EVITA

EVITA
Bab 26. Keputusan Andini



Hari ini Andini ke kampus seperti biasanya, dan beredar gosip yang memojokkan dirinya tanpa mengetahui cerita sebenarnya.


Rania lah yang menyebarkan gosip dikampus , dengan tujuan agar Andini di bully satu kampus.


Semua orang tertuju pada Andini yang berada di kantin. Semua membicarakan gosip yang disebar oleh Rania, sehingga Andini merasa terpojokkan.


Desi dan lili pun menghampiri Andini,


" Dini..emang benar kakak kelas kita yang mirip oppa korea itu ditangkap polisi karena kamu, emang permasalahan apa sih dini?" Desi semangat ingin tau kebenarannya.


Lili pun melanjutkan pertanyaan Desi yang belum dijawab Andini,


"Dari berita yang beredar katanya kamu yang melaporkan Davin atas pencemaran nama baik"


"Sudahlah nanti aku ceritakan, sekarang aku sedang tidak ingin berargument atas berita tersebut, maaf ya" tandas Andini.


Sebenarnya Andini sudah pusing dengan masalah ini ,dimulai dari dia bertemu dengan Davin. Andini malah berpendapat kenapa dia mengakuinya , seandainya Davin tidak berterus terang Andini pun sudah lupa akan kecelakaan yang menimpanya dulu.


Kedua temannya pun mengerti bila Andini tidak mau bercerita sekarang.


Rania sebenarnya dia pun tidak tau permasalahan yang sebenarnya, dia menghembuskan berita yang tidak benar ke publik ,karena dia geram Davin selalu saja mendekati Andini.


......................


Sementara orang tua Davin tetap pada pendapatnya Davin hanya membela diri saja atas kasus tabrak larinya tersebut, dan kecelakaan yang menimpa andini adalah sebuah musibah saja, pengacara dari pihak Davin tidak bisa berbuat banyak hanya saja ada satu cara agar Davin bebas yaitu bila keluarga Andini mencabut laporannya sebelum kasusnya naik ke persidangan.


Ibu Davin hampir setiap hari meratapi anaknya yang berada di penjara.


Dan tanpa sepengetahuan ayah Davin, ibu Davin berhasil menemui andini dikampus secara diam diam, hingga memohon agar Andini mencabut laporannya.


Saat itu Andini tidak bisa memutuskan apapun , bahkan Andini pun tak bicara sepatah kata saat ibunya Davin menemuinya.


......................


Andini berbicara pada kak Evita tentang Davin.


"Kak adakah cara agar Davin keluar dari penjara?"


Sontak Evita pun kaget dengan perkataan Andini


"Apa de, maksud kamu kamu ingin Davin keluar dari penjara begitu saja!"


" Kamu yang jadi korbannya lho de, bukankah kamu yang menginginkan Davin mendekam dipenjara."


"Kemarin saat dikampus ibunya Davin memohon pada Andini untuk membebaskan anaknya dari penjara, Andini merasa kasihan pada ibunya kak, dan berita yang beredar dikampus pun sangat memojokkan Andini, dengan berita yang tidak benar"


Hari itu Andini pun ijin tidak masuk kuliah , karena kondisi andini yang tak begitu sehat karena memikirkan perkataan ibunya Davin sehingga menjadi beban dihatinya.


Evita pun berbicara dengan Rangga perihal pencabutan laporan yang diinginkan keluarga Davin, Rangga berpendapat bahwa kasusnya itu sudah ia serahkan pada pengacara , dan dia mengikuti arahan dari pengacaranya saja.


Tut..Tut..Tut ,Tak berapa lama Rangga mendapatkan sebuah telfon dari pengacara yang memberitahukan bahwa pengacara dari pihak Davin meminta untuk kasusnya di bicarakan secara kekeluargaan saja, intinya agar pihak dari Andini mencabut laporannya.


Semakin pelik saja masalahnya,Rangga dan Evita pun tidak mau menghabiskan waktu untuk hal hal seperti ini Spain berlarut larut. Dan mereka berdua berkonsultasi bagaimana baiknya , bila laporan dicabut apa yang keluarga Andini dapatkan.


