
Polisi yang datang dengan berpakaian biasa , mendatangi salah satu kostan di pinggiran daerah Jakarta, yang di duga disana tempat Maharani tinggal setelah mengundurkan diri dari kantor Rangga , Polisi mendapatkan informasi dari pengakuan pelaku yang di suruh oleh maharani.
Saat itu tersangka menyuruh pelaku tidak jauh dari daerah tempatnya kost.
Polisi pun meminta ijin pada RT setempat dan menanyakan perihal tersangka yang tinggal disalah satu kamar dikostan tersebut.
Polisi pun langsung menangkap Maharani yang ketika itu kebetulan sedang berada dalam kamar kostnya, dengan surat penangkapan, dan diboyong dengan mobil polisi.
tok..tok..tok..
"Benarkah saudara bernama Maharani?"
"Iya saya , ada apa pak" Maharani dengan kagetnya
" Ini surat penangkapan saudara, karena saudara telah menyuruh orang untuk membakar rumah catering milik ibu Arini. Sekarang saudara harus ikut kami ke kantor"
Maharani pun mengelak dengan pembelaan bukan dia pelakunya. Maharani tidak bisa berbuat apapun apalagi untuk kabur, diluar kamarnya sudah sangat ramai.
"Silahkan saudara jelaskan nanti di kantor saja" polisi pun langsung membawa Maharani.
Dia pun menutupi kepalanya dengan Hoodie jaketnya, perasaan malu dan takut campur aduk dihatinya.
Dan semua penghuni kostan semua berhamburan keluar kamar dan penduduk disekitar pun sungguh tidak menduga ada seorang penjahat ditempat mereka tinggal.
Merekapun menyaksikan Maharani dibawa oleh para polisi itu.
Menurut pengakuan pak RT setempat , sejak dia kost disini sekitar satu setengah bulan , dia anaknya baik,ramah namun tidak pernah bersosialisasi dengan yang lain, boleh dikatakan anaknya sangat tertutup, dia ke rumah pak RT hanya untuk memberikan fotocopy identitasnya saja.
Kenakalan Maharani sudah bukan kenakalan anak remaja pada umumnya namun itu sudah termasuk tindakan kriminal.
Setelah sampai di kantor polisi , Maharani pun dimintai untuk menjawab beberapa pertanyaan,dan dia pun mengaku telah menyuruh dan membayar orang untuk melakukan pembakaran dirumah catering ibu Arini dengan alasan sakit hati dan dendam.
Setelah selesai di cecar dengan pertanyaan Maharani pun berganti pakaian dengan pakaian tahanan dan dimasukan ke dalam sel.
Maharani pun tidak menyangka dia akan berada dipenjara, dan tak terpikir kejahatannya akan terendus oleh polisi, dan dilaporkan oleh rangga.
Saat ini bila dia menyesal atas kelakuannya pun itu mungkin sudah terlambat, karena Rangga telah membawa kasus ini ke jalur hukum.
Maharani takut diamuk oleh orangtuanya bila mereka mengetahui kejadian ini.
......................
Dirumah Andini mamah Arini dan Tara telah bersiap untuk ke rumah sakit, mereka akan memberikan surprise pada Evita, dengan diam-diam datang menjenguknya.
Rangga yang pagi itu telah selesai menemani Evita sarapan dia pun melanjutkan untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
Tak lama terdengar ketukan pintu, lalu Rangga pun membukanya , dan alangkah terkejutnya mamah ,Andini dan Tara sudah ada di depan pintu kamar.
" Surprise..." ucap mereka
"Kalian kesini " Rangga terheran dan terkejutnya
Evita yang menyaksikan mereka begitu sangat senang dan bahagia, senyumnya melekat di bibir dengan tak hentinya.
Tara pun langsung berlari menghampiri ibunya dan memeluknya.
"Kok mamah ga mengabari Rangga kalau mau kesini, kan nanti bisa Rangga jemput dibawah"
" Namanya juga kangen ngapain kasih tau kamu ,nanti pasti jawabannya ga boleh ,ya dini", jelas mamah.
