
POV Tentang Lusy flash back.
Lusyana dia adalah anak tunggal terlahir dari keluarga sederhana, ayahnya yang bernama Alan adalah seorang karyawan disebuah kantor dengan gaji sangat pas pasan, namun sang ibu Miranti senang bergaul dengan wanita sosialita, sehingga ibunya sering menuntut lebih dari kemampuan sang ayah.
Kehidupan Lusy berubah drastis setelah ia lulus SMA , karena gaya Miranti yang makin hari makin ingin terlihat mewah dimata teman teman nya sehingga Miranti mempunyai banyak hutang dimana mana, uang gaji setiap bulan Alan yang tak seberapa selalu diambil diam diam oleh Miranti digunakan untuk membayar hutang hutangnya sehingga untuk biaya sehari hari selalu tidak cukup.
Dari sanalah Miranti mulai kebingungan karena selalu dikejar kejar debkolektor , dari sanalah akhirnya Miranti meninggalkan Alan dan Lusy.
Alan dan Lusy pun memulai kehidupan dari nol lagi tanpa Miranti. Alan menginginkan anaknya melanjutkan kuliahnya, namun Lusy tidak mau bila itu akan menjadi beban ayahnya lagi.
Alan diam di menggadaikan rumahnya untuk biaya Lusy masuk kuliah disalah satu universitas di Semarang.
Awalnya Lusy adalah anak remaja yang baik, dia pun menuruti apa yang ayahnya inginkan yaitu kuliah, Lusy menyambi kerja paruh waktu pada salah satu cafe, dengan penghasilan dari cafe lah Lusy bisa membantu membiayai kuliahnya.
Setelah Lusy semester dua Lusy bertemu dengan Rangga karena sosok Lusy yang sangat pekerja keras Rangga menyukainya dan akhirnya mereka pun menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.
Kuliah pun berjalan dengan lancar , sampai akhirnya , kantor tempat bekerja Alan mengalami kebangkrutan dan Alan pun terkena imbas dari kantornya tersebut di PHK tanpa pesangon ,dan rumah yang dia gadaikan tidak bisa tertebus dan akhirnya mereka berdua angkat kaki dari rumah itu, mereka pun tinggal dirumah kontrakan yang sangat kecil, dan saat itu semua tanggung jawab berpindah pada lusy.
Dan Alan yang sakit sakitan juga mengharuskan Lusy harus mempunyai pekerjaan tambahan,dan Lusy pun akhirnya bekerja ditempat karaoke juga pada malam hari, dan lambat laun Lusy pun terpengaruh dengan gaya hidup teman-temannya di tempat karaoke.
Saat itu hubungan Lusy dan Rangga masih baik baik saja ,namun Rangga tidak mengetahui bahwa Lusy bekerja di tempat karaoke yang direkomendasikan temannya.
Dimata Rangga Lusy adalah pacarnya yang sangat setia. Saat itu sakit Alan ayahnya Lusy semakin parah dan saat pulang dari karaoke Lusy menyaksikan ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Keesokan harinya Alan pun dimakamkan.
Lusy menyimpan rapat rapat agar Rangga tidak mengetahui pekerjaan nya selain dicafe.
Ditempat karaoke Lusy ditaksir oleh salah satu pelanggannya yang anak seorang pengusaha yang tajir dia bernama Elang ,dan Lusy pun menjalin hubungan dibelakang Rangga.
Karena dari pria itulah Lusy bisa mendapatkan uang lebih untuk membayar kontrakan dan biaya hidupnya sehari-hari.
Hingga Rangga sering curiga bila di kampus Lusy sering tertidur. akhirnya Rangga pun menyelidiki apa yang dilakukan Lusy setelah ia pulang bekerja dari cafe.
Dan Rangga pun mendapatkan informasi bahwa Lusy bekerja ditempat karaoke dan Rangga memergoki Lusy sedang bersama pria lain saat mengantar pulang kekontrakannya ,dari situlah hati Rangga sangat hancur , dan frustasi karena pacar yang selama ini didepan Rangga yang terlihat sangat baik , ternyata tega berselingkuh dibelakang Rangga demi materi.
Rangga sempat depresi hingga orang tua Rangga menutup akses Lusy untuk bisa bertemu dengan rangga,dan akhirnya orang tua Rangga pun memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan menyembuhkan depresi yang di alami Rangga.
Sejak saat itu Rangga tidak pernah bertemu lagi dengan Lusy dan sudah menguburnya dalam dalam.
......................
Kuliah Lusy pun terkena DO oleh pihak kampus, dan Lusy pun di keluarkan dari cafe.
Dengan uang yang diberikan oleh elang Lusi membiarkan bayi itu tumbuh dirahimnya hingga satu ketika saat Lusy sedang mencari pekerjaan , Lusy tertabrak oleh sebuah mobil , Lusy mengalami luka parah dan dia pun mengalami Amnesia permanen juga bayi yang dikandungnya mengalami keguguran.
Dan Lusy pun ditampung oleh panti sosial disemarang.
Dipanti sosial Lusy diajari banyak keterampilan dan karena Lusy anaknya rajin dan cantik sehingga salah satu donatur dipanti sosial pun merekrut Lusy untuk bekerja di salah satu toko bunga yang ada di Singapura.
Dan saat Rangga melihat Lusy di toko bunga itu , memang benar dia adalah Lusy mantan pacar Rangga, dan yang Rangga temui saat dibandara pun adalah orang yang sama.
......................
Rangga mendengar kabar bahwa dia harus ke Singapur kembali untuk melanjutkan meeting nya tersebut. Dan Rangga pun berencana mengajak Evita untuk pergi bersamanya.
"Sayang Minggu depan hari Senin aku mau kesingapura lagi apakah kamu mau ikut menemaniku, ya setidaknya untuk refreshing lah sebentar, untuk urusan catering kamu kan bisa andalkan pak Rama, mau ya sayang"
Rangga berbicara didepan mamah dan Andini, dan mamah pun setuju untuk mereka pergi kesingapur berdua.
"Iya sana kalian pergi , apa kalian berat dengan meninggalkan Tara, kalian jangan khawatir biarkan mama dan Andini yang mengurusnya di sini, kalian liburanlah sana".
Evita pun bingung dengan mengharuskan jauh dari anaknya beberapa hari, namun dengan perkataan mertuanya Evita pun akhirnya menuruti ajakan Rangga.
Kemudian Rangga pun menelfon sekretaris nya untuk menyiapkan dua tiket , untuk nya dan Evita.
Dan Minggu malam Evita berkemas mempersiapkan keperluan untuk dirinya dan Rangga selama mereka berada disingapur nanti.
Sementara Tara anak yang sangat penurut ketika diberitahu ibu dan ayahnya akan pergi untuk urusan pekerjaan. Anak kecil itu tidak merengek ingin ikut. Malah dia senang dia nanti akan dibelikan oleh-oleh lagi.
Keesokan paginya Rangga dan Evita pun sudah siap untuk berangkat ke bandara, Evita pun berpamitan pada anaknya itu serta memeluk nya untuk pergi beberapa hari.
Kemudian mereka pun berangkat diantar pak Nono.
Begitu sampai dibandara sekertaris nya pun memberikan dua tiket penerbangan ,dan sekertaris nya pun telah memesan hotel yang diinginkan bosnya itu.
Dan akhirnya mereka pun telah sampai di bandara Singapur, Evita sangat asing dengan keadaan disana, merasa belum terbiasa karena Evita baru pertama kalinya pergi keluar negeri selama hidupnya.
Akhirnya Rangga dan Evita bisa berduaan lagi selama empat tahun pernikahannya.