EVITA

EVITA
Bab 33. Keberangkatan Rangga



Terlepas dari semua kejadian yang menimpa keluarganya ,Evita semakin yakin bahwa dibalik semua yang terjadi pasti akan ada hikmah yang dapat diambil.


Evita pun akan mengijinkan suaminya untuk pergi keluar negeri untuk keperluan pekerjaan.Dan untuk pertama kalinya Evita akan ditinggalkan selama satu Minggu oleh Rangga.


Semua tiket dan berkas lainnya juga hotel tempat menginap selama Rangga disana pun sudah disiapkan oleh pihak kantor.


Rangga akan berangkat dengan penerbangan siang.


Pakaian kerja dan keperluan sehari-hari untuk disana semuanya pun telah disiapkan oleh Evita.


Hari itu Rangga sengaja pulang kerja lebih awal , karena ingin mengajak semuanya untuk makan diluar.


Terdengar suara mobil Rangga terparkir di garasi Evita pun beranjak dari meja kerjanya untuk memastikan kenapa suaminya pulang lebih cepat.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam salam" , Evita menyambut suaminya lalu mencium punggung tangan rangga


"Mas pulang cepat, apakah mas tidak enak badan?"


"Mas baik baik saja kok, mas sengaja pulang cepat ,sebelum mas berangkat besok mas ingin menghabiskan waktu untuk keluarga, kita jalan-jalan yuuk, atau kita makan malam diluar" ,dengan santainya Rangga berkata.


mereka pun langsung masuk kedalam rumah dan diruang keluarga ada mamah dan Andini yang sedang menemani Tara bermain.


"Kok kamu jam segini sudah pulang, masih siang lho ", tanya mamah terheran.


"Iya mah Rangga sengaja pulang cepat , Rangga mau malam ini kita makan diluar , sebelum Rangga pergi besok" jelas Rangga.


"Boleh juga ide kamu , sudah lama juga kita tidak pernah jalan-jalan" ucap mamah.


"Ya sudah, ayook... kita siap-siap sekarang , dan mba Mia pun kita ajak sekalian kasihan dia dirumah sendirian".


Mba Mia pun dengan senangnya ia diajak majikannya ikut jalan-jalan.


Dan semuanya pergi ke mall untuk bersenang senang.


Dan disana pun Tara mengunjungi tempat bermain bersama Andini dan mba Mia.


sementara mamah Arini ,Evita dan Rangga menemani Evita makan dimsum kesukaannya.


Setelah itu mereka menuju restoran untuk makan malam.


Dan mereka pun masuk pada salah satu resto yang dipilih mamah Arini .Suasana yang sangat hangat dimana semuanya menikmati hidangan yang telah dipesan.


Setelah selesai makan ,mereka melanjutkan berbelanja untuk keperluan Tara.


Semuanya sudah lelah dan memutuskan untuk pulang kerumah.


Sesampainya dirumah ,Tara merengek meminta susu , setelah berganti baju dan bersih-bersih ,Tara pun tidur dengan lelapnya bersama Andini.


Mamah Arini minta dipijat kakinya oleh mba Mia sebentar , setelah agak enakan , mamah pun menyuruh mba Mia untuk istirahat juga.


Sedangkan setelah Evita mandi dan berganti dengan daster,Rangga tiba-tiba memeluknya dari belakang, Evita pun tak menolaknya,


dan berbicara tanpa hentinya.


"Mas nanti kalau disana jaga kesehatan ,jangan telat makan , dan kasih kabar setiap hari ya sama aku"


Rangga tak menjawabnya hanya sibuk menciumi pundak dan pipi sang istri, bagaikan sepasang suami istri yang sedang di mabuk asmara.


Rangga pun tak ingin melewati waktu yang singkat ini, dan Rangga pun melanjutkan mencumbui istrinya itu. Evita pun tak menolak ia malah menikmatinya.


Merekapun akhirnya menjatuhkan tubuhnya di atas kasur ,dan akhirnya mereka pun bercumbu mesra layaknya suami istri.


Malam itu adalah malamnya mereka menghabiskan waktu berdua, sebelum Rangga berangkat.


