
Sejak dari pukul empat pagi Andini sudah bangun dan tak lupa melakukan sholat subuh dahulu, dan tak lama Makeup Up wedding pun tiba untuk merias sang calon pengantin, semuanya tampak sibuk dengan tanggung jawabnya masing-masing.
"Semoga hari ini diberikan kelancaran acaranya , dan cuaca cerah tidak turun hujan".
Ucap sang paman.
Evita sudah berpakaian tinggal menunggu giliran untuk di makeup sementara mamah Arini sedang dimakeup oleh perias, bibi pun membantu mengurus Tara ,karena Evita dari pagi muntah-muntah lagi, morning sickness nya belum juga selesai.
Rangga dan paman mengecek persiapan yang belum beres.Semuanya akan sibuk sekali hari ini.
Waktu pun telah menunjukan pukul sembilan.
Andini sudah berdandan mengenakan baju kebaya warna putih berpayet rose gold, lengkap dengan hiasan dikepalanya, sangat cantik dan anggun dengan tubuhnya yang tinggi semampai.
Evita pun telah beres didandani perias, mengenakan baju kebaya modern dengan warna kream. Sedangkan Rangga mengenakan batik tangan panjang bercorak berwarna senada dengan Evita.
Semuanya telah bersiap menerima calon pengantin laki-laki diteras rumah , sementara Andini masih berada dalam kamarnya ditemani dengan teman nya.
Terlihat tiga mobil Avanza telah tiba ditempat parkiran yang telah disediakan , pengatur acarapun mengatur kedatangan rombongan dari calon pengantin laki-laki, seraya disambut langsung oleh keluarga dari calon pengantin perempuan.
Semuanya pun telah duduk ditempat duduknya masing-masing. Terlihat semua keluarga kedua belah pihak sudah memenuhi kursi yang tersedia.
Kemudian acara sambutan dari pihak keluarga laki laki disusul penerimaan dari keluarga perempuan sebagai tanda telah diterima kedatangannya.
Tak lama pihak dari KUA setempat pun telah hadir yang akan menikahkan Andini dan Heru,
Acara ijab kabul pun akan segera dilaksanakan dan Andini pun di gandeng oleh temannya menuju meja ijab kabul.
Setelah Pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kemudian dilanjutkan dengan acara ijab Kabul, dan sebagai wali nikah Andini adalah pamannya sendiri yang akan menikahkan Andini dengan Heru.
Dengan satu tarikan nafas akhirnya Heru pun berhasil mengucapkan ijab kabul dengan lancar.
Seraya semuanya mengucapkan 'SAH' disusul dengan 'Alhamdulillah' dari semua orang yang hadir disana.
Dan moment yang ditunggu adalah penyerahan maskawin dan andini pun seraya mencium tangan suaminya mas Heru yang pertama kalinya.
Sesi foto pun tak terlewatkan setelah akad nikah dilangsungkan , dilanjutkan dengan dipersilahkannya para tamu yang hadir dari keluarga laki-laki untuk menyantap hidangan yang sudah disediakan.
Andini dan Heru pun akhirnya telah resmi menjadi sepasang suami istri sah. Dan mereka pun menempati kursi khusus sebagai pengantin. Dan semua orang yang hadir diacara tersebut pun satu persatu mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
Dengan iringan sound musik menambah suasana acara menjadi begitu berkesan ,tamu pun mulai berdatangan.
Dan semuanya terlihat tampak berbahagia dengan senyuman yang tak hentinya tersemat di bibir mereka.
Begitu pula pasangan pengantin yang menyambut tamu tamu mereka dengan penuh suka cita.
Semakin siang acara pun semakin ramai dengan tamu yang bergantian datang dan pulang. Cuaca pun begitu mendukung sekali seperti yang diharapkan , cerah dan tidak terlihat mendung sedikit pun.
Evita terpaksa tidak melanjutkan mengikuti acara sampai selesai karena rasa mual dan muntah ya tak bisa ia tahan.
Evita pun di minta Rangga untuk beristirahat dikamar.
"Bila sudah agak mendingan kamu nanti panggil mas saja bila ingin keluar kamar".
