalam yuuk", perintah mamah Arini.


Setelah selesai sholat Evita pun membantu menyiapkan untuk mereka makan malam.


Dan kali ini Tara ingin makan sendiri tanpa dibantu sang ibu.


Semuanya pun menuju ruang tv untuk menonton sinetron kesayangan mamah Arini. Sedangkan Tara tengah asik mewarnai buku baru yang di berikan Andini.


Setelah bergantian sholat isya , Andini pun mengajak Tara untuk kekamarnya tidur bersamanya.


"Tara mau bobo sama aunty dini ya Bu, bolehkan ?" Tara memilih untuk bersama Andini malam ini dan Andini pun tidak pernah keberatan untuk Tara tidur bersamanya.


Evita pun mengiyakan saja apa maunya anaknya itu.


Mamah arini pun segera masuk kamar setelah minum obat jantungnya.


Dan Evita pun masuk kamar dan membuka ponselnya disana ada foto makanan dari mas Rangga, dengan caption yang membuat Evita senyum sendiri.


Lalu setelah itu ada ucapan selamat malam dari suaminya.


"Aku kangen kamu sayang, good night have a nice dream ".


Hingga Evita membayangkan malam itu saat Rangga begitu mesra padanya, sebelum suaminya pergi ke Singapur.


Dan Evita pun terlelap hanyut dalam tidurnya.


......................


Rangga pun mulai bersiap lagi untuk meeting lagi Namun jadwal hari ini sangat santai tidak sepadat seperti kemarin. Koleganya yang dari Malaysia pun akan menjemput Rangga pukul sepuluh nanti, dan ia pun segera mengambil ponselnya dan ingin video call dengan Evita.


"Assalamualaikum ,pagi sayang"


"Pagi mas, kamu belum bersiap, apakah tidak ada jadwal meeting hari ini ", Evita malah menguap didepan Rangga.


"Ada , tapi nanti jam sepuluh". Jelas Rangga


"Seperti nya aku ga enak badan hari ini, dari sore terasa pegal pegal badanku ini, Mas sehat kan disana?", tanya Evita.


"Jagoan mas mana kok ga ada dikamar". mencari keberadaan Tara


"Dikamar Andini, semalam dia minta mau tidur sama tantenya".


Rangga pun memperlihatkan view yang berada di kamarnya,dia pun sengaja memutar kesekitar nya.


"Lihat sangat indah bukan pemandangan nya".


Evita pun langsung terbelalak setelah melihatnya " wow keren sekali, pasti betah disana"


"Mas jadi ingin mengajak kamu kesini". rayu Rangga pada Evita.


Evita hanya tersenyum melihat suaminya yang seperti anak ABG tingkahnya. Tak lama Tara pun masuk kamar Evita.


"Hallo ayah," sambil tersenyum pada ayahnya.


"Hallo jagoan ayah, kamu baru bangun , belum mandi ya" basa basi dengan Tara padahal hatinya sangat rindu sekali dengan suasana rumah.


Begitu pun Evita yang merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan suaminya.


Evita hanya memperhatikan anak dan ayahnya yang sedang seru mengobrol berdua.


"Sayang mas mau siap siap dulu ya, Tara sudah dulu ya video call nya ayah mau mandi terus mau kekantor, Tara juga mandi ya ,dadah anak pintar".


"Dadah ayah", sambil melambaikan tangannya.


Sedari tadi Andini mencari keberadaan Tara, dan ternyata Tara masuk ke kamar ibunya.


"Aunty cari dari tadi ternyata Tara ada disini, mandi dulu yuuk".ajak Andini,dan Tara pun menurutinya.


Sementara Andini melihat kakaknya yang begitu lemas tidak seperti biasanya, "Kakak sakit, apa yang dirasakan sekarang, apa perlu dini antar kedokter"


"Ga usah , nanti kakak minta pijit saja ke mba Mia ,mungkin hanya masuk angin".


"Ya sudah dini mandikan Tara dulu ya kak".


Andini pun menyuruh mba Mia membuatkan air jahe panas untuk kak Evita.


"Mba buat air jahe untuk siapa", tanya Arini.


"Untuk non Evita Bu", tadi non Andini yang minta dibuatkan.


Mamah Arini pun menghampiri Evita yang sedang tiduran di kamarnya.


"Sayang kamu sakit nak, kita kedokter saja ya?", tawar Arini pada menantunya.


"Hanya masuk angin saja mah, mamah tidak perlu cemas ya", tegas Evita.


"Pokoknya kalau sampai sore kamu masih begini , nanti kedokter ya".


Evita pun mengangguk sambil meminum air jahe yang dibuatkan mba Mia. Dan Evita pun minta dipijat oleh mba Mia.


Sementara yang lain tengah sarapan dimeja makan.


......................


Sementara rekan kerja Rangga menjemput Rangga terlalu cepat dan untuk mengisi waktu mereka pun muter-muter dulu disekitaran tempat meeting, dan disana mereka berdua berselfi dekat patung terkenal di Singapura yaitu patung MARLION.Salah satu ikon negara Singapura.


Lalu Rangga mengirimkan beberapa foto selfinya itu ke Evita.


Dan mereka berdua melanjutkan ke tempat meeting.


......................


Ting... ponsel pun berbunyi terlihat satu pesan chat dari Rangga, Evita pun membukanya ternyata hanya foto selfinya bersama rekan kerjanya dan dibelakangnya tergambar baground patung singa Marlion.


Evita hanya menanggapinya dengan tersenyum saja.