
Sekarang usia kandungan Evita sudah menginjak 7 bulan lebih dan mas Rangga, Evita, Andini serta mamah Arini pun pergi untuk mencari perlengkapan buat calon bayi mereka.
Evita pun sekarang sangat terlihat gemuk, dari sebelum menikah sampai sekarang sudah hampir 15 kilo kenaikan berat badannya.
Mereka tidak main main dan tidak menyicil karena Evita sebelumnya sudah menulis list perlengkapan yang akan dibelinya. Tak tanggung mereka pun membawa 2 mobil ,satu mobil untuk mengangkut perlengkapan yang sudah terbeli hingga hampir padat isinya. Sementara dimobil satunya lagi untuk mereka dan beberapa kantong belanjaan baju baju bayi. Dari pagi mereka pergi hingga pulang malam .
Evita pun menuju kamarnya langsung mengganti pakaiannya dengan daster, lalu rabahan dikasur dan menyuruh adiknya memijat kakinya yang kelelahan seharian jalan-jalan.
Mba Mia sangat kaget sekali dengan barang barang yang mereka beli , karna menghabiskan satu ruangan sendiri untuk menyimpannya.
" Waduuh ini belanjaannya banyak sekali Bu"
Rencana besok mereka akan pergi USG 4 dimensi untuk mengetahui jenis kelamin , namun begitu perlengkapan bayi yang mereka beli adalah warna netral semua sehingga mau cewek atau cowok calon bayinya mereka tidak akan risau. Doa mamah arini mau cowok atau cewek yang penting ibu dan bayinya sehat.
Semakin besar perut Evita sehingga mulai tidak nyaman untuk tidur, dan selalu merasa gerah.
Mereka pun telah ada di Dokter kandungan dan kali ini banyak juga pasiennya , dan Evita pun sedang menunggu panggilan.
Setelah pasien yang ke 5 Selanjutnya nama Evita pun dipanggil , dan Dokter pun sedang memeriksa buku kontrol Evita , setelah itu dilakukan USG , senangnya Rangga akhirnya dia bisa melihat langsung wajah calon bayinya, namun bayinya tetap tidak mau menampakan jenis kelamin nya dokter pun sudah ,5 kali memutar mutar alat USG namun hasil nya nihil .
" Mungkin dia ingin membuat kejutan untuk mamah papahnya" Dokter menjelaskan sambil bercanda
" Untuk saat ini semuanya normal ,air ketuban cukup, detak jantung bayi normal, namun sepertinya ibu nya harus banyak bergerak biar kaki tidak bengkak bengkak ya Bu, kurangi garam juga ya Bu ", nasehat dokter.
kemudian dokter pun hanya memberi obat penambah darah dan vitamin.
Setelah itu seperti biasa Evita mengajak jalan jalan dulu
" Mas kita ke mall yang kemarin dulu yuuk ada yg pengen Evita beli disana".
" Mau beli apa siih kamu,"
" Kemarin itu Evita melihat ada yang jual es krim gelato, Evita kemarin ga berani malu karena ada mamah"
"Tapi awas ya kamu jangan laper mata lagi , nanti ujung ujungnya mas yang harus habiskan makanan kamu lagi"
" Tenang... nanti kita cari yang ukuran kecil saja "
Mas Rangga yang selalu menuruti kemauan sang istri pun mengiyakan permintaan nya.
Akhirnya mereka pun sampai di mall dan menuju stand es krim yang dimaksud Evita
"Mau yang rasa strawbery dan mangga ya , yang ukuran kecil saja" pinta Evita pada SPG stand es krim tersebut.
Mas Rangga hanya melihat Evita menikmati es krim tersebut , satu eskrim habis selanjutnya dia mengambil eskrim yang kedua , dan habis pula ,
" Alhamdulillah akhirnya habis juga, nah gitu dong jd mas ga repot untuk bantu menghabiskannya" sindir mas Rangga pada Evita.
Setelah sampai dirumah Evita merasakan mual sekali lalu dia buru buru ke kamar mandi , alhasil es krim yang tadi masuk kedalam perut akhirnya terbuang sudah oleh muntahan evita.
