
Evita pun tetap berada dikamar makanan pun diantar ke kamar oleh mba mia. dan mba Mia pun tidak bercerita apapun tentang kejadian kemarin.
Mas Rangga pun terus menjaga Evita ketakutannya akan kejadian kemarin membuat nya sangat protektif , tentang apapun, bila tidak ada acara meeting mas Rangga dirumah menjaga Evita.
Keesokan paginya mamah pun pulang dari acara reunian nya. Bagaimana baik baik saja mba selama saya tidak dirumah , namun ketika mobil Rangga ada di garasi , sempat berpikir kenapa Rangga ada dirumah.
Mamah Arini pun langsung menuju kamar Evita dan melihat menantunya sedang terbaring dikamar, "kamu knp sayang, "
"Evita kemarin keluar flek mah, dan dokter menyarankan Evita untuk bedrest sementara waktu"
" Ya sudah kamu istirahat ya, mamah juga mau mandi dulu terus istirahat, baik baik kamu ya"
Arini pun mencurigai sesuatu ,kenapa Evita sempat keluar flek , padahal dirumah dia tidak pernah melakukan pekerjaan yang berat.
Pasti dirumah ini tidak akan ada yang mau bicara.
Mas Rangga yang pulang dari depan komplek setelah memberi rujak untuk evita , melihat mobil mamah Arini yang sudah pulang.
" Yuhuu rujaknya sudah ready sayang, "
mereka pun makan bersama , namun Evita hanya makan beberapa potong saja sudah tidak mau lagi sehingga yang menghabiskan rujaknya itu adalah Rangga.
" Mas kok kamu yang antusias banget siih makan rujak itu padahal asem banget mangganya., sebenarnya yang ngidam itu aku atau kamu ."
"Sama sama kita ngidamnya, kamu gendut aku pun ga mau kalah dengan kamu".
"Padahal kata mamah , kamu kan ga doyan rujak "
" Oh iya .... aku lupa sayang , demi calon bayi kita aku mulai suka semua makanan".
Setelah istirahat mamah Arini pun keluar dari kamarnya dan melihat Rangga yang sedang makan rujak dan ditonton oleh Evita
" Lah kok ini yang ngidam siapa, kok yang makan rujak kamu, bukannya kamu ga suka rujak ,gara gara trauma sama biji kedondong."
"Dari pada mubadzir , mending aku yang makan"
Mamah Arini pun geleng geleng kepala dibuatnya.
Mamah Arini yang sedari siang duduk diteras rumah, akhirnya bertemu dengan Maharani.
Dan Maharani pun bercerita yang tidak benar kepada tantenya itu.
"Kesal sekali aku Tante dikantor semua memusuhiku, dan aku kena SP 1."
Arini pun mendengarkan curhatan Maharani, dengan seksama
"Belum lagi dirumah aku dituduh mau mencelakai Evita Tante, aku kan jadi kesal Tante."
" Mencelakai bagaimana bila ga ada buktinya kamu membela diri dong"
"Maharani Tante sudah sangat sabar ya dengan kelakuan kamu , ingat tidak katanya bila kamu sudah bekerja dan mendapatkan gajih, kamu akan pindah dari sini dan ngekost , sekarang kamu sudah berbulan bulan dirumah ini ".
"Dan semenjak ada kamu selalu ada masalah, Tante sudah bertemu dengan mamahmu, ternyata kamu dari Semarang itu kabur kamu tidak pamit pada mamahmu."
"Kamu ternyata ada maksud yang tidak baik datang kerumah ini, Tante berikan kamu waktu seminggu, untuk kamu cari tempat kost dan segera pindahlah dari sini"
Maharani sudah tak bisa berkata apapun, dia hanya diam saja, tak disangka ternyata Tante Arini bertemu dengan mamahnya, dan menceritakan semuanya.
Akhirnya Evita pun sudah pulih dari bedrest nya.
