
Rangga sempat melamun memikirkan tentang sosok perempuan tadi yang menabraknya ,sehingga Rangga bertanya tanya kenapa perempuan itu tidak mengenalinya.
Dengan begitu jelasnya Rangga bisa bertatapan begitu dekat, bermacam tanda tanya di pikiran Rangga,apakah dia hilang ingatan? ,bila itu benar apa penyebabnya?.
Rangga begitu penasaran.Berarti Lusy saat ini masih berada di Jakarta dan apa yang kemarin Rangga lihat disalah satu toko bunga disingapur apa kah orang yang sama?
Dalam hati kecil Rangga berbisik agar jangan memikirkannya lagi , lupakan dia yang sudah menyakitimu.
Namun bila mamah mengetahuinya mungkin dia akan sangat marah dan bila Evita tau apa yang akan terjadi...
Mobil pun tetap melaju di jalanan dan pak Nono pun melihat tingkah Rangga yang sedari tadi melamun.
Pak Nono pun menegur Rangga,
"Mas..mas rangga tidak kenapa-kenapa dari tadi saya perhatikan mas melamun".
"Ahh..saya baik baik saja kok pak " , Rangga pun terperanjat dari lamunannya ketika pak Nono menegurnya.
"Apakah kita kekantor dulu ,atau langsung pulang kerumah mas? ", tanya sopir itu.
"Kita langsung pulang kerumah saja pak".
"Baik mas"
Tak berapa lama kemudian mobil pun masuk garasi salah satu rumah dan ternyata Rangga pun telah di sambut oleh sang jagoannya.
"Yeeah ayah pulang," seru Tara dengan gembiranya.
Rangga pun langsung menghampiri dan menggendong Tara kedalam rumah, disana sudah ada mamah ,Andini dan Evita.
Sementara pak Nono dan mba Mia sibuk mengeluarkan koper dan membawanya kedalam.
Rangga pun bermain sebentar dengan Tara, sedangkan Evita memisahkan baju baju kotor Rangga didalam kopernya.
Sedangkan Tara masih asiik menonton film favoritnya di tv, Rangga pun pamit istirahat dan bersih-bersih dulu pada mamah.
Evita yang dari td dikamar sedang merapihkan pakaian yang masih bersih kedalam lemari.
"Katanya pulang hari Sabtu, tapi ternyata diluar rencana pulang hari ini, padahal baju sudah aku lebihin jadi banyak yang masih bersih".
"Iya ternyata rekan yang lain ada acara penting juga, jadi meeting nanti di jadwalkan ulang lagi",jelas Rangga.
"Berarti nanti mas ke Singapur lagi"
"Iya,tapi nanti mungkin bulan depan, kalo mas berangkat kesana lagi kamu ikut ya, sambil honey moon lagi kita", merayu Evita.
Evita pun hanya tersenyum dengan malu malu namun dalam hatinya ingin sekali dia diajak liburan, apalagi berdua saja.
Lalu Rangga pun mengambil handuk yang sudah disiapkan istrinya, dan Evita pun memerintahkan agar suaminya untuk segera mandi terlebih dahulu sebelum Maghrib.
Setelah beres mandi mereka pun melaksanakan kewajibannya beribadah sholat. Kemudian dilanjutkan makan malam.
Rangga sudah tak sabar untuk mencicipi kembali menu masakan dirumahnya yang beberapa hari ini dia tidak dapatkan di Singapur.
Dan Rangga pun sangat senang sekali dengan sayur sop yang ada dimeja Rangga dan Tara begitu lahapnya makan sedangkan Evita menghabiskan sisa dimsum tadi yang tersisa.
Setelah semua selesai makan malam.
Rangga pun mengambil koper kecil yang belum dibuka dari siang, dia pun membawanya di ruang tv lalu membuka nya.
"Wah kak Rangga mau bagi-bagi oleh oleh-nih, dini tidak mau melewatkannya".
