EVITA

EVITA
Bab 22. Imunisasi pertama bayi Tara



Ketika dimandikan tali pusat bayi Tara pun lepas dan mba Mia memberitahukannya pada ibu Arini.


" Bu, den Tara sudah Puput Bu , coba ibu kesini deh ", pinta mba Mia.


"Eeh iya , wah cepat sekali ya baru juga 5 hari sudah Puput aja, kalau begitu besok kita bikin bubur merah putih ya sayang nya Oma ".


Sementara Rangga pun mendengarnya , dan semuanya pun dibuat bahagia pagi itu karena baby Tara.


Baby Tara pun di jemur sebentar seperti biasa pada umumnya bayi yang baru lahir, ritual itu selalu Rangga yang melakukannya tidak mau terlewatkan sebelum ia berangkat kerja, selalu menyempatkan untuk menjemur Tara.


Semua orang dirumah punya andilnya masing masing untuk menjaga bayi Tara, sehingga kebagian semua tidak saling iri. setiap pagi dan sore hari mba Mia yang memandikan tara, Rangga menjemur Tara dipagi hari dan begadang bila malam hari , setelah Rangga kerja , mamah Arini dan Andini yang membantu Evita menjaga bayi Tara.


Hari ini mba Mia membuat bubur hitam putih sebagai tradisi karena tali pusar bayi telah putus, sekaligus pemberian nama, dan bubur tersebut dibagikan kepada tetangga dekat rumah, tak lupa mamah Arini memesan beberapa kue sebagai pendamping bubur yang akan dibagikan.


Akhirnya bubur pun sudah selesai dimasak dan di bungkus, mba Mia dan Andini yang membagikannya ke rumah tetangga.


Dan beberapa ada yang dikirim kekantor mas Rangga , diantarkan oleh supir pak Nono.


Alhamdulillah bayi Tara tidak pernah rewel dan sangat anteng sekali, dan besok bayi Tara akan kerumah sakit lagi untuk mendapatkan imunisasi pertamanya.


Evita masih menggunakan pilis di dahinya, itu semacam ramuan tradisional yang digunakan untuk wanita yang baru melahirkan , berfungsi untuk menenangkan otot otot sehabis melahirkan.


......................


Keesokan harinya Jadwal bayi Tara imunisasi , dan papa rangga pun selalu siaga untuk jagoannya seorang , Andini yang masih dirumah pun ikut dengan Evita dan Rangga ke rumah sakit.


Setelah daftar ulang dan tak lama kemudian bayi Tara pun dipanggil untuk imunisasi.


Suster menimbangnya terlebih dahulu pas lahir Tara bobotnya 3,5 kg sekarang sudah 4,3 kg.


"Tara sehat ya nak , sekarang disuntik dulu ya , agak sedikit sakit mungkin ya ", celoteh seorang dokter anak menenangkan Tara yang akan di imunisasi.


Oeeek ... oeeek... Tara pun menangis tapi setelah selesai disuntik bayi itu diam kembali anteng.


" Bu ,pak mungkin nanti Tara akan merasakan tidak nyaman di tempat bekas suntikan ya ,namun tidak apa apa, bila badannya terasa hangat berikan obat ini saja sesuai petunjuk ya. Imunisasi lagi bulan depan ya". Dokter pun sambil memberikan resep obat pada Evita.


"Sekarang sudah selesai imunisasi nya ,sampai jumpa di bulan depan ya", jelas sang dokter.


Rangga pun menuju apotik , sementara Evita dan andini menunggu di Kursi tunggu yang ada didepan pintu masuk sambil mengendong Tara yang sudah mengantuk.


Setelah obat didapat semuanya pun pulang meninggalkan rumah sakit.


Saat malam hari Tara mulai terasakan ketidaknyamanan nya di bekas suntikan ya tadi , dia pun rewel dan badan pun mulai hangat, setelah diberikan obat penurun panas Tara pun kembali tidur namun , Tara maunya hanya digendong ketika diletakan ditempat tidur bangun lagi, Evita dan Rangga pun bergantian satu jam sekali sampai Tara terlelap dan mau di pindah ke atas kasur.