"Tuh anak kamu yang sudah sangat kangen sama ibunya, mana bisa mamah menolak ajakan cucu"
Menjelang siang Tara yang kecapean setelah bermain dengan ibunya pun mengantuk dan tertidur di sofa.
Dokter pun visit untuk memeriksa Evita.
"Perkembangan ibu Evita semuanya sudah bagus dan stabil ,hari ini ibu Evita sudah diperbolehkan pulang. dengan catatan jangan melakukan aktivitas dulu sebelum waktunya kontrol"
"Baik dokter , terimakasih"
Senangnya bisa pulang , dan seperti kebetulan saja , semuanya berada dirumah sakit untuk menjemput pulang.
Semuanya sangat menyayangi Evita dan Andini, walaupun bukan anak kandung.
Teringat sebuah kutipan
"Sebuah keluarga tercipta bukan karena ikatan darah saja ,namun tercipta karena ikatan kasih sayang yang tulus."
Lalu Rangga mengurus kepulangan Evita ,dia segera menuju kasir untuk melunasi pembayaran, dan keapotik untuk mengambil obat untuk dibawa pulang.
Sementara Andini pun mulai merapihkan koper pakaian Evita dan Rangga.
Setelah semuanya siap, suster pun datang untuk melepaskan selang infus yang masih menancap di tangan Evita.
......................
Setelah mengantarkan pulang dari rumah sakit Rangga pun diminta ke kantor polisi lagi terkait tersangka sudah ditemukan.
"Selamat sore pak, saya ingin bertemu tersangka yang bapak sudah tangkap itu" Rangga pun sudah tak sabar ingin bertemu Maharani.
"Sebentar pak nanti akan kami bawa tersangka tersebut , namun saya ingatkan bapak nanti harus menjaga emosi bapak ya,"
Petugas pun menuju sel Maharani ,dan menyuruh Maharani keluar sebelum itu Maharani diborgol dulu kedua tangannya.
Tak lama petugas lain membawa Maharani yang masih keadaan diborgol menuju salah satu ruangan yang tempo hari dia diintrogasi.
Maharani pun telah berada di belakang Rangga, dan setelah Rangga berdiri dan membalikan badannya, Maharani langsung menangis dan bertekuk lutut meminta ampun pada Rangga.
"Kak Rangga maafkan Maharani , bawa Maharani keluar dari sini kak, Maharani mohon kak , aku ga mau ada disini, kalau sampai mamah papa tau ,mereka pasti ajan marah sekali padaku" sambil menangis sejadi jadinya.
Rangga yang saat itu melihat Maharani berada dihadapannya, sangat marah sekali namun dia berhasil mengendalikan emosinya dan tidak berbicara apapun.
Karena Rangga selalu tidak tega terhadap wanita, namun kali ini ia tidak mau memaafkan Maharani begitu saja, karena Maharani sempat akan menggugurkan kandungan Evita.
Maharani masih menangis dan tersungkur dilantai,dan Rangga hanya memperingatkannya dengan berbicara sekali
"Kamu harus membayar apa yang telah kamu lakukan pada keluarga saya, saya tidak akan melepaskan kamu kali ini, sekarang nikmatilah kamu mendekam didalam sana, itu kan yang kamu mau".
Dengan amarahnya yang berhasil ditahannya Rangga dengan murkanya puas dengan melihat Maharani telah mengenakan baju tahanan itu.
Kemudian Maharani pun di bawa kembali kedalam sel dengan masih keadaan menangis.
Kemudian Rangga dimintai menjadi saksi dan nanti beberapa orang dirumahnya mamah Arini, Evita,Andini dan mba Mia akan juga dimintai keterangan mengenai mereka yang mengenal Maharani dulu ketika sempat tinggal dirumah.
Dan dihatinya Rangga tak ada ampun sama sekali untuk Maharani ,kasusnya akan rangga teruskan ke persidangan.
Rangga pun menyerahkan proses selanjutnya pada polisi ,untuk menanganinya.
Rangga pun tidak ingin berlama-lama di sana dan dia memutuskan langsung pergi setelah dimintai keterangan lagi oleh pihak kepolisian.
Rangga saat itu harus menenangkan diri dulu sebelum pulang dan ia putuskan untuk pergi melihat pekerjaan renovasi catering milik mamahnya.