
Akhirnya hari yang dinantikan Andini pun tiba, yaitu hari dimana ditentukannya hasil evaluasi selama dia belajar dan untuk bisa naik ke kelas 3 SMA.
Seminggu sudah Andini mengikuti ulangan, dan minggu depannya dan tepatnya hari ini waktunya pembagian buku rapot, Evita yang datang sebagai wali dari Andini.
Andini pun sangat gelisah menunggu kakaknya keluar dari kelasnya.
Semoga hasilnya memuaskan dan tidak mengecewakan kak Evita.
Satu jam sudah Evita berada dikelas Andini , dan akhirnya buku rapot pun ada di genggaman Evita.
" Bagaimana kak aku naik kelas kan kak"
Evita terdiam lalu duduk di bangku taman sekolah. Dan Evita pun memberikan sebuah pelukan kebahagiaan untuk adiknya.
" kamu lulus de , dan kamu berhasil menjadi juara kelasnya "
Andini pun tak kalah senangnya setelah mendengar hal itu dari sang kakak.
Dan disana mereka pun dihampiri oleh rangga, dengan membawa buket bunga sebagai tanda kebanggaan untuk Andini. karena Evita memberitahukan Rangga setelah Evita mendapatkan pengumuman dari gurunya
"Wah ka Rangga , bawakan ini untuk dini, terimakasih ya kak.Cantik sekali bunganya"
"Cantik seperti kamu".
Rangga memuji Andini sambil mencubit pipinya
"Sudah yuuk kita pulang", ajak evita
......................
Sebulan lagi menuju acara ijab kabul Evita, mereka pun telah mendaftarkan nya ke KUA setempat, dan keduanya sepakat untuk maskawin satu set perhiasan saja yang mudah didapatkan. Evita sibuk dengan mencari desain kartu undangan yang pas dan Evita pun mengajak mamah Arini untuk ikut memilih desain nya yang cocok. Gedung sudah disewa, catrering sudah dipersiapkan dari catering mamah Arini, make up dan dekorasi pun sudah di persiapkan.
Sodara dari Evita pun yang dari Bandung sudah dihubungi dan siap ke Jakarta ,dan yang dari Surabaya pun insyaallah akan hadir seminggu sebelum acara .
Undangan pun sudah mulai di sebar hanya mengundang 500 orang saja, baik keluarga dekat dan kolega dari masing masing keluarga.
Tak lupa teman teman Evita pun akan hadir.
......................
Hari yang dinantikan pun kini akan tiba, semuanya telah bersiap akad nikah rencana akan dilaksanakan digedung tak jauh dari rumah evita sekaligus tempat resepsi pun akan dilaksanakan disana.
Dari pagi Evita telah dirias oleh MUA, sedangkan keluarga yang lain pun sedang ditangani oleh para asisten MUA tersebut.
Sementara dirumah Rangga pun tak kalah hebohnya , semua perempuan telah dirias oleh perias dengan pakaian senada dengan keluarga Evita.
Bibi Evita yang sudah rapih berias dan mengenakan seragam khas nikahan yang sedang berkeliling mengecek semua persiapan hingga tak ada satu pun yang terlewatkan.
Waktu pun sudah menunjukan pukul 08.00 dari keluarga Rangga semua bersiap untuk berangkat kegedung ke tempat acara.
Dengan mengenakan setelan jas berwarna emas Rangga pun terlihat sangat tampan.
Evita yang baru beres dipasangkan hiasan diatas rambutnya pun sangat anggun dengan kebaya warna coklat muda kombinasi emas.
Kedua keluarga pun telah berkumpul . Bapak penghulu pun sudah hadir, dan kedua mempelai pun telah bersanding di meja akad, tak berlama setelah Evita meminta ijin pada pamannya sebagai wali nikahnya. Ijab kabul pun dimulai dengan mengucapkan istigfar 3x serta mendengarkan arahan dari bapak penghulu Rangga pun berjabat tangan dengan wali nikah evita dan melakukan ijab Kabul ya
" Saya sebagai wali nikah dari ponakan saya menikahkan dan mengawinkan Evita Putri wijaya kepada Rangga Pratama dengan maskawin satu set perhiasan emas senilai 10 gram dibayar tunai"
kemudian disambut oleh rangga dengan satu kali hembusan nafasnya.
