EVITA

EVITA
Bab 35. Singapura



Singapura adalah salah satu negara industri yang sangat maju di kawasan Asia Tenggara bahkan di dunia.


Singapura menjadi negara maju di Asia Tenggara karena telah dapat mengembangkan kegiatan ekonomi sektor industri dan jasa atau perdagangan. 


Maka dari itu Rangga sangat antusias sekali dengan tawaran itu, mungkin akan membuat perusahaan Rangga maju.


Dimulai dari pukul 06.00 pagi waktu Singapur Rangga sudah bangun dan mandi bersiap tak berapa lama dia pun sudah rapih dan standby bahkan Rangga tengah sarapan di restoran hotel tersebut, dan sambil menunggu jemputan pukul 08.00 dari koleganya.


Sambil memainkan ponselnya , ternyata dia sedang mengabari istrinya Evita.


Bahwasannya suaminya disana sedang sarapan dengan sandwich , beberapa buah sosis tak lupa omelet dan teh hangat. Dan kiranya cukup untuk mengganjal perut hingga jam makan siang tiba nanti.


Rangga sangat menikmati sarapannya dan ia pun segera menghabiskan sisa teh manis di cangkirnya karena koleganya sudah berada di loby hotel itu mengirim chat lewat ponselnya.


Rangga pun langsung menuju loby hotel dan masuk mobil dan meninggalkan halaman depan hotel nya.


Hari itu mungkin ia akan sibuk seharian karena ada jadwal meeting.


......................


Setelah subuh Evita sholat dan mandi, lalu membantu mba Mia untuk membuat sarapan didapur, sementara Andini hari ini ada jadwal mengajar jadi dia berdandan dengan pakaian gurunya.


"Pagi mamah", menyapa sang mamah yang baru keluar kamar.


"Pagi sayang,kamu tuh ya kalo sudah tampil mau ngajar gini sangat anggun dan rapih, beda dengan kamu sehari- hari dirumah, cuma kaos oblong dan celana". Mamah yang keluar dari kamar langsung mengomentari Andini.


Sementara sarapan sudah siap dimeja makan, mereka pun langsung menyantap sarapan sedangkan Tara masih tertidur pulas.


Setelah selesai sarapan Andini pun langsung pamit pergi ke sekolah tempat dia mengajar dengan sepeda motor nya karena lokasinya tidak terlalu jauh sekitar 20 menit dari rumah.


Mba Mia pun membereskan meja makan. Sedangkan Evita kekamarnya karena mendengar Tara sudah bangun, lalu membuatkan susu untuk Tara.


dan tak lama ponsel pun berbunyi ternyata pesan chat dari suami tercinta


"Selamat pagi sayang, Assalamualaikum.Mas td bangun pukul 06.00, dan sekarang sudah berada di restoran hotel sedang sarapan, mas hanya menemukan sandwich, omelet, dan beberapa sosis juga secangkir teh manis. Mungkin sebentar lagi mas dijemput untuk meeting. Dan sepertinya seharian ini mas akan sibuk, disini mas ya agar lancar kegiatan mas hari ini. Salam sayang buat mamah dan Tara ya".


"Gantengnya ibu, sudah habis susunya,sekarang kita mandi yuk",


membujuk Tara untuk mandi dan Tara pun hanya mengangguk menandakan setuju.


Setelah itu Evita membuka laptopnya mengecek laporan yang di kirim oleh pak Rama.


Sementara mamah Arini seperti biasa sedang di teras menyirami bunga anggrek kesayangannya.


Setelah selesai membuka file dari pak Rama , Evita pun menemani Rangga bermain sambil belajar.


Karena mempunyai tante seorang guru yang di berikan Andini selalu buku cerita atau pun buku mewarnai karena belum cukup usia untuk sekolah TK maka Tara hanya dikenalkan tentang warna huruf dan angka saja, namun Tara sangat cerdas dan pintar terkadang dia ingin diajari membaca dan menulis.


karena Tara sering melihat Tante dan ibunya yang mengerjakan tugas dirumah,


sehingga keinginan tau an nya sangat besar, dan dia sering melihat film kartun terkadang ada teks dibawahnya dan dia ingin mengetahui apa bunyi tulisan tersebut.


