
Evita terus menemani Andini , dan dokter menjelaskan ,
"Tadi mungkin adik Andini merasa kesakitan karena pengaruh obat bius yang sudah habis, tadi sempat di jahit bagian luka di daerah kepala sepertinya terbentur sesuatu, bila pasien bangun segera kasih tahu saya ataupun suster "
" Baik dokter" jawab Evita
Mamah Arini pun menelfon Rangga yang khawatir belum pulang ,
"Halo mah ini Rangga sedang dirumah sakit menemani Evita, Andini kecelakaan mah tadi pagi didepan sekolahan nya."
"Sekarang bagaimana keadaannya?"
" Alhamdulilah sudah melewati masa kritisnya, tadi sempat sadar namun dokter memberikan obat tidur lagi , karena sempat kesakitan tadi"
Evita pun kelelahan dan tertidur di kursi sedangkan badannya bersandar di samping kasur, karena semua ruang rawat penuh sehingga yang tersisa hanya kamar kelas 2 yang besisi 2 pasien diruangan itu.
Rangga pun menunggu diluar dan membiarkan Evita tertidur.
Kemudian Rangga berinisiatif mencari makanan dulu untuk mereka berdua.
Evita pun terbangun dari tidurnya dan melihat Andini belum bangun juga. Tak lama kemudian Rangga pun datang dan membawakan makanan untuk Evita, dan mengajaknya keluar sebentar untuk makan .
Setelah selesai makan Evita pun kembali keruangan Andini. selang setengah jam Andini pun bangun dan merasakan kesakitan yang luar biasa di bagian kepalanya.
" Sssssshhhhh kak aku kenapa " Andini bertanya sambil meringis kesakitan.
"Sudah ga apa apa, sebentar kak Rangga panggilkan suster dulu ya"
suster pun datang dan memeriksa pasien,
"Pasien sudah sadar jangan biarkan bergerak dulu ya atau bangun, saya permisi".
"Kamu makan dulu ya, pasti kamu lapar"
Evita pun mengambil jatah makan pasien serta menyuapi Andini
setelah selesai makan Andini baru mengingat kejadian tadi pagi didepan sekolahnya. masih dengan meringis kesakitan.
Malam pun sudah semakin larut , Rangga bilang pada Evita mau pulang dulu takut mamahnya cemas, soalnya Rangga bilang akan pulang malam itu.
"kalau begitu mas pulang dulu ya andini, Evita nanti besok pagi sekali mas kesini lagi sebelum berangkat ke kantor".
" Iya mas , hati hati dijalan ya, bawa motornya jangan ngebut karena ini sudah malam".
Rangga hanya tersenyum lalu keluar ruangan pergi dari hadapan Evita.
......................
Keesokan paginya Rangga pun datang pagi sekali dan sudah rapih dari rumah , karna hari itu dia ada meeting dengan para investor.
Sedangkan Evita terbangun dari tidurnya , karena dibangunkan oleh mas Rangga
"Sudah datang mas , rapih benar pagi pagi".
" Iya mas ada meeting pagi ini, bagaimana Andini ?"
"Semalam dia kesakitan lagi mas , aku sampe ga tega lihatnya , tapi kata dokter normal ga apa apa, "
"Hari ini mungkin aku ijin lagi sepertinya , kalau aku kerja Andini tidak ada yang menemani "
Evita pun menitipkan sebentar Andini pada mas Rangga , sementara Evita mau mandi sebentar.
Setelah Evita beres , mas Rangga pun pamit untuk berangkat ke kantor.
" Di bungkusan itu ada air mineral ada makanan dan cemilan , kamu makan ya , jangan sampai sakit".
Sekitar pukul 08.00 selang mas Rangga pergi Ema pun datang mengunjungi Evita dan membawa sarapan untuk Evita.
"Kak Ema pake repot segala bawain aku sarapan , makasih lhoo ya"
"Urusan dengan pak Doni beres, aku sudah melaporkannya pada manager cafe, dan kamu di ijinkan menemani adik kamu disini selama belum pulih.
