EVITA

EVITA
Bab 28. Evita Terjatuh dari Tangga



Dulu yang mendesain rumah catering adalah Rangga sendiri sehingga bila ada kebakaran yang terjadi tidak akan merembet kemana mana , karena antara ruang dapur ,gudang ,ballroom dan mes karyawan terpisah tidak dalam satu atap.


kerugian akibat kebakaran ini tidak terlalu banyak hanya perbaikan gedung saja mungkin ,karena didalam ballroom tersebut hanya kursi dan meja saja dan itu pun tidak ikut terbakar, karena posisinya berada dipojokan.


Sementara kasus ini Rangga serahkan semua pada pihak kepolisian biar mereka yang mengurus untuk diselidiki lebih lanjut apakah ini ada keteledoran dari karyawan atau ada pihak yang sengaja membuat kebakaran ini dengan sengaja, sementara itu rekaman cctv telah ada ditangan pihak kepolisian.


Sementara menunggu perbaikan selesai beberapa kegiatan seperti testefood sementara dikirim saja ke pemesan, namun kegiatan memasak dan penerimaan catering tetap berjalan.


Rangga pun dengan sigapnya mengumpulkan team nya untuk memperbaiki bangunan ballroom yang rusak.


Seminggu yang Rangga inginkan untuk perbaikannya agar kegiatan dan semua aktivitas di catering bisa berjalan lagi seperti biasa.


Evita pun memberi kabar pada mamah Arini bahwa semuanya sudah ditangani dan mamah Arini tidak usah khawatir dengan hal ini.


mamah Arini pun percaya pada anak dan menantunya yang akan menghandle semuanya dengan baik.


......................


Dirumah Tara tidak rewel sama sekali dia hanya main dan minum susu lalu tidur kembali, sehingga tidak merepotkan sang Oma.


Namun ketika sore menjelang malam terdengar Tara bersin dan batuk.


Ha Chu...uhuk uhuk dan badan nya pun terasa demam,


Sementara Evita dan Rangga pun belum pulang juga.


Mamah Arini pun gelisah dan segera menghubungi Evita serta memberitahukan bahwa Tara demam, dan sudah diberikan obat penurun panas oleh mamah Arini.


Karena Evita selalu menyetok obat penurun panas dan obat²an yang disarankan dokter anak sebagai jaga jaga bilamana diperlukan sewaktu waktu.


......................


Evita pun agak panik mendengar Tara demam ,sementara urusan di catering belum beres.


Dengan tergesa gesanya Evita turun dari tangga ,dan saat itu juga Evita tergelincir hingga jatuh berguling guling ditangga yang tingginya sekitar 3 meter.


Saat itu juga karyawan yang mengetahui Evita jatuh langsung berteriak sehingga semua orang pun tertuju pada Evita.


"Mba Evita sadar mba.." salah satu karyawan berusaha menyadarkan evita namun Evita tidak bergerak.


Terlihat beberapa luka ditangan dan kakinya juga kepalanya mengeluarkan darah.


Sontak Rangga yang sedang berada diluar mendengar teriakan dari dalam langsung lari dan menghampiri Evita yang terkulai tak berdaya dilantai.


Dan pak Rama pun segera menelfon Ambulan.


Dan mobil ambulan pun datang dengan cepat karena tak jauh dari rumah catering ada sebuah Rumah sakit besar disana.


Rangga pun segera membopong Evita ke mobil dan perawat segera memberikan selang oksigen di hidungnya,dan Rangga pun ikut kedalam ambulan itu, lalu membawa Evita ke Rumah sakit terdekat.


Sementara mobil Rangga dibawa oleh pak Rama mengikutinya dari belakang.


Sungguh diluar dugaan akan terjadi kecelakaan semacam ini.


Setelah sampai di rumah sakit perawat pun langsung membawa Evita ke ruang IGD, sedangkan Rangga menunggu diluar ruangan IGD karena tidak diperbolehkan masuk oleh suster disana.


Rangga pun panik dan ia pun mengabari Andini , bahwa Rangga sedang berada dirumah sakit karena Evita jatuh dari tangga.