Badannya pun tampak kurus sekali karena awal hamil memang begitu, susah makan karena muntah terus. Bila trisemester pertamanya sudah terlewati maka nafsu makannya pun akan kembali seperti sediakala.
Beberapa hari kemudian Maharani pun sudah mendapatkan tempat kost, dia mulai merapihkan kopernya dan berpamitan pada semua orang dirumah serta meminta maaf khususnya pada Tante Arini.
Dan sebenarnya keluarga Maharani termasuk keluarga berkecukupan , Maharani nya saja yang susah diatur.
"Syukurlah satu pengganggu sudah pergi dari sini," ucap mba Mia sambil berbisik
Keadaan rumah pun kondusif seperti biasanya.Semua sangat menjaga sekali Evita tak terkecuali adiknya Andini.
Makin hari perut Evita makin terlihat , kini usia kandungan sudah 15 Minggu dan jadwalnya kontrol kedokter sekaligus USG.
Dokter pun bilang kandungan Evita sangat baik dan berkembang sesuai usia kandungannya.
Mamah Arini berencana mengadakan pengajian untuk menyambut 4 bulanan kandungan Evita untuk Minggu depan, dia menyusun menu apa saja yang akan dipersiapkan dalam isi beseknya tak lupa memilih bermacam kue, dan tak lupa sovenir khas 4 bulanan.
Evita dan Rangga memutuskan untuk mengadakan acara pengajian saja dengan mengundang anak yatim dan tetangga sekitar rumah saja.
Keluarga Evita dari Bandung dan Surabaya pun diberitahukannya namun yang dari Surabaya sepertinya tidak akan hadir mengingat jarak tempuh yang jauh, kasihan uwanya yang sudah sepuh .
Semua pesiapan sudah rampung, dan tamu yang diundang dari kantor hanya beberapa saja.
......................
Acara 4 Bulanan pun akan dilaksanakan sekitar pukul 10.00 pagi, satu persatu tamu undangan sudah hadir dan para anak yatim piatu pun beserta pendamping mereka sudah terlihat di dalam, tak ketinggalan ibu ibu pengajian setempat pun hadir. Acara pun dimulai kurang lebih selama 2 jam , kemudian acara santunan untuk anak yatim piatu lalu dilanjutkan acara makan bersama , dan semua tamu yang hadir pun memperoleh bungkusan buah tangan yang berisikan sovenir dan kue kue.
Semua tamu pun sudah mulai berpamitan , keadaan rumah pun sudah sepi kembali hanya keluarga Evita dari Bandung yang sedang ngobrol bersama Rangga, Evita dan ibu mertuanya.
Sedangkan karyawan dari catering sedang membereskan peralatan makan.
Tak berapa lama paman dan bibi Evita pun berpamitan untuk pulang lagi ke Bandung, dan merekapun turut bahagia tentang kehamilan Evita.
Evita pun rebahan di kursi depan , dan tak terasa Evita ingin sekali minum es cendol
"Mas sore gini enak banget deeh kalo minum es cendol"
"Kamu mau es cendol?" tanya tangga pada Evita
Evita pun mengangguk , lalu Rangga pun mengajak Andini untuk pergi keluar mencari es cendol.
Setelah mendapatkan es cendol mereka pun pulang dan melihat Evita sedang makan dimsum dari catering mamah Arini, karena Evita request dimenu dia menginginkan dimsum, dan ternyata banyak juga anak anak yang suka, setelah cendol disajikan pada Evita benar saja Evita hanya meneguk sedikit saja , dia bilang sudah kenyang , untung saja tadi beli hanya dua bungkus ,dan Evita menyuruh suaminya untuk menghabiskan nya lagi.
Setiap hari Evita selalu meminta dikirim dimsum dari catering mamah , tidak pernah merasa bosan , malah sejak hamil Evita tidak menyukai nasi. Yang dimakan hanya dimsum, buah strawbery atau apel dan kentang goreng saja yang dia makan setiap hari.