"Terimakasih ya kak Ema , sudah menolong aku kemarin".
Sementara Andini yang sudah bangun dari tadi , hanya bisa melihat kakaknya berbincang dengan Ema. Tak lama Ema pun pamit untuk berangkat ke cafe.
Evita pun lalu menyuapi adiknya dengan makanan yang diberikan rumah sakit . Belum dikasih makanan berat hanya bubur polos saja, agar pencernaan nya tidak terganggu.
Sekitar pukul 11.00 jam kunjungan pun dibuka , Terlihat beberapa guru dan teman teman Andini datang menjenguk , namun mereka bergantian masuk keruangan. Teman teman Andini pun memberikan semangat agar dia kembali sehat seperti sebelumnya. Hingga mendekati waktu kunjungan selesai guru dan teman Andini pun pamit untuk pulang. semuanya mendoakan semoga proses pemulihannya cepat .
"Apa yang dirasa kan sekarang dini ?" Evita pun bertanya
"Kepalanya masih sakit dan pusing kak, kak sebulan lagi kan mau ulangan ,pasti Andini ketinggalan pelajaran kalau tidak masuk sekolah".
walau dalam sakit pun Andini masih memikirkan sekolahnya karena dia tidak mau mengecewakan kakaknya yang selama ini sudah berjuang untuknya.
"Nanti coba kakak minta catatan pelajaran pada temanmu ya untuk di foto copy, sekarang pikirkan supaya kamu cepat pulih dulu ya, ibu guru kamu pun pasti mengerti , karena hal ini terjadi begitu saja tanpa kita inginkan"
Dan saat ini pun Evita tidak memikirkan bagaimana status nya dicafe, kalau pun dipecat ya sudahlah, semuanya terjadi begitu cepat , siapa pun tidak akan bisa menghindar sesuatu hal yang akan terjadi pada kita hari ini, besok atau pun lusa.
......................
4 Hari sudah, akhirnya Andini pun sudah bisa duduk dan kekamar mandi walau masih harus ditemani evita, alat kateter yang terpasang sudah dilepas oleh suster.
Dokter pun visit untuk memeriksa keadaan Andini dan memeriksa bekas jahitan dikepalanya serta memberinya obat lagi.
Hari itu teman Andini pun datang menjenguk dan memberikan copyan pelajaran selama Andini tidak sekolah. Andini yang cerdas tidak perlu lama untuk memahami pelajaran tersebut hanya membaca saja dia sudah mengerti tentang pelajaran itu.
Dihari ke 7 Andini pun sudah diperbolehkan pulang , sementara jahitan dikepalanya pun sudah terlepas, namun Andini harus kontrol kembali setelah 3 hari.
Evita pun menelfon mas Rangga , dan memberitahukan bahwa Andini sudah boleh pulang hari ini, Rangga pun yang tidak begitu sibuk akan menjemput mereka kerumah sakit.
Evita pun membereskan pakaian dan Andini pun telah berganti pakaian, tak begitu lama menunggu Rangga datang, sebelum keruangan Rawat Rangga pergi keruangan administrasi dahulu untuk mengecek pembayaran , setelah beres Rangga pun menuju ruang rawat Andini. Dan terlihat disana keduanya sedang berbincang menunggu Rangga.
Mereka pun pulang, sesampainya dirumah , Andini langsung menuju kamarnya , karena efek obat mbuat dia mengantuk.
"Alhamdulillah akhirnya sudah pulang kerumah."
ucap Evita.
Beberapa hari sudah terlewati ,dan akhirnya Andini pun kontrol kembali kerumah sakit, dan dokter bilang sudah baik kondisinya dan Andini pun sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
Keesokan harinya Andini masuk sekolah pasca kecelakaan dan dia pun bersungguh sungguh belajar karena diakhir bulan akan ada ulangan. Andini tidak mau melewatkan nya pelajaran yang dia belum mengerti dia tanyakan keguru sesuai dengan pelajarannya.
Sungguh luar biasa semangat Andini ini, tak heran dia sering menjadi juara kelas sejak dari SD.