EVITA

EVITA
Bab 73. Kepulangan Dari Semarang



Evita pun langsung tersadar bahwa tak ada kabar dari suaminya.


Evita pun terus menghubunginya lagi, namun tetap saja ponsel Rangga belum aktif.


Lalu Evita pun mengirim pesan mamah Arini karena dilihatnya WhatsApp nya sedang on-line.


"Assalamualaikum mah, apakah mas Rangga masih disana bersama mamah, dari siang handphone nya mati dan Evita sudah berusaha menelfon nya , handphone nya masih belum aktif."


Tanya Evita pada sang mertua.


"Waalaikumsalam iya nak, Rangga masih disini dia ketiduran tadi jadi ketinggalan pesawatnya, mungkin dia ambil penerbangan paling awal esok hari, dan disini sinyal kurang bagus untuk menelfon." jawab Arini sedikit membela anaknya.


"Syukurlah karena Evita cemas karena handphone nya sulit dihubungi, mungkin karena sinyal kurang bagus ya disana?" tuturnya.


Evita pun sedikit merasa tenang , Evita takut terjadi sesuatu dengan suaminya. Setelah mendengar penjelasan dari mamah ,Evita pun sudah mulai terlihat tenang dan tidak gelisah lagi.


......................


Rangga yang sedang kebingungan mencari ponselnya , tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan Sarah yang membawa kan ponselnya secara tiba-tiba.


"Kamu mencari ini ngga..?" ujar Sarah sambil memberikan benda pipih persegi panjang itu.


"Kok ada sama kamu, padahal tadi aku charger disini?" ucap Rangga.


"Iya tadi aku pindahkan kekamar aku, karena disini kan banyak orang berlalu lalang, aku takut handphone mu hilang" tutur sarah.


Keadaan disana pun sudah sepi semua nya telah masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


Hanya Rangga dan Sarah berdua, namun Rangga dibuat tak nyaman dengan pakaian yang Sarah kenakan.


Rangga hanya tertunduk saja tak berani menatap kearah Sarah.


Karena pakaiannya sangat tak sopan dikenakan dihadapan Rangga.


Sarah dengan beraninya hanya mengenakan tank top berwarna salem dan celana hitam selutut.


Sarah mulai berani menggoda Rangga, namun Rangga tak meladeninya. Ia hanya mengingat Evita dan Hanya akan setia pada istrinya.


Walau bagaimana pun Rangga adalan pria dewasa yang mungkin akan tergoda bila didepannya adalah wanita seperti Sarah.


Sarah terus mendekati Rangga dan tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini.


Diruang belakang mereka pun hanya berdua.


Awalnya Sarah hanya duduk disamping Rangga, namun tangan Sarah berjalan kearah pundak Rangga dan dengan lembut memijat pundak nya.


Lalu dengan perlahan, Sarah pun berhasil berhadapan dengan Rangga dan kedua mata mereka pun saling bertatapan, karena terbawa suasana akhirnya Rangga pun salah tingkah sehingga salah melirik ,malah menunduk sehingga tak sengaja dihadapkan pada dua buah gunungan yang ada dibalik tank top Sarah. Namun Rangga tidak berani berbuat apapun.


Sarah pun mulai memancing dan berusaha membuat agar Rangga masuk kedalam jebakannya. Sarah pun berusaha mendapati agar Rangga terbuai oleh aksinya yang agresif.


Namun ketika Sarah akan mencium Rangga. Rangga tersadar akan Evita ,Rangga pun langsung menghindar dan menghentikan apa yang akan dilakukan Sarah padanya.


"Maaf Sarah..aku masih mencintai istriku dan aku tidak ingin mengkhianati nya." Rangga pun langsung bangkit dan menjauh pergi ke kamarnya.


Sarah pun dibuat kesal oleh Rangga karena tidak berhasil membuat Rangga terperangkap pada jebakan yang akan dibuat nya.


Sangat susah sekali melumpuhkan hati sang anak tunggal itu.


"Oke, mungkin tidak untuk hari ini, namun lain kali aku akan mendapatkan mu Rangga..!" tuturnya dengan sedikit ambisi.


Sarah pun kembali ke kamarnya dengan perasaan kesalnya.


Rangga sungguh merasa bersalah telah berbuat sesuatu yang mungkin tidak akan termaafkan bila Evita mengetahuinya.