Bagaimana saksi, Sah .. Sah .. Sah.. Alhamdulillah hirobbil'alamin.
Semuanya pun mengucap syukur serta berdoa yang dipimpin oleh bapak penghulu.
Kemudian penyerhan maskawin dan penyerahan buku nikah yang sebelumnya mengisi tanda tangan berkas berkas.
Kemudian melanjutkan acara sesuai arahan WO.
Sementara undangan dan keluarga pun dipersilahkan bersalaman untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dan selanjutnya menyantap hidangan yang sudah disediakan.
Sangat ramai diruangan itu , ada yang bersalaman , antri ambil makanan, berselfi , berfoto dengan pengantin dan tak lupa Berfoto keluarga pun tak terlewatkan.
Tak ada yang bersedih dihari itu, semua nya menunjukan wajah yang sangat bahagia.
Silih berganti tamu datang dan pulang dan acara pun sudah terlaksana dan terbilang sesuai rencana.
Dan acara pun hampir selesai pengantin pun turun dari panggung mengucapkan terimakasih pada semuanya , yang sudah mendukung sehingga acara berjalan dengan lancar.
Suasana pun sudah mulai sepi para tamu sudah pulang, yang berkumpul hanya sebagian keluarga saja , sedangkan sebagiannya sudah pulang.
Evita dan Rangga pun pulang kerumah Evita , karena masih banyak saudara disana , sementara mamah Arini pulang kerumahnya dengan mba Mia dan sodara yang lainnya dari mas Rangga.
Setelah sampai rumah Evita pun bersih bersih make up-nya kemudian mandi. Mas Rangga pun gantian pergi mandi . Dan yang lain pun bergantian membersihkan badannya.
Evita pun membantu bibinya menyeduh kopi dan teh terlihat sangat kelelahan diwajah wajah mereka, tapi mereka masih ngobrol santai ada yang diteras rumah dan ada yang didalam rumah.
Sungguh bahagianya bila semua saudara berkumpul seperti ini, terakhir berkumpul ketika rencana pernikahanku yang gagal itu dibandung. sangat susah memang mengumpulkan banyak saudara terutama dari luar kota bila tidak ada acara penting seperti ini sangat susah sekali.
"Sekarang kamu sudah sah menyandang sebagai nyonya Rangga , paman dan bibi mu serta keluarga yang lain turun berbahagia dan kami merasa tenang karena Evita sekarang sudah ada yang melindungi , menjaganya." ucap paman.
Karena sudah terlihat begitu lelah semuanya pun beristirahat. Evita dan Rangga pun masuk kamar mereka.
"Kenapa canggung begini ya, padahal sehari hari kita kan sudah terbiasa bertemu , tapi malam ini kenapa beda ya?".
Keduanya merebahkan badannya di kasur dengan terlentang menghadap langit langit, lalu Evita pun memiringkan badannya ke arah Rangga.
"Mas senang tidak menjadi suami Evita, aku sangat bahagia sekali hari ini mas, hal yang diimpikan telah terlaksana, selanjutnya kita tinggal dirumah mas, nah rumah ini mau diapakan?"
"Dikontrakan saja" saran Rangga sambil memiringkan badannya menghadap kearah Evita.
Mereka pun lalu bercanda kemudian mematikan lampu kamarnya menghabiskan malam pertamanya dengan begitu bahagia.
Keesokan paginya saat keduanya keluar dari kamar, semuanya tertuju pada rambut keduanya yang terlihat basah.
" Ehem..ehem...Sepertinya sukses acara tadi malam ".
Paman pun menggoda sambil pura pura minum kopi,
" Iiihh paman Evita kan malu" sambil nyelonong kedapur."
Evita , Rangga dan Andini pun mengantar paman dan bibinya kehalaman rumah, yang sedang bersiap memasukan koper kopernya ke bagian belakang mobil untuk kembali lagi pulang ke bandung.
"Paman dan bibi pamit ya , kalian baik baik disini , kalau ada waktu sekali kali liburan kebandung ya Rangga."
Rangga pun hanya mengangguk , kemudian mobil pun melaju dan meninggalkan rumah Evita.