Beberapa hari pun berlalu dan Tara pun sudah kembali sehat . Rencananya besok akan diadakan aqiqah serta cukur rambut .semua saudara pun sudah diberikan kabar, seperti biasa tak lupa mengundang anak anak yatim piatu dan berbagi sedikit kebahagiaan untuk mereka.


Tukang tenda pun telah datang dan tenda pun mulai siap dipasangnya ,2 ekor kambing untuk qiqah anak laki laki pun telah dipesan dan akan dimasak di catering mamah Arini.


"Assalamualaikum" ucap salam dari pintu depan ,tak lain paman dan bibi Evita dari Bandung.


Mba Mia pun menjawab salam tersebut.


"Waalaikumsalam".


"Ibu, non ada keluarga non Evita dari Bandung"


"Paman dan bibi", Evita dan Andini pun menuju keruang tamu untuk menyambut mereka.


sementara Tara digendong Omanya yang melek sedari tadi.


"Ternyata tamu dari Bandung, " Evita pun salam pada paman dan bibinya.


"Bagaimana keadaan mu , sepertinya sudah membaik ini" tanya bibinya yang melihat Evita hanya mengenakan terusan daster.


"Alhamdulilah sudah bi", kan Evita lahiran normal.


" Ooh ya.... bibi hanya mendengar kamu sudah lahiran saja dari Rangga".


Lalu mamah Arini pun menghampiri mereka dengan menggendong bayi Tara.


" Tuuh nenek dan kakek datang" mamah Arini menunjukan nya pada Tara yang belum mengerti apa apa.


Mamah Arini pun memberikan Tara kepada bibi Evita.


" Cucu nenek ganteng sekali ,kenapa belum bobo sayang , tau ya nenek dan kakek mau datang".


Hanya bibi dan paman nya saja yang Evita punyai sekarang , setiap ada apapun Evita selalu memberikan kabar pada mereka.


" Maaf ya pak, Bu mungkin akan sedikit tidak nyaman karna sebentar lagi ada yang mau dekor ruangan ini untuk acara besok."


Makan siang pun sudah tersedia dimeja , mamah Arini pun mengajak paman dan bibi untuk makan terlebih dahulu.


Sementara Tara sedang tertidur dikamar, dan semuanya pun bisa makan siang bersama.


Setelah beres makan mereka pun berbincang sambil nonton tv diruang tengah.


Tukang dekor langganan pun sudah datang dan langsung mendekor ruang tamu dengan sedemikian rupa sehingga menjadi cantik ruangan itu, dengan bertuliskan AQIQAH TARA MAHENDRA.


Dan sorenya orang catering pun datang menata tempat parasmanan, komplit dengan berbagai peralatan makannya.


Keesokan harinya...


Catering pun sudah datang dan karyawan pun mempersiapkan menu nya ,tak lupa juga ada beberapa besek + sovenir + kue untuk dibagikan khas acara AQiQAH.


Semua tamu yang diundang dan keluarga pun sudah berkumpul ditempat yang telah disediakan.


Evita pun terlihat cantik dengan baju kaftan warna biru pastel couple dengan mas Rangga , Andini dan mamah Arini pun mengenakan kaftan yang sama juga.


Acarapun dimulai dengan di pimpin oleh Pak Ustad karena bayi yang akan di AQIQAH adalah bayi laki-laki. Selama acara berlangsung bayi Tara tidur terus dan ketika acara mau selesai baru dia bangun karena kehausan.


Semua yang datang turut mendoakan agar Tara Mahendra selalu diberikan keberkahan didunia dan akhirat dapat membanggakan kedua orang tuanya, agama juga negara.


Begitu acara selesai , semua di persilahkan menyantap hidangan yang telah tersedia, dan tak lupa sebelum pulang anak anak yatim-piatu pun diberikan besek dan amplop sebagai tanda berbagi rejeki dan kebahagiaan karena kelahiran cucu pertama di keluarga mas Rangga .