"Kamu kasih makan apa istrimu ngga, kasihan dia muntah begitu" tanya mamah
"Hanya makan es krim gelato saja 2 Cup" jawab Rangga
" Mba bikinkan teh hangat buat Evita"
" iya Bu" sahut mba Mia dari dapur
" Bagaimana non sudah enakan sekarang"
" Mendingan mba, lemes banget sekarang" jelas Evita pada mba Mia
Diruang tengah Andini pun menghampiri mamah Arini,
"Mah Arini besok ujian akhir , doakan Andini agar diberikan kelancaran dalam menjawab soal soalnya ya "
"Pasti dong sayang , yang giat belajarnya agar kamu jadi juara kelas lagi ".
"Aamiin yarabbal 'alamin" jawab Andini.
Mamah Arini pun begitu sayangnya pada Andini juga , karena mamah Arini hanya mempunyai anak tunggal yaitu Rangga seorang.
......................
Ujian akhir Andini pun sudah selesai dia Minggu lalu dan hari ini pengumuman kelulusan dan pengumuman akan dipampang di Mading.
Semua siswa siswi pun merapat menuju Mading dan mereka mencari nama mereka , bila nama mereka ada didaftar maka dinyatakan lulus.
Dengan bergantian Meraka pun mencari masing masing nama mereka , Andini pun sangat senang sekali nama dia ada tertulis disalah satu kertas pengumuman tersebut.
Dengan membawa kabar gembiranya, Andini pulang dengan perasaan bangga pada dirinya sendiri.
Namun tak disangka tak diduga ketika di jalan setelah turun dari angkot Andini terserempet mobil yang sedang melaju dijalan, Andini pun ditolong boleh warga sekitar. lalu yang menyerempet adini yang mengantarkan kerumah.
"Bu... Bu..., non Andini"
mba Mia teriak dari luar ketika melihat Andini di bopong oleh seorang bapak dan ibu
"Ada apa mba., " sahut Bu arini dari dalam menuju keluar rumah.
" Lhoo kenapa Andini, apa yang terjadi"
"Adik ini terserempet mobil kami Bu , karna tadi kami menghindari kucing , kami pasti bertanggung jawab kok Bu , jd kami mohon jangan diperpanjang ya urusannya.,Kita selesaikan secara kekeluargaan saja"
" Tidak apa apa kok ,iBu bapak, paling cuma terkilir saja kaki Andini, terimakasih ya sudah mau mengantarkan Andini sampai rumah " jawab andini
"Iya sudah ga apa apa bila Andini merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kami tidak akan membawa hal ini kejalur hukum kok , bapak ibu tenang saja , kami juga mengucapkan terima kasih ibu dan bapak tidak lari dari masalah, karena dulu Andini pernah menjadi korban tabrak lari ", jelas Bu Arini.
" Syukurlah Bu , kalau begitu kami pamit dulu , masih ada keperluan yang lain, sekali lagi kami minta maaf pada adik dan ibu" jawab bapak dan ibu itu.
Lalu mba Mia pun mencarikan tukang urut dekat rumah , dan Andini pun diurut kakinya karena hanya terkilir saja. Setelah selesai di urut Andini pun rebahan dikamarnya.
"Lalu bagaimana hasil ujian kamu " mamah Arini bertanya pada Andini
"Alhamdulilah mah Andini lulus dengan nilai terbaik"
"Alhamdulillah" Andini pun mendapat pelukan dari mamah arini.
Evita dan mas Rangga pun senang sekali mendengar Andini lulus dengan nilai terbaik.
"Cie..ciee.... jadi calon mahasiswa dong nanti " mas Rangga pun menggoda Andini
"Alhamdulillah ya de akhirnya kami lulus juga, dulu Evita tidak yakin akan bisa menyekolahkan Andini sampai lulus SMA, tapi akhirnya semua berkat bantuan mamah Arini yang sudah membiayai Andini, makasih ya mah". Senyum pun tergambar diwajah mereka