Evita pun tak membantah perintah suaminya itu, dia hanya tiduran didalam kamar.
Sementara acara tetap berlangsung, dan ketika pukul dua belas pas terdengar suara adzan pun sound dimatikan sementara , sedangkan Andini dan herunpun mengisinya dengan makan siang bersama keluarga nya.
Dan ssetengah jam setelah itu tamu pun kembali berdatangan kembali hingga selesai pada sore harinya.
Keluarga heru pun berada di acara dan mengikutinya sampai acara selesai kemudian mereka pun pamit untuk pulang sedangkan Heru tetap berada disana.
Andini yangsekak dari siang tidak melihat kakaknya , dia pun segera mendatangi kamar Evita.
"Kakak tidak apa-apa dini, selamat ya kamu sudah sah menjadi nyonya heru sekarang, kakak sudah beres dengan tugas kakak, sekarang mas heru yang berhak atas diri mu seutuhnya".
Andini pun berkaca kaca ketika Evita berbicara padanya, dan mereka pun saling berpelukan dengan kebahagiaan.
Hari itu tak terlihat Lusy datang , Evita begitu cemas bila Lusy menghadiri acara tersebut.
Mamah Arini pasti syok bila melihat kehadiran Lusy .
Namun hal yang tak diduga akhirnya terjadi, Lusy pun datang pada sore hari ketika para tamu sudah pulang.
"Assalamualaikum". Lusy yang sedang berada di pintu rumah datang dengan membawa sebuah kado.
"Waalaikumsalam, maaf mau bertemu siapa", ucap mba Mia.
"Saya temannya Evita, apakah evitanya ada?".
"ooh temannya non Evita , sebentar saya panggilkan".
Lusy pun dipersilahkan dudu di teras rumah.
Namun tak lama Arini melintas dari dalam dan dengan stoknya melihat Lusy yang berada disana sedang duduk.
Arini pun menghampiri Lusy, dan Lusy pun segera bangun dari duduknya dan tersenyum pada Arini.
Arini seakan tak percaya namun kenapa Lusy tidak menyapanya apakah benar dia amnesia seperti yang Rangga katakan.
Tak lama Evita pun keluar dengan didampingi andini dan dengan bingung dia melihat Arini yang sedang terdiam melihat ke arah lusy.
"Lusy, kamu datang juga", menyapa Lusy.
Sedangkan Arini pun dengan kagetnya mendengar suara Evita dari dalam, Arini pun langsung salah tingkah dan dia pun memutuskan untuk masuk kekamarnya kembali.
Evita pun tidak menghiraukan mamah Arini,dia menyambut Lusy yang sudah diundangnya.
"Maaf ya mba ,aku datangnya kesorean, tadi aku ketiduran". Jelas Lusy.
"Iya tidak apa , terimakasih ya kamu sudah menyempatkan datang diacara pernikahan adik saya". sambil menunjukan Andini pada Lusy.
"ini pengantinnya", memperkenalkan andini pada Lusy.
Andini pun bersalaman dengan Lusy ,dan Lusy pun memberikan sebuah kado pada Andini.
"Maaf hanya kado kecil , mudah-mudahan bisa bermanfaat".
"Terimakasih kak ". Ucap Andini.
Tak lama Rangga pun keluar dan kaget melihat Lusy berada di teras dengan Evita.
"Lusy". Ucap Rangga.
"Mas". Menyapa biasa saja karena dia tidak mengingat siapa Rangga sebenarnya.
Rangga pun gugup dan mengkhawatirkan mamahnya , yang mungkin sudah bertemu dengan Lusy tadi.
Dan Evita pun melihat dengan jelas kegugupan Rangga setelah melihat Lusy ada dirumahnya sekarang.
Lalu Rangga pun menanyakan keberadaan mamahnya pada mba Mia, mba Mia tidak mengetahuinya.
Dan Rangga pun mencari keberadaan mamahnya tidak ada di mana mana, dan Rangga pun menghampiri kamar mamahnya.
Dan dilihatnya mamah Arini sedang duduk termenung di kursi dekat kasur.