Namun pesona Sarah sungguh sangat menggoda hati Rangga, sehingga Rangga mudah saja bila tergoda kembali oleh Seorang sarah.


"Tidak..aku tidak boleh memikirkan wanita lain selain evita" ucap Rangga.


Dia hanya berbaring namun tidak bisa memejamkan matanya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.30. sudah larut malam Rangga masih belum bisa tidur.


Sedangkan dia mengambil penerbangan pagi pukul tujuh. 'Semoga besok tidak kesiangan.' gumamnya dalam hati.


Pagi hari Rangga dibangunkan oleh sang mamah.


"Ngga..sudah pagi nak. Bukannya penerbanganmu pagi ini ya, ayo lekas mandi ?" ucap Arini.


Dilihatnya sudah ramai kembali dan terlihat Sarah sedang menyiapkan sarapan sambil tersenyum pada Rangga .


Senyuman Sarah pada Rangga, yang membuat Rangga mengingatkan pada saat malam tadi.


Rangga pun tak memperdulikan Sarah. Karena Rangga harus cepat bersiap berangkat ke bandara untuk pulang ke Jakarta.


Selesai sarapan Rangga pun langsung berpamitan pada mamah dan semua orang disana.


Dan tak luput dari Sarah yang memberikan senyuman dan ucapan selamat jalan pada Rangga.


Taxi online pun telah tiba tepat depan yayasan , dan Rangga pun segera bergegas masuk dan taxi pun melaju meninggalkan halaman yayasan.


Akhirnya Rangga pun bisa bernafas lega telah terhindar dari perempuan yang bernama Sarah.


Rangga pun sudah mendapatkan sinyalnya kembali , dan Rangga pun menghubungi Evita namun tak diangkat nya.


Rangga pun hanya mengirimkan sebuah pesan


(Assalamualaikum sayang, mas menuju Bandara dan mungkin dia jam lagi mas sampai bandara Jakarta, maaf semalam handphone mas charge dan disana susah sinyal, jadi mas baru bisa menghubungimu sekarang).


Rangga pun sudah tenang dan dia pun mulai tidak sabar ingin segera sampai Jakarta bertemu dengan istri dan anaknya.


Kejadian semalam telah Rangga lupakan, dan dia tidak ingin bertemu dengan Sarah kembali.


Hampir saja Rangga masuk ke dalam akal bulus Sarah, mungkin bila Rangga tidak sadar diri ,dia sudah terjerumus dengan sebuah penghkianatan pada istrinya.


Mungkin bila ke Semarang dia harus membawa serta Evita dan Tara bersamanya agar tidak diganggu Sarah.


Rangga kira Sarah adalah perempuan baik-baik, ternyata penilaian Rangga salah terhadap Sarah.


Dia tidak lain seseorang yang hanya ingin mengganggu rumah tangganya.


Dua jam sudah akhirnya rangga Sampai di Jakarta.


Rangga pun menuju parkiran dan membawa mobilnya menuju pulang kerumah.


Lega akhirnya ,dan Rangga pun tak lupa memberikan kabar pada mamahnya bahwa Rangga sudah sampai Jakarta.


Setelah itu Rangga pun melajukan mobilnya menuju arah pulang kerumah.Dan keadaan dijalan pun tidak begitu ramai sehingga tidak macet , dan dengan sangat cepat Rangga hampir sampai di rumahnya.


Karena dari Semarang Rangga tidak membawa oleh-oleh apapun, sehingga dia mampir dulu ke sebuah toko kue langganan Evita dan Rangga pun membeli kan kue kesukaan Evita dan Tara.


Namun tak sengaja Rangga bersenggolan dengan seorang wanita ketika ia hendak menuju kasir.


"Ma-af pak " ucap wanita itu meminta maaf.


Ketika Rangga menoleh dan mereka pun bertatapan


"Mas Rangga.." ucap wanita itu.


"Lusy..." sontak Rangga pun mengenali wanita itu.


"Apa kabar mas.." sapa Lusy.


"Baik.." jawab Rangga.


"Maaf saya duluan karena sudah selesai" tutur Rangga.


Rangga pun menuju kasir dan terpaksa harus mengantri beberapa orang lagi karena toko kue hari itu sangat ramai sekali tidak seperti biasanya.


Setelah Rangga membayar, Rangga pun langsung buru-buru ke mobilnya.


Tak menyangka akan bertemu dengan Lusy disana, Rangga pun tak mau bila Evita mengetahui hal ini.