"Begini saja mas Rangga bila mas Rangga mencabut laporan atas kasus ini, kita meminta ganti rugi saja sesuai yang Andini minta, agar mereka pun merasakan tidak dengan mudah bisa menyepelekan kasus ini."


"Ya sudah kalau begitu saya akan menunggu sampai ada yang menghubungi dari pihak pengacara Davin, nanti saya akan infokan selanjutnya pada mas rangga"


Dan telfon pun telah terputus.


......................


POV andini


Aku harus merelakan seorang yang telah mencelakai ku untuk bebas dari jeratan hukum, mungkin aku terlalu terbawa perasaan sehingga aku gampang saja terbujuk.


Apakah ini adil bagiku?.


Apakah keputusan yang aku ambil ini benar..?


......................


Seminggu sudah Pemuda itu berada dibalik jeruji besi, namun perasaan Andini pun mulai bimbang dan ragu untuk mengambil keputusan membebaskan pemuda itu, akhirnya tanpa sepengetahuan kakaknya Andini pergi ke penjara untuk menemui Davin.


"Benarkan ini kamu Andini, kamu datang kesini untuk menjenguk ku,"


"Aku hanya memastikan saja bila kau baik baik saja disini, mungkin terkesan kejam saat pertamakalinya kamu datang kerumahku, kamu langsung di boyong polisi kesini"


"Tak apa Andini, yang terpenting aku sudah menebus rasa bersalahku selama ini, sekarang apa niatmu mengunjungi ku saat ini" ucap Davin


" Aku kasihan pada ibumu, yang datang menemuiku dan memohon untuk membebaskan mu. Seakan terkesan aku adalah seseorang yang jahat , bila keinginan ibumu tidak aku lakukan.


Namun dengan syarat, setelah kamu keluar dari sini ,aku harap kamu jangan mendekati ku lagi atau apapun itu, dikampus aku harap kamu seolah tak kenal padaku nanti", tegas Andini memberikan peringatan pada davin.


Setelah puas berbicara Andini pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Davin tanpa berkata lagi.


Davin bingung apakah Andini akan membebaskannya?


Akhirnya andini pulang kerumah dengan hati yang tak menentu , setelah dia menemui Davin di lapas, mungkin syarat yang Andini berikan sangat adil untuknya, sehingga dia bisa fokus kembali pada kuliahnya.


Andini pun menelfon kak Rangga agar mencabut laporan atas kecelakaannya terdahulu , Andini minta agar Davin dibebaskan.


Tanpa berdebat lagi Rangga pun langsung meminta pengacaranya agar mencabut laporannya dan mengikuti apa yang dikatakan pengacara itu.


Orang tua Davin pun menyetujuinya dengan syarat penggantian rugi dengan nominal yang diminta Rangga , yang penting anaknya bebas.


Setelah semuanya Dil dan orang tua Davin menandatangani surat perjanjian yang disaksikan kedua pengacara dari kedua belah pihak, Rangga pun segera mencabut laporan nya, dan semua masalah pun beres.


Akhirnya Davin pun bisa bernafas lega , dan keluar dari penjara, dengan syarat , penggantian rugi atas apa yang diminta rangga, serta memenuhi syarat yang diajukan Andini tempo hari.


......................


Davin pun sudah kembali kuliah , dan dikampus Davin hanya bisa melihat Andini dari kejauhan saja tanpa bisa menyapanya sesuai keinginan Andini.


Andini pun menyadari Davin setiap hari selalu memperhatikannya dari kejauhan, namun Andini sudah tidak memperdulikannya lagi. Sehingga dia tidak begitu risih dengan Rania yang akan menggangunya.


Davin hanya bisa menulis surat dan meminta salah satu temannya memberikan pada Andini, isinya berupa permintaan maaf sekaligus terimakasih pada Andini, sehingga ia bisa bebas dari penjara.


Davin pun berjanji dia tidak akan menganggu atau pun mengusik kehidupan Andini, dan anggap saja mereka tidak mengenal satu sama lain nya.