EVITA

EVITA
Bab 45. Pulang ke Jakarta



Keesokan harinya Evita dan Rangga telah bersiap untuk menuju bandara setelah selesai check out dari hotel, mereka akan menghadiri dulu undangan rekan kerjanya Rangga disana ,sebelum akhirnya pulang ke Jakarta.


Perjalanan antara Singapur Malaysia tidak memakan waktu lama hanya sekitar satu jam, sementara undangan mereka jam 11 siang.


Dari Singapur mereka berangkat pagi agar tidak terburu buru, mereka ingin menikmati perjalanan yang langka ini dengan santai.


Tepat jam setengah sepuluh waktu setempat mereka pun tiba di Bandar internasional Kuala lumpur Malaysia.


Rangga pun melihat di kartu undangan gedung acara tersebut lalu memperlihatkannya ke pada sopir taxi yang ada disana untuk mengantarnya kelokasi tujuan.


Merekapun telah sampai dilokasi dan acara pun belum dibuka untuk tamu undangan. Rangga dan Evita pun menunggu sebentar di lobby gedung tersebut.


Setelah waktunya tiba mereka pun masuk kedalam ballroom tempat acara diselenggarakan, dan begitu senangnya teman Rangga tersebut , karena Rangga dan Evita menyempatkan datang dihari special mereka.


Mereka pun berfoto-foto dan tak lupa Evita dan Rangga mencicipi sedikit hidangan diacara tersebut , dan ternyata ada dimsum tersedia disalah satu stand camilan, dan Evita pun begitu senang makanan favorit nya tersedia disana.


Mereka pun tak lama lalu berpamitan untuk pulang ke Jakarta.


......................


Sementara dirumah Tara yang tak sabar selalu menanyakan pada Omanya tentang keberadaan ibu dan ayahnya sekarang, sudah dari pagi anak itu menunggu dengan bolak balik melihat ke luar.


Sampai kelelahan menunggu Evita dan Rangga tidak kunjung datang juga ,akhirnya Tara pun tertidur di sofa diruang tv. namun sang Oma dan Andini tidak berani memindahkan Tara ke kamar, karena takut anak itu marah lagi dan membiarkan Tara tidur di ruang tv.


Dan mobil taxi pun tiba di depan rumah mereka dibantu pak Nono untuk membawakan koper mereka kedalam.


"Bagaimana pak rumah aman selama kami tinggal", tanya Rangga.


"Aman terkendali mas, namun dari pagi den Tara gelisah dan uring-uringan menunggu kedatangan mas Rangga", jelas pak Nono sambil membawa koper.


"Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam, mah kakak sudah datang", jawab Andini sambil memanggil mah Arini.


Evita pun langsung menciumi anak semata wayangnya itu sampai Tara terbangun dari tidurnya.


"Mamah kira kalian pulang besok"


"Nggak lah mah kami sudah kangen dengan Tara, selesai ke acara di Malaysia kami langsung beli tiket dan langsung pulang".


"Ibu dan ayah lama sekali perginya ,Tara kan kangen", terlihat marah sekali.


Namun ketika dia mendapatkan sekantong hadiah mainan anak itu langsung tertawa dan ceria kembali.


Semuanya pun senang melihat anak itu tertawa dengan riang setelah tau apa isi hadiah yang diberikan oleh ibu dan ayahnya.


Evita pamit untuk mandi dulu, sedangkan Rangga menemani Tara main.


Seolah Rangga ingin mengatakan bahwa dia disingapur bertemu dengan Lusy, namun Rangga tidak ingin bila nanti mamahnya syok mendengar tentang nama itu, nama yang dibencinya sejak Rangga mengalami depresi, karena membuat kecewa mamahnya.


Ketika di ruang makan mamah pun bertanya apakah perjalanan liburan mereka menyenangkan, dan Evita menjawab kalau dia mempunyai teman baru disana , dan bekerja ditoko bunga.


"Siapa teman baru mu itu nak?"


