
Setelah beres makan siang Evita dan Lusy pun kembali ketoko bunga.
"Kapan kamu kembali ke Jakarta Evita?", tanya Lusy.
"Mungkin hari Sabtu katanya mas Rangga mau mampir ke Malaysia dulu sebelum kami pulang ke Jakarta untuk menghadiri acara pertunangan temannya".
"Besok apakah kita masih bisa bertemu , kita jalan jalan, aku besok mau minta libur, bagaimana apakah kamu mau"
"Waah boleh juga tuuh, aku minta ijin dulu pada suamiku ya sepertinya dia masih ada meeting, nanti kalau besok aku tidak kesini berarti aku tidak diijinkan suamiku",tegas Evita.
"Oke" timpal Lusy.
Toko bunga terlihat tak begitu ramai ketika siang hari , Lusy pun terlihat membereskan bon penjualan tadi pagi sampai sebelum jam makan siang.
Sedangkan Evita mengecek ponselnya yang terlihat ada chat dari Andini hanya menanyakan kabar kami disini, sedangkan Tara selalu menanyakan kapan ibu dan ayahnya pulang.
Kangen juga Evita dengan jagoannya itu.
Namun Evita harus menahannya untuk beberapa hari lagi, karena pekerjaan mas Rangga belum beres disini.
Tak berapa lama seorang pria masuk ke toko bunga Lusy dan dia adalah suami Evita.
"Apakah kamu masih betah disini sayang", tanya Rangga.
"Mas sudah selesai meeting nya,Kalau begitu kita pulang, kembali ke hotel maksudnya".
"Lusy aku pamit dulu ya suamiku sudah menjemputku".
Lusy pun mengangguk dan melambaikan tangan pada Evita".
Lusy pun memperhatikan pasangan itu berjalan bergandengan sampai tak terlihat lagi dari pandangannnya, dan sempat terlintas di benaknya , kapan aku bisa seperti Evita , yang bisa menikah ,mempunyai suami yang baik seperti suaminya evita dan dikaruniai anak. Mungkin bila saat itu tiba aku akan merasa bahagia sekali.
Jauh dilubuk hati Lusy sering bertanya kenapa ingatanku tidak bisa kembali sedikit pun, andai aku bisa mengingat nya sedikit saja mungkin aku tidak akan merasa asing seperti ini.
Dan lamunan Lusy pun buyar ketika ada pelanggan masuk ketokonya, dan Lusy pun segera melayani nya dengan baik.
......................
Sementara Evita dan Rangga masih berada dalam taxi, dan ketika diperjalanan Evita , sedikit ragu meminta ijin pada Rangga untuk pergi besok dengan Lusy.
"Mas tadi Lusy bilang bahwa besok dia libur, dan dia mengajak Evita untuk jalan jalan bersamanya, mas mengijinkan tidak aku pergi bersama Lusy besok ?".
"Mmmhh memangnya kalian mau jalan kemana, besok mas masih ada meeting siih , tapi apakah kamu yakin kamu tidak capek, katanya besok kamu mau dihotel saja, tapi kalau itu membuat istri mas ini merasa senang , mas ijinkan".
Dengan gembiranya Evita sambil memeluk tangan dan bersandar di bahu suaminya itu dengan tertawa riang, sambil bilang makasih mas.
Mereka berdua pun tidak langsung naik ke atas ,Evita ingin minuman yang membuatnya segar, dan di restoran hotel Evita memesan jus strawberry.
Setelah Evita puas mereka pun naik ke atas menuju kamar mereka.
Rangga pun tak hentinya selalu menggoda sang istri dengan ciuman yang mendarat dibibir Evita tanpa sepengetahuannya.
Mereka pun bercumbu kembali layaknya pasangan yang sedang dimabuk asmara.
Usai mandi keduanya pun menunggu pesanan untuk makan malam, yang mereka pesan dihotel saja, tak lama makanan pun datang dan mereka berdua pun makan malam dikamar.
