EVITA

EVITA
Bab 23. Teman baru



Waktu pun berlalu begitu cepat nya akhirnya Andini pun diterima disalah satu universitas negeri Jakarta masuk di fakultas ilmu keguruan. Masa masa orientasi sedang dia lalui sekarang , seperti biasa tradisinya suka aneh aneh saja , harus memakai topi dari potongan bola plastik yang di ikat dengan tali rafia, belum lagi kakak senior yang selalu membuat adik juniornya merasa tertekan dengan perintahnya , ada beberapa yang tidak kuat fisiknya baru dibentak sedikit saja sudah pingsan. itulah ospek di kampus beda dengan di SMP atau SMA .


Intinya ospek bertujuan untuk melatih mental mahasiswa agar tidak mudah menyerah dengan segala macam tekanan yang akan terjadi dikemudian hari.


Tak terkecuali Andini menjadi incaran salah satu seniornya yang bernama Davin.


Davin salah satu mahasiswa semester 7 fakultas ilmu ekonomi, Davin termasuk cowok tampan dikampus banyak mahasiswi yang suka dengan nya namun Davin tidak pernah peduli, Davin mempunyai pacar dikampus itu bernama Rania. Davin sebenarnya tidak suka Rania namun dia sengaja menerimanya karena dia anak salah satu anak dari dosen di kampus tersebut. Sebenarnya Davin hanya memanfaatkan Rania untuk mendapatkan nilai saja.


Rania pun selalu mengikuti kemana Davin pergi. saat Davin mengospek Andini Davin selalu menatap wajahnya Andini dan Davin tidak pernah berlaku kurang ajar pada andini Davin memperlakukan Andini secara wajar saja tidak berlebih, dan karena itulah Rania marah besar pada Andini , dia menganggap Andini menggoda Davin. Karena dilihatnya Davin selalu bertingkah aneh bila didepan Andini.


Saat semuanya sedang istirahat Andini pun mempunyai teman baru yaitu Lili dan Desi keduanya satu fakultas yang sama dengan Andini, mereka pun berkenalan ketika Andini sedang membuka bekalnya dibawah pohon.


"Hai .. boleh kita gabung sama kamu, perkenalkan saya lili dan ini teman yang baru saya kenal Desi".


"Hai juga , kebetulan saya pun belum mempunyai teman disini". jawab Andini pada kedua mahasiswi itu.


Namun tiba tiba Rania menghampiri ketiga sahabat yang baru berkenalan itu. dan langsung melabrak Andini.


"Hey anak baru , kamu tau Davin itu siapa , dia adalah pacar saya , kalau kamu berani macam macam pada Davin kamu akan berurusan dengan saya , mengerti!" ancam Rania pada Andini.


Namun Andini tidak menggubrisnya


"Perempuan yang aneh , tiba tiba marah ga jelas".


"Davin siapa aku saja ga pernah kenal dengan semua senior disini".


" Kamu memang tidak tau Andini, senior yang bernama Davin?" tanya Desi.


"Dia senior yang paling tampan disini, yang wajahnya mirip oppa oppa Korea" sahut lili sambil tersenyum membayangkan wajah Davin.


"Aku tidak merasa mendekati senior dikampus ini , kenal saja tidak", jelas Andini pada kedua temannya itu.


" Sudahlah mending kita lanjutkan makan", ucap andini.


Waktu istirahat pun telah usai lalu mereka kembali ke tempat ospek , lagi dan lagi ketika Andini mendapatkan giliran berhadapan dengan Davin , Davin seakan tak mau berhadapan dengan Andini, kali ini Davin ngeles karena dia ingin ke toilet sehingga tugasnya digantikan teman nya.


......................


Ospek pun hanya berlangsung 3 hari saja , dan kini telah memilih jurusan yang sesuai dengan bidang yang diambil, Andini pun mencari ruangan ruangan sesuai jurusannya, sehingga nanti dia tidak akan kerepotan lagi untuk mencari ruangan.


Hari itu pertama kalinya Andini ikut jam pelajaran tekhnical dan dia pun bertemu dengan lili dan Desi lagi. hari hari Andini tidak membosankan karena ada mereka yang selalu kocak.


