
Akhirnya keadaan rumah pun sepi kembali , dan mereka pun merapihkan gelas dan piring , menyapu dan menggulung tikar dan mengembalikan kursi pada tempatnya semula.
Dan setelah beres mereka bertiga pun akan pergi kerumah mas Rangga. Tentunya mereka akan tinggal disana.
Terdengar suara mobil parkir digarasi mba Mia pun mengintip memastikan bahwa yang datang itu mas Rangga. Ternyata benar dugaan mba Mia, dan art itu pun memberitahu ibu Arini dikamarnya yang sedang membaca buku.
mamah Arini pun keteras dan menyambut mereka.
Mamah Arini pun begitu antusiasnya menyambut kedatangan anak dan menantunya.
"Waah pengantin baru kita baru datang ternyata?"
Semuanya cium tangan pada mamah Arini.
"Bagaimana Evita semua keluargamu sudah pulang ?".
"Sudah mah" jawab Evita.
Mamah Arini sudah menyiapkan kamar untuk mereka dan Andini. Andini pun langsung menuju kamarnya dan membawa semua perlengkapannya sendiri. Dan kebetulan waktunya makan siang mamah Arini langsung menyuruh mereka pergi ke meja makan karena tadi menyuruh mba Mia menyiapkannya.
Mereka semua menyantap makanan yang ada di meja makan dengan penuh rasa syukur. selesai makan siang mamah Arini pun masuk kamar untuk istirahat.
sorenya mereka pun bersantai diruang keluarga
Selang beberapa lama ketika semuanya sedang berada di ruang keluarga , ada seseorang yang mengetuk pintu rumah.
"Assalamualaikum, permisi.."
Seorang wanita muda berperawakan sedang berkulit putih , dengan rambut hitam sebahu, menenteng sebuah tas, dan membawa koper ,mengenakan celana jeans panjang dan atasan tank top.
wanita muda itu berada lama di teras rumah .
Lalu mba Mia keluar , mba Mia pun tidak mengenal wanita muda itu.
"waalaikumsalam , maaf mencari siapa ya ?" mba Mia bertanya pada wanita muda itu
"Apakah benar disini rumah Tante Arini "
mba Mia pun membenarkan pertanyaan wanita muda itu, lalu ia pun masuk kedalam dan memanggil ibu Arini.
" Bu didepan ada yang mencari ibu, saya tidak mengenalnya , dia juga bawa koper" dengan polosnya mba Mia berkata
"Siapa siih..?, coba kita lihat"
ibu Arini pun kedepan menghampiri wanita muda itu, setelah menuju teras , wanita muda itu sedang melihat lihat koleksi anggrek
"Maaf anda mencari saya ?"
Wanita muda itu menoleh dan tersenyum pada ibu Arini
" Tante Arini, iiihh masa Tante lupa sama aku?"
Ibu Arini pun sedang mengingat siapkah wanita muda yang ada dihadapannya itu.
"Aku Maharani Tante, anak mamah Sarah" ucap wanita muda itu
"Ooh iya Tante baru ingat , terakhir kita ketemu kamu masih SMP ya"
"Sekarang aku sudah lulus kuliah dong Tante ".
"Makanya aku kesini aku mau cari kerja dijakarta ini".
Maharani adalah anak dari teman ibu Arini sewaktu dia tinggal di Semarang dulu, Maharani dulu ketika jaman SMP sempat menyukai Rangga namun Rangga tidak pernah peduli padanya.
Tak lama kemudian Rangga pun keluar dari dalam rumah , dan Maharani langsung mendekati rangga , dan ketika Maharani masih disamping Rangga Evita pun keluar dan ibu Arini pun memperkenalkan Evita pada Maharani.
"Kenalkan Maharani ini menantu tante istrinya Rangga , baru kemarin mereka menikah."
Sontak Maharani pun kaget dan menjauh dari Rangga , seakan tidak suka dan tidak percaya Rangga sudah menikah. Padahal dia kejakarta tujuannya utamanya mendekati rangga kembali agar Rangga mau menikah dengan dia.