......................


Koleganya pun mengajak Rangga menuju restoran terdekat, mereka pun memilih menu yang akan dipesan.


Semua menu yang ada terasa asing di mulut Rangga , hingga Rangga melihat satu menu yang sangat familiar dipilihlah Nasi ayam Hainan dan es teh manis menu makan siang rangga.


Namun disela-sela menunggu pesanan nya, Rangga melihat seseorang yang tak begitu asing di ingatannya, seorang perempuan yang membuatnya kecewa hingga mengalami depresi.


Namun Rangga tak yakin dengan apa yang dia lihat, mungkin dia salah, banyak kan orang yang mirip, dunia ini setiap orang mempunyai 7 kembaran serupa tapi bukan dari rahim yang sama.


Dan Rangga pun mengabaikannya.


Hingga pesanan datang dan mereka pun menyantap makanan yang dipesannya.


Begitu selesai mereka pun kembali lagi ke tempat meeting.


Acara meeting itu terdiri dari lima orang yang berasal dari berbeda negara, dan kebetulan kolega yang bersama Rangga dia adalah orang malaysia, dan koleganya pun mahir dengan bahasa indonesia sehingga tidak sulit berkomunikasi dengannya.


Acara meeting pun telah selesai, dan Rangga pun langsung menuju hotelnya.


Dia pun tak lupa berkirim kabar pada istrinya. Ternyata terlihat baterai diponselnya lowbat sehingga ia harus mencarger nya terlebih dahulu.


sambil menunggu ponselnya terisi, Rangga memutuskan untuk mandi.


Setelah itu Rangga pun enggan keluar kamar hotelnya , namun perutnya terasa lapar, lalu ia pesan makanan di hotel saja untuk di antaranya kekamarnya, sehingga ia tidak perlu keluar hotel. walaupun harganya jauh berbeda dengan diluar sana.


Namun kegiatan hari itu begitu padat sehingga membuatnya kelelahan.


Makanan yang dipesan pun telah tiba. dan Rangga pun mengambilnya ke pintu kamar.


View dari jendela kamar Rangga begitu indah , hingga ia berpikir andai ada Evita disini bersamanya mungkin istrinya akan menyukai pemandangan ini.


Rangga pun tak lupa Selfi mengarah keluar jendela kamarnya, lalu mengirimkan foto itu ke Evita.


Dan Rangga pun menyantap makanan yang dipesannya tadi, dan lagi memfoto nya sebelum dimakan ,dan Rangga hanya tersenyum bila mengingatnya, itulah kebiasaan Evita yang biasa istrinya lakukan.


Dan foto makanan itu pun dia kirim ke Evita sambil dibumbui caption "Rasanya oke lah tapi mahal nggak lagi deh karena kepepet saja".


Waktu pun sudah menunjukan pukul 20.45 waktu Singapur. Terasa sepi tidak ada suara Tara yang memanggil ayah dan mamah yang selalu mengingatkannya untuk jangan pulang terlambat, dan Rangga pun kangen dengan Evita istrinya.


Sambil tiduran Rangga pun memikirkan sosok perempuan yang tadi ia lihat hingga tak percaya.


Karena setelah kejadian bertahun tahun itu Rangga tidak tau lagi keberadaan perempuan yang menyakiti hatinya, sampai mamah Arini mengganti nomor ponsel Rangga, agar perempuan itu tidak lagi menghubungi Rangga.


Rasa kantuknya sudah di sudut mata ,hingga kelopak mata memberikan sinyalnya untuk segera ditutup.


Tak lupa Rangga mengirim chat singkat pada istrinya.


"Aku kangen kamu sayang, good night have a nice dream ".


Lalu Rangga mencarger ponsel dan laptop-nya.


hingga nanti bila ia bangun sudah terisi full.