"Lusy namanya mah dia juga orang Indonesia tepatnya diaorang Semarang dan dia tinggal di panti sosial orang tuanya sudah meninggal"


"Kasihan sekali karena sebuah kecelakaan dia mengalami amnesia permanen, sampai dia tidak bisa mengingat siapapun".


Semakin yakin Arini bahwa yang diceritakan Evita bukan lah dia. Karena setahu Arini Lusy mempunyai keluarga dan dia tidak amnesia.


Arini pun tidak mau mengingatnya lagi.


Arini ingin menanyakan tentang Lusy yang diceritakan Evita apakah dia orang yang sama dengan yang Arini kenal, tapi nanti saja tidak enak dengan Evita.


"Mas aku mau minta ijin, aku ingin ke cafe tempat aku bekerja dulu, aku ingin menemui mba Ema, mudah mudahan dia masih bekerja disana, aku kangen sama dia, boleh ya mas".


"Iya boleh ,Pergi saja apa perlu mas yang antar?".


"Tidak perlu aku pergi diantar pak Nono saja, mas dirumah saja temani Tara bermain".


Setelah rapi dan Tara sudah mandi dan dirumah pun ada mas rangga yang libur ke kantor.


Evita pun telah sampai di cafe dan Evita pun masuk dan duduk dimeja no.6 ,dilihatnya dengan seksama tenyata tempat itu sudah sedikit berbeda , dan dilihatnya karyawan pun tidak Evita kenal semuanya,mungkin semua karyawan yang dulu seangkatannya sudah pada resign atau kah dipindah kecabang lain.


Tak berapa lama ada karyawan pria menghampirinya serta menyapanya.


"Mba Evita... benarkah ini kamu yang dulu aku kenal".Evita pun sempat terdiam sambil mengingatnya.


"Wah mba sangat berbeda sekarang, makin cantik ", puji pria itu.


"Kalau tidak salah kamu Rafi kan anak magang ,sebelum aku resign dari cafe ini,wah tampilan kamu sudah sangat berbeda".


" Mba mau minum apa?". Pria itu menawarkan minum pada Evita.


"Aku mau jus strawberry saja"


"Tunggu sebentar ya mba, rumahnya agak jauh dari sini dan masuk ke gang kecil , nanti mba Evita tanya saja dengan orang disana"


Dan pria itu membawakan segelas jus strawberry untuk evita. Lalu Evita menanyakan keberadaan mba Ema.


"Sedari aku masuk kok aku tidak melihat mba Ema ya,kemana dia?, dan yang lainnya kemana? ,sepertinya semuanya sudah berubah".Tanya Evita.


"Mba Ema dikeluarkan dari cafe ini mba, setahun setelah mba Evita menikah, mba Ema di tuduh telah mengambil uang dari laci kasir, tapi setelah mba Ema di berhentikan , pelaku sebenarnya tertangkap dan bukan mba Ema pelakunya,pelakunya adalah manager sendiri dan pak manager pun dipecat dan sekarang sudah dua tahun dia dipenjara, namun ketika mba Ema disuruh kembali bekerja disini mba Ema menolaknya, mungkin sudah terlanjur sakit hati".


"Apakah kamu tau alamat rumah mba Ema, boleh aku minta".


"Boleh mba ,sebentar ya", pria itu pun menuliskan alamat dikertas dan memberikannya pada Evita.


"Oke karyawan disini baru semua ya?",


"Iya mba karyawan yang sudah senior dipindahkan ke cabang lain, disini baru semua kecuali saya".


"Wah berarti kamu senior disini dong, oke deh mba tidak bisa lama disini mba harus mencari alamat mba Ema , terimakasih ya untuk infonya".


Evita pun menghabiskan segelas jus strawberry nya dan memberikan uang lima puluh ribu pada pria itu.


"Kembaliannya kamu ambil saja buat beli makan siang, mba pamit ya".


"Iya mba , terimakasih mba Evita sudah mau mampir lagi ke cafe ini".seru pria itu yang bernama rafi