Mamah Arini yang menguping pembicaraan Andini di telfon dengan Rangga mendengar semuanya dan mamah Arini pun sempat syok namun segera ditenangkan oleh Andini dan minum obat jantungnya.


Sementara Tara telah tertidur ditemani mba mia dan demamnya pun sudah reda.


......................


Sementara diluar ruangan Rangga ditemani pak Rama , mondar mandir begitu panik dan cemas.


Dokter pun keluar dari ruangan IGD dan Rangga pun menghampiri nya dan menanyakan keadaan istrinya.


" Bagaimana keadaan istri saya dok?"


"Pasien masih kritis dan terdapat benturan dikepalanya, luka sementara sudah kita tangani, dan kita berikan penyangga dilehernya juga. Pasien akan segera kami pindahkan keruang ICU agar terpantau secara intensif "


"Tolong selamatkan istri saya dok, saya mohon" pinta Rangga dengan memelasnya


" Saya akan berusaha pak, bantu dengan doa saja ya, saya permisi dulu"


Lalu Evita yang berbaring tak sadarkan diri pun dibawa keluar oleh suster dari ruang IGD untuk dipindahkan menuju ruang ICU, dan Rangga pun mengikutinya.


Dan diruang ICU pun Rangga hanya bisa menunggu diluar,dan hanya bisa melihat istrinya dari jendela kaca yang terlihat dari luar.


Sungguh tragis tidak ada yang menyangka akan terjadinya kecelakaan itu, karena sangat begitu cepat tak bisa dihindarkan oleh waktu.


Rangga pun tak beranjak dari ruang ICU dia tetap menemani Evita walau dari luar. Dia terus berdoa untuk kesembuhan istrinya.


tengah malam dan sampai pagi Rangga tertidur di kursi ruang tunggu ICU, dan dia terbangun ketika mendengar suara ponselnya berbunyi, ternyata dari Andini.


"Assalamualaikum, kak bagaimana keadaan kak Evita, sudah ada perkembangan kah?" tanya Andini cemas


" Belum ada perkembangan apapun , kakak mu masih belum sadarkan diri , kak Rangga minta doanya dari semauanya yang ada dirumah agar kak Evita cepat sadar ya"


" Satu lagi kak Rangga pesan titip mamah dan Tara ya De.., sementara kakak disini dulu menemani kak evita"


" Iya kak... tenang saja akan dini jaga, nanti perlengkapan baju kak Rangga dan kak Evita , dini suruh pak Nono bawa keRumah sakit ya kak"


Tak lama suster pun memanggil dokter karena ada sesuatu yang terjadi pada Evita.


Rangga pun ikut panik


Kemudian dokter memanggil rangga ternyata hasil CT-scan menunjukan adanya gumpalan darah di kepala Evita akibat benturan dan dokter pun harus melakukan operasi untuk mengambil gumpalan darah tersebut ,dan sepertinya membutuhkan transfusi darah dari keluarga terdekat sesuai dengan golongan darah pasien.


Rangga pun ingat hanya Andini yang bergolongan darah sama dengan Evita.


Rangga pun segera menyuruh andini kerumah sakit untuk melakukan donor darah untuk kakaknya.Dan Andini pun bersedia.


Setelah darah andini diambil satu kantung darah ,Evita pun dibawa keruang operasi dan operasi pun tak lama dilakukan selama 2 jam.


Dan dokter pun keluar ruang operasi dan mengabarkan operasi telah berhasil, dan pasien akan dipindah kembali keruang ICU.


Setelah operasi dilakukan ,belum ada perkembangan apapun, dari Evita, Rangga pun tetap menunggu disana. Sesekali rangga masuk menjenguk istrinya di ruang ICU.


"Evita cepat sadar ,kamu harus sembuh, Tara kangen sama kamu, aku tau kamu wanita kuat" Rangga menggenggam tangan Evita sambil berbicara sendiri.


tak lama jari jemari Evita pun bergerak satu persatu , lalu Rangga memanggil suster yang ada disana untuk mengecek kondisinya.