
2 Bulan kemudian
waktu menunjukan pukul 01.30 malam
"Aduh ..aduuh.... mas perut Evita sakit sekali"
Evita membangunkan mas Rangga yang sedang kesakitan.
Mas Rangga pun bangun dan membangunkan Andini,
"Dini... Andini kakakmu mau melahirkan kamu ikut bersama kakak ya kerumah sakit"
Andini pun bangun serta mengeluarkan perlengkapan yang sudah disiapkan sebelumnya
"Apakah kita ga membangunkan mamah juga kak "
" Jangan biarkan mamah istirahat, nanti kita kasih kabar dari rumah sakit saja" sahut Rangga.
Mereka bertiga pun lalu pergi kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit , ternyata Evita telah pembukaan 4, dokter menyarankan agar Evita jalan jalan disekitaran ruangan agar pembukaan cepat naik, Evita pun menuruti perintah dokter sambil meringis kesakitan setengah jam sekali dokter memeriksa dan akhirnya setelah pukul 02.45 pembukaan pun telah sempurna.
Akhirnya proses melahirkan pun akan dilakukan segera,
" Heuukk..heuukk... "
Evita pun mengeden dan mengatur nafas kembali sesuai dengan perintah dan arahan dokter.
" Sekali lagi ya Bu dorong yang kuat kepala sudah terlihat , siap ya Bu tarik nafas dulu Bu", instruksi sang dokter.
"Lalu dengan mengeden yang terakhir dan dengan dorongan yang kuat akhirnya , bayi Evita pun lahir dengan selamat dan sehat pada pukul 03.30.
Setelah bayi di bersihkan , barulah suster keluar memanggil mas rangga
" keluarga dari ibu Evita, "
" Saya suaminya suster" tanya mas rangga.
"Selamat pak anak bapak laki laki, keduanya selamat, silahkan bapak boleh masuk ".
Andini pun senang setelah mendengar tangisan sang ponakan.
Tak lama Evita pun dipindah keruang perawatan , mas Rangga meminta kamar VIP agar lebih nyaman.
Setelah pagi hari mamah Arini menelfon Rangga
" Nggak ,kamu, Evita dan Andini kemana mamah bangun kok kalian tidak ada dikamar".
" Iya mah maaf rangga sengaja tidak membangunkan mamah, Evita kontraksi tadi malam ,sekarang kami dirumah sakit ruang VIP Evita sudah melahirkan cucu mamah laki laki". Jelas Rangga.
"Bila mamah mau kesini ajak mba Mia juga ya mah buat bantu bantu disini".
"Alhamdulillah , cucuku laki laki, iya nak Nanti setelah sarapan mamah kesana".
"Mba Evita ternyata sudah melahirkan , nanti mba Mia ikut saya ya kerumah sakit".
Akhirnya mamah Arini telah sampai di rumah sakit tok.. tok.. tok..
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam ", jawab Andini.
" MasyaAllah ini cucuku , ganteng sekali kamu nak".
" Evita selamat ya kamu sudah menjadi seorang ibu, dan mamah jadi nenek, terimakasih ya sayang sudah memberikan mamah seorang cucu laki laki".
" Nih neng Andini sarapan dulu". Ucap mba Mia sambil membuka box makanan ada roti , dan nasi goreng
Sementara Rangga sedang antri di apotik sedang menebus obat yang diresepkan dokter.
"Ternyata mamah sudah sampai, " sambut rangga.
"Ternyata surprice cucu mamah arini seorang jagoan", hibur Rangga untuk dirinya sendiri.
Semuanya pun sangat berbahagia ,cucu yang dinantikan selama ini akhirnya telah lahir .
" Kata dokter kapan Evita boleh pulang, "
"Mungkin besok mah , makanya seharian ini observasi dulu bila sampai sore tidak terjadi apapun Evita diperbolehkan pulang besok".
" Iya mah, Evita juga dari awal memang berharap untuk normal supaya proses pemulihannya lebih cepat".
Dan ketika sore dokter pun visit memeriksa evita
" Bagaimana dokter kondisi mantu saya?",tanya mamah Arini.
"Alhamdulillah bagus , dan besok boleh pulang, habiskan dulu infusan ini dan setelah habis nanti beritahu suster agar dilepas infusannya dari tangan ibu Evita".
