EVITA

EVITA
Bab 18. Periksa ke dokter kandungan



Keesokan harinya mas Rangga pun mengantar kedokter kandungan untuk periksa.


Ketika di dalam ruangan dokter Rangga pun melihat bersama USG perut Evita, disana terlihat hanya bulatan kecil sebesar biji kelereng.


Dokter bilang kandungan Evita sudah memasuki 6 minggu , dan disarankan untuk tri semester pertama itu biasanya kandungan begitu sangat sensitif sehingga harus dijaga benar benar asupan nutrisinya,apa yang dikonsumsi dan jangan sampai kelelahan.


Dan disarankan kontrol kembali 2 bulan lagi.


Evita pun hanya di berikan vitamin dan obat penguat kandungan saja.


Dari dokter lalu mereka pun pergi menuju mall untuk membeli beberapa perlengkapan untuk ibu hamil, tapi Evita lebih nyaman dengan daster, bermacam daster dibelinya ada yang atas bawah , ada yang terusan. Tapi selama jalan jalan Evita begitu sangat bahagia bahkan dia tidak mengalami mual sama sekali . Hari itu Rangga sengaja tidak masuk kantor karena ingin menjadi suami siaga ,dan untuk pertama kalinya mengantar Evita periksa kedokter kandungan.


Sampailah dirumah, namun begitu keluar dari mobil Evita mual lagi dan serasa ingin muntah , dia langsung menuju kamar mandi. Melihat Evita muntah seperti itu Rangga begitu panik dan sangat kasihan karena harus bolak balik ke kamar mandi.


mas Rangga begitu perhatiannya , dengan telaten Rangga menemani istrinya memijat kaki Evita sampai dia tertidur pulas .


Barulah Rangga merasa tenang melihat istrinya diam tidak bolak balik kekamar mandi lagi.


Dikantor Maharani berulah kembali dia telah memarahi OB karena salah membuatkan minumannya di pantry pun jadi rusuh dibuatnya.


Pak restu memanggil OB dan Maharani serta harus menjelaskan tentang masalah yang sebenarnya terjadi. Maharani melampiaskan kekesalan dirumah dengan membuat keributan dikantor.


Pak restu tidak bisa berbuat terlalu keras pada Maharani , dia hanya menegur Maharani.


Maharani sebenarnya hanya mencari perhatian dari semua orang, karena dirumah dia iri dengan Evita yang mendapat perhatian lebih dari mas Rangga, apalagi keadaan nya sekarang dia sedang mengandung anak dari mas Rangga.


Sampai Maharani berpikir sesuatu yang akan mencelakai calon bayi Evita. entah apa yang akan dia perbuat.


Ketika diperjalanan pulang Maharani memesan nanas muda. padahal dia sendiri tau bahwa dia alergi dengan buah tersebut. namun orang dirumah tidak mengetahui itu . Kecuali mas Rangga, itu pun bila dia masih mengingatnya.


Setelah dirumah mba Mia pun merasa aneh kenapa dia membuat jus nanas. mba Mia berpikir mungkin untuk dia Maharani sendiri. jus itu Maharani letakan di atas meja makan.


Ketika itu Evita merasakan seperti ingin sesuatu yang segar, dan dilihatnya jus di digelas dan dia pun hampir habis meminumnya.


Maharani memperhatikan diam diam dan setelah Evita meminum jus nanas itu Maharani terlihat gembira, karena niat jahatnya terlaksana sudah dengan lancar.


Awalnya Evita tidak merasakan apa pun,


ketika sehabis mandi Evita merasakan sakit perut yang luar biasa , mas Rangga pun panik semua orang dirumah itu panik , kecuali Maharani yang dari pulang kerja dia dikamar dan tidak keluar.


Dan Evita pun sempat keluar flek darah, Rangga pun langsung membawa Evita dan ditemani Andini pergi kedokter.


