EVITA

EVITA
Bab 72. Lupa waktu



Akhirnya hari ini Rangga mengantarkan mamah Arini ke Semarang karena mamah Arini sudah bulat tekad ingin menetap disana.


Namun Evita tidak ikut mengantarkan karena Tara sedang kurang sehat.


Berangkatlah Rangga dan mamah , sengaja mengambil penerbangan pagi karena Rangga ingin pulang pergi dan tidak menginap.


kurang lebih siang hari mamah dan mas Rangga pun sudah sampai di Semarang.


Tak lupa Rangga pun mengirimkan Foto-foto mamah dengan teman-temannya disana.


Entah mengapa Evita malah fokus dengan foto seorang wanita yang berada disamping Rangga.


Wanita itu berpose sexy dengan merangkul Rangga, Evita agak sedikit cemburu ,namun saat itu agak mengabaikannya karena sibuk dengan mengurus Tara yang agak rewel.


Tara pun sudah tidur dan Evita pun kembali mengecek ponselnya ,tak ada pesan chat dari Rangga.


Karena seharusnya Rangga saat ini sudah berada di pesawat menuju pulang ke Jakarta.


Benda kotak pipih itu pun ditempelkannya di samping telinganya, Evita coba menghubungi rangga namun ponselnya tidak diangkat.


Dan kemudian Evita menelfon kembali malah tidak bisa seperti mati ponselnya.


Evita pun tidak berpikir apapun mungkin karena lupa mencharger jadi lowbat.


Dan Evita pun berpikir bahwa dia akan menelfon kembali sesudah Maghrib.


......................


Setibanya di Bandara Semarang Rangga pun langsung memesan taxi online untuk mengantarnya ke tempat yayasan mamah Arini.


Dalam mobil pun Arini sudah menelfon temannya mengabarkan bahwa dia sudah sampai disemarang dan sedang berada didalam taxi menuju Yayasan.


Hanya butuh waktu 50menit saja Rangga dan Arini pun sudah tiba di yayasan.


Dan mereka pun disambut beberapa orang paruh baya seusia dengan Arini, dan Rangga pun langsung mengambil koper Arini dari bagasi taxi itu.


Arini pun lebih dulu masuk kedalam rumah yayasan tersebut.


Sedangkan Rangga menyusul dan langsung membawa koper dan beberapa oleh-oleh untuk teman Arini


Entah mengapa saat itu Rangga disapa salah seorang wanita muda, yang mengenalinya, tapi Rangga tidak tau siapa wanita muda yang menyapanya itu.


Wanita muda dengan perawakan setinggi Evita namun badan nya agak sedikit langsing , mengenakan dress hitam ketat selutut dengan belahan pinggir sepaha, dan berambut panjang berwarna cokelat.


Sarah.. salah satu teman sekampus Rangga semasa kuliah dulu , namun tampilannya kini telah berubah drastis, semakin sexy dan memesona.


"Ra-ng-ga , benarkah itu kamu, waah.. sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan mu sejak saat itu kamu...ah sudahlah". Sapa wanita muda itu pada Rangga.


Namun wanita muda itu tidak meneruskan perkataannya takut Rangga teringat kembali ke masa lalunya.


"Maaf aku tidak mengingat mu, mungkin kamu bisa mengingatkan lagi siapa kamu?". Ujar Rangga.


"Aku ini Sarah , teman kuliah kamu yang culun itu".


Rangga pun mulai mengingat nya, dan Rangga pun terkesima dengan perubahan Sarah yang begitu berbeda semasa waktu kuliah dulu.


"A-a-ku ingat sekarang Sarah yang selalu pake kacamata itu kan , wah berubah kamu sekarang ya, makin cantik". Dengan sedikit menyanjung wanita itu.


Saat itu Arini tengah sibuk berfoto bersama teman-temannya, dan Arini pun memanggil Rangga untuk ikut serta dalam berfoto bersama.


"Rangga , Sarah ayo sini kita foto dulu" ujar mami yuni salah satu teman Arini yang tidak bukan adalah mamahnya Sarah.


Mereka pun berfoto bersama dan Sarah Tak sengaja berdekatan dengan Rangga dan sedikit merangkul Rangga sambil berpose sedikit agak mesra. Dan satu foto memakai ponsel Rangga.


Tanpa dilihatnya kembali Rangga langsung mengirimkannya pada Evita. Dan setelah itu tanpa disadari ponsel Rangga pun lowbat dan berada disaku celananya.


Rangga pun ditarik oleh Sarah ke halaman belakang dan hanya mereka berdua disana, sedangkan Arini dan teman-teman nya berada di aula karena sekaligus merayakan reuni kecil-kecilan.