Setelah tau Rangga sudah menikah Maharani pun begitu sangat kesal , entah apa yang ada dipikiran Maharani saat itu.
"Tante dengan kedatangan Maharani kejakarta ini untuk mencari pekerjaan , untuk sementara boleh ga Maharani tinggal disini dulu untuk sementara, sebelum Maharani mendapatkan penghasilan untuk kost sendiri."
Ibu Arini pun tak tega setelah mendengar perkataan Maharani , Arini pun tak bisa menolaknya karena Maharani adalah anak dari sahabatnya sendiri. Namun Arini pun tahu betul sifat dan watak Maharani yang sedari dulu menyukai Rangga.
Arini sempat berpikir apakah nanti tidak akan menimbulkan masalah bila dia tinggal disini.
Begitu pun Evita dan Rangga tidak berpikir apapun dengan kedatangan nya itu.
"Maharani mau tinggal disini , boleh masih ada satu kamar tamu yang kosong tapi janji ya kalau sudah dapat kerja kost sendiri. Dan satu lagi Tante berpesan cara berpakaiannya harus yang sopan ya jangan seperti ini "
" Iya Tante ".
Basa basi Maharani untuk meyakinkan sang tuan rumah.
Maharani pun diantar mba Mia ke kamar tamu , dan dia pun bersih bersih serta berganti pakaian.
Ketika Evita ,andini dan mba Mia sedang memasak menyiapkan untuk makan malam, Maharani pun mendekati Rangga yang sedang berada di meja kerjanya dekat ruang keluarga.
"Sedang sibuk rupanya ya mas, Tante Arini mana mas, "
" Mmmhhh.....mamah ada dikamarnya"
jawab Rangga dengan tetap fokus pada pekerjaannya.
"Mas di kantor mas ada lowongan pekerjaan ga?, aku bingung mau melamar kerja dimana"
"Memangnya Surat lamaran kamu sudah siap , mana sini coba aku lihat CV mu, siapa tau ada lowongan di kantor"
Maharani pun mengambil CV nya dikamar, lalu memberikannya pada rangga.
Setelah melihat dan membaca CV Maharani , dia menyuruh Maharani besok coba datang kebagian personalia dikantornya.
Maharani pun senang dan dia besok akan datang ke kantornya Rangga.
Masakan pun telah siap dimeja makan, mba Mia mengetuk pintu kamar ibu Arini , serta memberitahunya bahwa makanan sudah siap.
Mamah Arini pun duduk di kursi makan sebelah kiri Rangga sedangkan Evita diduduk disebelah kanan suaminya, sebelum Evita duduk ternyata Maharani sudah menduduki tempat duduknya Evita pun geram dibuatnya
" Maaf Maharani bukannya tamu sebaiknya duduk di sebelah tuan rumah ya.."
Arini pun menyuruh Maharani duduk disampingnya.
Maharani yang dengan senangnya mulai kesal dibuatnya.
Lalu Evita pun duduk di kursinya sebelahnya adalah andini, Evita pun melayani suaminya dan mamah mertuanya. Acara makan pun berjalan seperti biasanya namun yang sedari tadi Maharani hanya mengaduk ngaduk saja makanan yang ada dipiringnya.
"Maharani kok makanannya tidak dimakan apakah menu kami tidak sesuai dengan lidah kamu ya?". Arini pun menegur Maharani
"Ooh enggak kok Tante, makanannya enak kok, niih Maharani makan".
Maharani pun kesal yang sedari tadi memperhatikan Rangga dan Evita yang terlihat mesra dihadapan semua orang.
Acara makan malam pun telah selesai, sementara Andini membantu mba Mia merapihkan meja makan, dan Andini pun masuk kekamar untuk belajar.
"Mah Andini kekamar duluan ya, masih ada tugas yang belum selesai"
Arini hanya mengangguk sambil tersenyum.
Sedangkan Evita dan Rangga bersantai di teras rumah ,sementara mamah Arini yang sedang menonton televisi ditemani mba Mia sambil memijat kaki Arini.
Maharani pun tetap saja iri dengan kemesraan Rangga dan Evita, sewajarnya pengantin baru yang sedang dimabuk asmara.