Dokter memeriksa Evita , menurut dokter kandungan Evita masih baik baik saja , dan dokter pun sekarang sedang menginfus Evita dan memberikan obat penguat ksndungan, namun jika tadi telat saja dibawa kedokter akan mengakibatkan keguguran. dan dokter pun bertanya


"Apakah ibu Evita meminum jus nanas muda"


karena nanas muda biasa menimbulkan keguguran pada janin, apalagi kandungan Evita masih sangat muda.


Evita pun menggelengkan kepalanya, ketika tadi dirumah dia merasa kehausan dan melihat ada sebuah jus digelas dan sempat meneguk jus yang ada dimeja , Evita tidak tau jus apa itu. tapi sangat segar sekali.


Evita tidak perlu dirawat ,setelah infusan habis Evita diperbolehkan pulang, namun kali ini harus bedrest . harus diam ditempat tidur dan tidak boleh melakukan hal apapun.


Setelah infusan habis, mereka pun langsung membawa Evita pulang.


Setelah Evita dikamar dan ditemani oleh andini. Mas Rangga mengecek sisa jus yang ada di meja dan kebetulan gelas itu belum dibereskan mba Mia. Rangga mencicipi jus tersebut , lalu dia bertanya pada mba Mia siapa yang menaruh jus di meja , dan bertanya itu jus apa, mba Mia pun tidak tahu.


" Tapi mas Rangga, mba sempat melihat mba Maharani setelah pulang kerja dia membawa buah nanas muda, dan dia jus sendiri."


"Apa mungkin jus itu yang diminum non evita"


Rangga pun mulai geram dan dia marah besar pada maharani.


"Maharani keluar kamu dari kamarmu "


Maharani pun keluar dari kamarnya seolah tidak merasa bersalah


"Ada apa mas Rangga , ada yang bisa Maharani bantu, "


" Tolong jelaskan apa maksud kamu dengan membuat jus nanas muda buat Evita,


dia hampir keguguran tadi bila telat saja aku membawanya kedokter."


" Bukan aku lah, dari pulang kerja aku dikamar lhoo mas"


" Aku bukan asal menuduh tapi berdasarkan bukti ada saksinya mba Mia melihat kamu membuat jus nanas, dan ditempat sampah ada bekas kupasan kulit nanas. Dan aku masih ingat bahwa kamu alergi dengan nanas , betul bukan"


Kali ini Maharani tidak bisa mengeles nya,


'Haduuh mati aku ,ketahuan juga akhirnya bodoh sekali kenapa kulit nenasnya tidak aku buang ke tempat sampah diluar'


"Sementara kamu tau kan nanas muda itu bisa. menyebabkan keguguran pada orang yang sedang hamil muda. sungguh keterlaluan kamu"


"Maafkan aku mas , bukannya buah nanas itu baik untuk ibu hamil juga ya, bukan maksud aku seperti itu mas aku tidak tahu bahwa yang kubeli itu nanas muda,"


"Untung saja mamah sedang tidak ada dirumah , kalau dia ada dirumah dia pasti akan sama marahnya dengan ku".Murka Rangga pada Maharani.


Mamah Arini sedang pergi bertemu dengan teman temannya menghadiri acara reunian. mungkin besok baru pulang kerumah.


Evita yang mendengar seperti ada ribut ribut didapur , dan menyuruh Andini mengeceknya.


Mas Rangga pun menuju kamar Evita dan menyuruh Evita beristirahat dan untuk tidak berpikir apapun.


Maharani pun kesal karena rencananya ketahuan oleh mas Rangga, dan Evita yang tidak jadi keguguran ,padahal dia sudah susah payah dan di marahi pula oleh Rangga .


Bagaimana nanti nasib ku bila Tante Arini pulang dan tahu tentang hal ini. Aku pasti diusirnya dari rumah ini , tapi Rangga kan orangnya ga tegaan mana mau dia melihat mamahnya kepikiran dan jantungnya kambuh. Pasti Rangga tidak akan melaporkannya pada Tante arini


Dengan muka temboknya Maharani berlaga seperti tidak ada apa apa , dia seperti biasa ikut sarapan pagi di meja makan dan berangkat kekantor seperti biasanya.