Pelajaran pun berlangsung selama 2 jam. Hari itu cuma perkenalan saja. dan sambil menunggu jam pelajaran berikutnya mereka bertiga berteduh di sebuah pohon favorit mereka. yaitu tempat pertama kalinya mereka bertemu .


Hari itu kebetulan Davin tak sengaja lewat dengan Leo temannya , dan dia tertuju dengan satu suara dibawah pohon yang sedang asik bercanda ,dan suara itu tak asing ditelinga dia , Davin pun memastikan bahwa benar itu suara Andini.


Sehingga menimbulkan teka teki apa sebenarnya yang disembunyikannya sehingga Davin sangat begitu peduli dengan Andini.


Davin hanya memperhatikan dari jauh ingin memastikan bahwa Andini dalam keadaan baik baik saja, dan sangat kagetnya Davin Riana sudah ada disampingnya dan marah marah.


" Kamu sedang apa disini, memperhatikan anak baru itu lagi, kamu ada apa sih Vin, aku pacarmu lho . Semenjak ospek kamu sudah jarang ketemu aku. disamperin malah pergi".


dengan nada yang sangat tinggi Davin berbicara.


Setelah ada dirumah Davin begitu terpukulnya dan mengingat lagi kejadian beberapa tahun lalu , dan dia sempat mengingatnya ketika dia menabrak Andini tak sengaja di depan sebuah SMP . Davin pun lari saat itu karena takut diamuk masa. karena Davin tau Andini waktu itu mengalami cidera yang sangat parah, dan sampai sekarang motor yang dikendarai waktu itu tidak pernah dipakai lagi olehnya.


Davin sangat sadar bahwa perbuatannya itu salah dan harus dipertanggung jawabkan namun Davin tidak tau harus mengakuinya atau harus menyimpan sebuah rahasia ini. namun bertahun tahun hidup Davin tidak tenang dia selalu dihantui oleh rasa bersalahnya itu. Davin pun terus merenung , dan dia tidak perduli sedari tadi ponselnya telah berdering terus beberapa kali.


......................


Sedangkan dirumah saat Andini pulang dia melihat kak Evita sedang menggendong Tara diteras rumah.


" Tuuh aunty sudah pulang?".


"Assalamualaikum", salam dari Andini.


"Waalaikumsalam ", sahut Evita.


"Bagaimana kuliahnya senang de.. ".


" Gitu deeh kak hari pertama hanya perkenalan saja, gurunya juga kocak jadi tidak membosankan".


Tara yang sedang aktif nya selalu membuat gemas Andini. dan dirumah itu sangat berbeda ketika hadirnya Tara menghiasi rumah itu.


"Sudah sana kamu bersih bersih dulu baru boleh gendong Tara", perintah Evita.


"Tunggu ya Tara kamu tidak boleh tidur , aunty mau mandi dulu , setelah itu kita main oke".


Tara pun mengantuk setelah diberi ASI oleh Evita Tara pun tertidur dikamar.


"lhoo kok kakak sendirian Tara mana", tanya Andini.


" Tuh dia tidur, kelamaan nunggu kamu nya ".


" Yaahh...".


"Kak dikampus aneh deeh , ada kakak senior yang dari ospek dia selalu menghindar dari Andini padahal kalau didepan teman ospek yang lain dia begitu galak sekali dan beberapa kali bertemu dengan Andini dia selalu diam saja , kenapa ya kira kira kak? ".


"Kok aneh siih ,apa sebelumnya kamu mengenal dia".


Andini pun menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.


"Ya sudahlah kamu tidak usah pedulikan dia, bila nanti sudah waktunya nanti dia pun akan bicara sama kamu".


Tak lama Mas Rangga pun pulang dari kantor.


"Assalamualaikum. Waduh sedang asiknya ibu ibu ini ngerumpi diteras, ngerumpiin apaan siih".


"Waalaikumsalam, iih mau tau ajah, atau mau tau banget " timpal andini menggoda kakak iparnya.