"kok Tara cemberut, oh iya tenang untuk Tara pun ada, Rangga memberikan dua bungkus an untuk anaknya, dan Tara pun seketika langsung tersenyum kembali dan segera membukanya, "yeah Tara dapat robot-robot an dan baju, terimakasih ayah".
Satu persatu membuka hadiahnya Masing-masing. Andini begitu surprise dengan hadiah yang diberikan kakak iparnya
" Wajah kak Rangga ini kan sepatu yang dini inginkan sejak dulu, makasih ya kak", sambil tertawa senang.
Mamah dan Evita pun membuka bersamaan dan mereka mendapatkan tas dari brand ternama,
"Wajah cantik sekali tasnya kak, mamah juga, sungguh kakak ku ini memang juaranya kalo memilih hadiah". Ucap andini.
Mamah pun dibuat takjub dengan pilihan Rangga, wahh terimakasih nak , mamah kemarin lihat tas ini dipakai oleh teman mamah direuni, akhirnya mamah merasakan memilikinya juga.
Tak kalah dengan evita tas yang selama diinginkan nya telah ada ditangannya kini, "Mas terimakasih ya , bagus sekali tasnya".
Semua pun tertawa bahagia karena mendapatkan oleh-oleh.
Kalo ini coklat dan permen dan beberapa gantungan kunci untuk mas bagikan dikantor , jangan lupa ingatkan mas ya besok sayang supaya ga ketinggalan.
Betapa bahagianya Rangga saat itu telah membuat bahagia seluruh orang dirumahnya, dengan hadiah kecil.
Memang benar 'BAHAGIA ITU SEDERHANA' dengan melihat orang yang kita sayangi tersenyum pun kita merasakan hal yang begitu luar biasa.
Kali ini Tara diajak tidur dikamar Andini , agar kakaknya menghabiskan waktu berdua dengan suaminya. Dan Tara pun sungguh patuh dengan ajakan Andini.
Satu persatu telah masuk kamarnya masing-masing.
Evita pun membersihkan wajah dulu sebelum tidur, dan saat dia kembali ke kasur suaminya memberikan satu hadiah istimewa lagi , box kotak berwarna merah,
" Apa ini mas, buat aku"
Rangga pun mengangguk dan menyuruh Evita membukanya.
"Waah cantik sekali kalungnya mas, pasti mahal harganya". Evita memuji isi dalam kotak itu.
Dan Rangga memakaikan kalung nya keleher sang istri sambil menciumi bahu Evita, yang Rangga rindukan tiga hari ini.
Rangga pun tak melepaskan istrinya dalam pelukannya.
Sementara Rangga begitu puas dengan senyum yang merekah dibibir Evita.
Dan mereka pun kembali hanyut dalam suasana malam itu,dan saling melepas rindu.
Keesokan paginya semuanya telah bangun dan sedang sarapan dimeja makan. Rangga pun hari itu langsung pergi kekantor untuk meeting membicarakan hasil dari pertemuan kemarin di Singapur,dan Evita pun tak lupa mengingatkan oleh-oleh untuk dibawanya kekantor.
Evita memutuskan tidak ke catering dulu karena semalam pak Rama sudah mengirimkan laporan lewat email pada Evita.
Evita hanya tinggal memeriksanya saja.
Rangga pun telah sampai didepan kantor Rangga dan pak Nono membawa dus yang berisi oleh-oleh ke ruangan Rangga.
Rangga pun memerintahkan untuk sekertaris nya, membagikan oleh-oleh pada semua karyawan.
Dan semuanya pun senang,mendapatkan oleh-oleh dari sang atasan.
Setelah itu acara meeting pun berlangsung selama dua jam lamanya.
Setelah meeting Rangga pun kembali keruangannya, dan ia masih tetap mengingat kejadian di bandara kemarin , walaupun Rangga sudah tidak ada hati dengan Lusy , ketika bertemu dengannya ada penolakan dihati Rangga namun dia tidak memungkiri masih penasaran dengan apa yang terjadi padanya.