" Baik dokter, " jawab Rangga.
Sementara Andini dan mba Mia mengepak pakaian yang dibawa dan memisahkan yang akan dipakai dengan yang tidak.
" Untung mba Mia dibantu neng Andini jadi kerjaan selalu cepat selesai".
Andini pun mengangguk sambil tersenyum.
Suster pun datang dan melepas selang infusan yang ada di tangan Evita.
" Akhirnya bebas dari selang infusan dan bisa bergerak dengan nyaman." celoteh Evita
mereka pun bermalam semuanya dirumah sakit , karena ada kasur tambahan jadi mamah Arini bisa istirahat dengan nyaman, sementara mba Mia dan Andini di sofa dan mas Rangga siaga menjaga sang jagoan kebanggaannya.
Semalaman Rangga mencari nama buat jagoannya
terlintaslah sebuah nama TARA MAHENDRA
(Tara singkatan dari EviTA RAngga , MAHENDRA artinya seorang yang bijaksana)
Semuanya tertidur dan bayi pun baru tidur subuh sehingga rangga bisa ikut tidur juga.
Semuanya sudah bangun dan bergantian untuk mandi, Rangga pun bangun dan keluar mencari makanan untuk sarapan di kantin rumah sakit.
Sedangkan Evita sedang sarapan mendapatkan menu dari rumah sakit.
Karena nutrisi selama hamil bagus asi Evita pun keluar dengan derasnya, sehingga Evita bisa memberikan Asi pertamanya untuk bayinya.
Rangga pun membawa sarapan untuk semuanya, semuanya pun sarapan, sementara Rangga pergi mandi. Setelah itu dia mengurus administrasi untuk kepulangan Evita.
Pukul 11.00 siang Evita pun bersiap untuk pulang.
Mereka semua pun sudah sampai dirumah, dan mereka pun bisa dengan leluasa menjaga bayinya.
Tangisan bayi yang membuat suasana rumah menjadi sangat berbeda ,suasana pun hangat dan kebersamaan saling menjaga satu sama lain begitu terasa sekali.
karena baru satu hari bayi pun selalu tidur nyenyak dan sangat anteng, menangis bila pipis atau kehausan saja.
ketika diruang tengah mamah dan Rangga sedang berbincang, sementara Evita sedang istrirahat dan bayinya.
"Apakah kalian sudah menyiapkan nama untuk bayi kalian", tanya mamah pada Rangga.
"Sudah mah namanya TARA MAHENDRA
(Tara singkatan dari EviTA RAngga , MAHENDRA artinya seorang yang bijaksana), Bagaimana menurut mamah" tanya Rangga pada mamahnya.
"Apakah Evita setuju", timpal mamahnya.
"Evita setuju ", sahut Rangga.
Mamah pun memanggil Andini, "Andini kan sudah lulus dari sekolah apakah masih setiap hari kesekolah ?".
"Tidak mah hanya tinggal menunggu cap 3 jari sama ijazah keluar, kesekolah hanya bila di perlukan saja, dan Tes untuk masuk kuliah pun masih lama ,jadi Andini bisa dirumah gantian menjaga tara". Jelas Andini.
" Dan rencananya kamu mau masuk kuliah kemana , ?" tanya mamah kembali.
" Andini sudah mengisi formulir ke universitas negeri mah, dibantu oleh sekolah, jadi Andini tinggal menunggu panggilan saja dari pihak univesitasnya".
"Syukurlah, anak baik dan pintar seperti kamu pasti akan dipermudah dan banyak yang membantu".
" Mamah ikut senang dengan kerja keras kamu, terus belajar dan membuahkan hasil yang maksimal".
Mamah Arini pun memeluk Andini seperti anak kandungnya sendiri.
Terdengar suara tangisan Tara , dan mamah pun menuju kamar Evita , ternyata Tara sedang disusui oleh Evita. Tara menyusunya sangat kuat sekali untung saja asi Evita lancar dan banyak jadi Tara tidak sampai kekurangan asi dari mamahnya.
"Cucu oma ternyata sudah bangun dan sekarang sedang ***** ya sayang".
Bahagia terpancar pada mata mamah Arini yang sudah ada yang memangilnya Oma sekarang.