Rangga asyik ngobrol dengan Sarah di halaman belakang yang rindang dengan pepohonan, sehingga asik sekali untuk bersantai.


Namun Rangga serasa tidak tenang selalu melihat kearah jam tangan nya.


"Ga.. kamu menginap kan disini?, sudah sore juga lho, pulang ke Jakarta nya besok pagi saja, sudah lama lho kita ga ketemu apa kamu ga kangen gitu sama aku?".


"Sepertinya aku harus pulang sekarang, mungkin next time kita bertemu lagi" ucap Rangga dengan gelisah.


"Kalo kamu pulang ga seru dong, aku ga ada teman disini, padahal aku sengaja kesini karena tau kamu akan datang" dengan sedikit merayu Rangga agar tidak pulang.


Sarah pun agak sedikit berani, dia tidak perduli bahwa Rangga sekarang sudah mempunyai istri dan anak.


Sarah pun telah berhasil mengalihkan Rangga pada jadwal pulangnya. Sarah pun dengan mudahnya merayu Rangga untuk tetap berada di rumah itu.


"Kamu apakah sudah berkeluarga Sarah?" tanya Rangga.


"Aku sudah sempat menikah dengan seorang pengusaha dan pernikahanku tidak berjalan mulus karena suamiku kasar padaku, jadi kami memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kami setelah setahun berumah tangga".


"Aku tidak suka pada pria kasar , mungkin pria seperti kamu yang cocok untuk mengisi kesendirian ku ini".


"Maaf aku sudah menikah Sarah, dan aku sudah dikaruniai seorang putra". ujar Rangga menjelaskan.


Namun niat Sarah yang sudah lama sekali ingin memiliki Rangga yang belum pernah terlaksana, karena dulu Sarah sempat di tolak cintanya, ketika Rangga belum berpacaran dengan Lusy.


Maka dari itu Sarah begitu tahu cerita Rangga sewaktu kuliah.


Dan Sarah yang berpikir untuk merebut Rangga dari istrinya itu akan ia lakukan sekarang, untuk menebus sakit hatinya dulu.


Sarah pun mengulur waktu agar Rangga terlambat ke Bandara, ia mengetahui nya dari Arini ketika arini tiba dan Sarah sempat bertanya apakah Rangga menginap juga, Arini menjawab Rangga langsung pulang penerbangan nya pukul 15.30.


Rangga pun tersadar langsung melihat kearah pergelangan tangannya ternyata waktunya sudah lewat setengah jam ,Rangga pun gelisah dan melihat ponselnya pun mati.


"Sudah kubilang menginap saja disini, apa salah nya sih", ucap Sarah.


Arini pun aneh yang melihat Rangga masih berada disana , dan Arini pun bertanya pada Rangga,


"Nak , apakah kamu tidak jadi pulang , penerbangan mu sudah lewat setengah jam itu?" ujar Arini.


"Iya mah sudah lewat waktunya, mungkin Rangga akan bermalam disini" , jawabnya sambil sedikit menyesal.


Dalam hati Sarah seperti penuh dengan kembang api yang menyala, namun ekspresi nya tetap datar seakan tidak memperlihatkan bahwa dirinya senang bahwa Rangga tidak jadi pulang dan sudah bisa membuat Rangga tetap berada disana.


Sarah pun tidak akan melewatkan kesempatan ini.


Adzan Maghrib pun sudah berkumandang dan Rangga sendiri yang akan memimpin menjadi imam saat solat berjamaah.


Setelah solat Maghrib Arini dan teman-temannya pun kembali ke kamarnya masing-masing.


Setelah solat selesai Rangga pun menuju halaman depan rumah yang tidak kalah indah ketika di malam hari.


Anginnya yang begitu sejuk dan menambah suasana romantis dihiasi oleh hiasan alam dari langit yang bertabur begitu indahnya malam itu.


Entah mengapa saat itu Rangga begitu nyaman berada dekat dengan Sarah. Karena sebelumnya Rangga tidak terlalu suka dengan wanita yang agresif.


Mungkin pepatah ini cocok untuk Rangga saat ini adalah dengan kata lain 'Puber ke dua'.


Karena Rangga sebelumnya bukan tipe pria yang gampang akrab dengan wanita.


Rangga pun mencari ponselnya yang di charge di meja pojok dari tadi sore.


Ternyata ponsel Rangga dipindahkan oleh Sarah di meja kamarnya. Sarah hanya tersenyum melihat Rangga celingukan sedang mencarinya ponselnya kesana kemari


Entah rencana apa yang ada di kepala Sarah saat ini ?