Suara adzan subuh pun telah berkumandang dan Evita terbangun dari tidurnya ,


Dan Evita pun masih berada dipelukan suaminya.


"Sebentar lagi sayang, mas masih ngantuk" sahut Rangga.


"Ya sudah aku duluan yang mandi ya" ,ucap Evita sambil beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Setelah Evita selesai mandi, bergantian dengan Rangga yang masih terlihat mengantuk.


Evita menyiapkan dahulu pakaian suaminya.


Kemudian Evita berias di meja riasnya, dengan menyisir rambutnya yang masih basah dan ia pun mengeringkannya dengan hairdryer.


Setelah Rangga mandi ia pun mengenakan pakaian yang sudah Evita siapkan diatas kasur.


Evita pun sudah terlihat cantik natural setelah memakai skincare ia hanya mengenakan bedak dan lipstik dengan warna soft dengan tipisnya.


Rangga menatap Evita dengan begitu puasnya.


"Mas kenapa menatapku seperti itu ,aku kan jadi malu", dengan tersipu Evita sambil merapihkan pakaian suaminya.


"Selama seminggu mas kan ga akan melihat wajah istri mas yang cantik ini".


Sambil mendekati Evita dan mencubit kecil dagu istrinya itu dan ditutup dengan sebuah ciuman di bibir Evita.


Dret.. dret..dret ponsel pun bergetar dengan terlihat sebuah chat disana dari sekretaris di kantor nya.


"Pak Rangga saya hanya mengingatkan ,penerbangan bapak siang ini ya, saya akan menunggu bapak pukul 10.00 di Airport "


"Sudah yuuk kita sarapan dulu", ajak Evita.


Mereka berdua pun keluar dari kamar nya, dan terlihat Tara sedang dipakaikan baju oleh Andini.


"Ayah dan ibu mau kemana, berangkat kerja ya" ,dengan sangat polos Tara berkata karena sudah terbiasa ditinggal bekerja oleh kedua orang tuanya.


"Iya ayah mau kerja dan ibu mau mengantar ayah ke airport , Tara dirumah sama Oma dan aunty ya",jelas Evita.


Dan mamah yang baru keluar dari kamar, melihat Evita yang sudah rapih.


"Kamu jadi mengantar Rangga ke airport sayang"


Evita pun mengangguk, lalu berkata,


"Jadi mah , setelah dari airport Evita ke rumah catering dulu ya , mungkin pulang sore"


Mamah pun mengangguk tanpa berkata lagi.


Dan mereka pun melanjutkan untuk sarapan.


Setelah itu Rangga pun berpamitan pada mamahnya ,Tara dan Andini juga.


Koper pun di bawanya oleh pak Nono untuk masuk bagasi mobil, kali ini Rangga tidak nyetir sendiri diantar oleh sopirnya.


Lalu mobil pun meninggalkan garasinya pergi menuju bandara, didalam mobil Evita memegang tangan Rangga sambil menyender di bahunya sambil berbincang ini dan itu, terasa nyaman berada didekat suaminya namun mereka akan berpisah sementara untuk tidak bertemu.


Tak terasa mobil pun telah sampai di lobby airport, dan disana sudah ada sekretaris pak Rangga menunggu.


Rangga pun berpamitan pada Evita, sambil mencium kening Evita,lalu dipeluknya dengan mesranya, hangat begitu terasa di badan Evita berada di pelukan suaminya.


"Mas pergi dulu ya sayang, jaga diri baik-baik, kamu jangan terlalu capek kerjanya, titip mamah dan Tara."


Sementara panggilan untuk para penumpang untuk keberangkatan kesingapura pun sudah dipanggil., Rangga harus segera check-in, dan sekertaris nya memberikan pasport dan tiket pesawat pada Rangga.


Rangga tetap melihat kearah Evita ,kalau boleh diwakilkan mungkin Rangga memilih untuk tidak berangkat, seakan enggan beranjak dari sana, dan panggilan kedua pun sudah terdengar.


Rangga pun berjalan membawa koper dan meninggalkan Evita yang berada disana melihat kepergiannya sampai Rangga tak terlihat lagi.


Lalu sekretaris nya pun pamit pada Evita untuk kembali kekantor, sementara Evita diantar sopirnya menuju rumah catering.