Keduanya pun sudah lelah dan mengantuk usai makan malam. Dan Evita pun mempersiapkan pakaian untuk besok yang akan ia kenakan saat jalan jalan bersama Lusy. Setelah itu keduanya pun terlelap ,ditemani cahaya bulan dari luar jendela.
Keesokan pagi nya Evita yang duluan mandi dan segera berkemas dengan tas ranselnya juga mengenakan celana panjang dan juga sepatu kets nya.
Rangga pun sudah terlihat rapi dengan kemeja dan setelan jas nya.
Taxi yang mereka pesan pun telah menunggu di lobby, tak menunggu lama taxi pun melaju mengantarkan mereka ke tempat tujuannya.
Seperti biasa Rangga mengantar dahulu Evita namun Evita berpamitan agak jauh dari toko lusy , karena ia ingin memberikan surprise pada Lusy.
Toko bunga pun tutup hari itu namun Lusy memastikan dulu apakah Evita datang atau tidak.
"Surprise". Evita pun mengagetkan Lusy dengan masuk diam-diam kedalam toko, dan dipintu pun masih bertuliskan CLOSED.
"Akhirnya kamu datang juga , berarti kita jalan jalan hari ini, saya siap menjadi guide anda nyonya Evita".
Tawa mereka begitu renyah terdengar ,walaupun sudah tidak remaja lagi keduanya masih cocok bila mengenakan seragam SMA , semangat mereka hari itu begitu menggebu.
Dan keduanya meninggalkan halaman toko bunga, dan pergi untuk berlibur. Layaknya sahabat yang sedang berbahagia.
Lusy mengajak evita berkeliling kota Singapur tempat tempat biasanya orang orang-orang datang untuk berlibur. Mereka pun tidak melewatkan moment untuk berfoto.
Dan Evita pun tak lupa membelikan oleh oleh untuk anaknya. walaupun tidak ditemani pak suami Evita sangat senang sudah ditemani oleh Lusy.
Mungkin akan beda cerita bila Lusy tidak amnesia , mungkin akan kebalikannya dengan sekarang, dan yang pasti Evita yang akan jadi tersakiti karena hal itu.
Rangga pun mulanya takut bila Evita mengetahui bahwa Lusy lah yang menjadi mantannya terdahulu. Rangga pun menutupnya rapat ,namun bila suatu saat hal itu diketahui oleh Evita entahlah apa yang akan terjadi.
Dan selama ini Evita pun tidak pernah mendengar dan mengetahui cerita tentang mantannya mas Rangga, karena selama pernikahannya Evita tak mengetahui siapa mantan Rangga .Walaupun dulu Rangga sempat bercerita bahwa dia telah dikecewakan oleh mantannya.
Selepas dari itu Rangga yang sekarang mengetahui Lusy masih ada dan bahkan berteman dekat dengan istrinya.
Evita dan Lusy pun mengucapkan salam perpisahan, karena mereka tidak tau akan bertemu lagi kapan.
Hari itu Evita kembali ke hotel di antar oleh Lusy , namun Lusy hanya mengantar Evita sampai lobby hotel saja. Sedangkan Rangga sedang berada di cafe dengan rekan kerjanya, sebagai tanda bahwa kerjasama mereka telah disetujui.
Dan mungkin Rangga akan bolak balik ke Singapur bila diperlukan dalam proyek kerjasama tersebut.
Evita yang tiba lebih dulu , dia pun langsung mandi, kemudian membereskan kopernya ,dan sebagian belanjaan tadi kedalam koper, karena keesokan harinya mereka harus berangkat ke Malaysia.
Tak lama Rangga pun pulang ketika Evita sedang bersantai menikmati pemandangan dijendela kamarnya sambil mendengarkan musik.
"Mas sudah pulang, bagaimana acara meeting hari ini apakah sudah selesai"
"Alhamdulillah sudah beres, dan besok kita jadi ke Malaysia dulu ya, dan kamu juga sudah beli kado untuk hadiah teman mas kan?".
Evita pun memperlihatkan apa yang dia beli untuk kado besok lalu baru dia membungkusnya dengan kertas kado.