EVITA

EVITA
Bab 16. Kehadiran Maharani



Keesokan paginya semuanya sedang berada di meja makan untuk sarapan.


setelah itu semuanya melakukan aktivitas seperti biasanya Andini yang berangkat sekolah , Rangga yang berangkat kekantor dan mamah Arini pun yang ditemani evita akan mengunjungi rumah catering milik mamah Arini.


Dan rangga sebelum kekantor akan mengantarkan mamahnya dan Evita terlebih dahulu.


ketika semuanya sudah berada di mobil dan Rangga akan menjalankan mobilnya , tiba tiba Maharani yang berteriak tunggu.


mamah Arini pun membuka jendela mobil dan berkata


" Kenapa Maharani ?"


" Tante aku boleh nebeng ga ikut bareng gitu, aku sudah agak lupa jalan ke kantor mas Rangga sedangkan aku akan mengantarkan lamaranku "


"Ya sudahlah ayo masuk", jawab arini


" masa yang mau melamar kerja semobil dengan atasan ".


Celoteh Rangga sambil menyindir pada Maharani


"Rangga sudahlah". Mamah Arini menenangkan Rangga


Dan akhirnya mamah Arini dan Evita sudah sampai dirumah cateringnya , mamah dan Evita pun turun dari mobil, sementara Maharani yang memanfaatkan situasi dia berganti nyelonong duduk didepan samping mas Rangga. Evita pun dibuat kesal lama lama dengan tingkahnya .


Mas Rangga tetap menenangkan Evita dengan tidak akan tergoda dengan Maharani.


Mas Rangga pun pamit untuk segera berangkat ke kantor.


Sementara mamah Arini dan Evita disambut orang kepercayaan mamah Arini. Dan mereka pun berkeliling melihat kegiatan memasak yang ada didapur karena hari ini kebetulan mendapatkan 2 pesanan untuk acara pernikahan di pagi dan siang hari.


Lalu diadakannya sebuah meeting kecil , yang memberitahukan bahwa nantinya kedepan rumah catering ini akan dipegang oleh Evita menantunya sendiri, sesaat Evita dibuat kaget dengan keputusan mamah Arini karena sebelumnya tidak ada pernyataan mengenai hal itu pada Evita.


"Mamah apakah mamah begitu percayanya pada Evita sehingga secepat ini mamah mengambil keputusan, kurasa Evita belum mampu mah untuk memegang kendali semuanya."


"Mamah percaya sama kamu , mamah akan membantu kamu Evita, mamah akan tetap membimbing kamu dahulu sebelum kamu paham tentang semuanya, mamah tidak akan membiarkan melepaskanmu sendirian nak .." memberikan semangatnya pada Evita


Evita pun setuju dengan penjelasan dari mamah Arini.


Sementara didalam mobil Maharani masih terus saja menggoda mas Rangga, tapi Rangga sudah tau dari awal dia datang bukan sekedar untuk mencari pekerjaan saja, tapi dia tau apa yg diinginkan Maharani.


Namun Rangga tidak mudah terhasut dengan rayuan gombal bocah ingusan ini.


Setelah sampai didepan kantor Rangga langsung keluar dari mobil dan tidak memperdulikan Maharani, dan maharani pun turun dengan begitu kesalnya dan mobil pun diambil alih oleh security untuk diparkirkan.


Maharani terlihat kebingungan dan dia pun menghampiri meja resepsionis.


"Mba kalau ruangan mas Rangga dimana ya,?"


" Apakah anda sudah ada janji dengan beliau", ucap resepsionis pada maharani


" Dia kan td berangkat bareng sama aku , ya sudah ... ruangan personalia dimana?" tanya Maharani kembali


" Ooh mbaknya mau melamar pekerjaan?, ruang personalia sebelah sana "


Maharani pun langsung menuju ruang personalia dan disana ada pak restu yang menerima Maharani


( Tuut.... )


sebuah telfon pun berbunyi dan pak restu mengangkat telfon itu , terdengar suara dari sebrang sana berkata pada pak restu


( Disana ada seorang perempuan akan melamar pekerjaan , namanya Maharani dia kenalan mamah saya, terima dia di bagian Arip saja, perlakukan dia sama seperti karyawan yang lainnya, tidak ada fasilitas apapun untuknya.)


( Baik pak...)


"Silahkan ini ruangan dan disana meja anda, saya harap anda bisa mengikuti sesuai dengan aturan yang ada dikantor ini"


"Apa ini meja saya , kok tega mas Rangga memberi kan saya ruangan seperti ini, sempit kecil lagi, mungkin anda salah pak , saya kan masih kerabat dari mas Rangga"


"Maaf saya hanya menjalankan perintah, saya tidak mengetahui anda siapa, saya harap anda bisa bekerja sesuai dengan aturan disini, selamat bekerja "


"Mba eka tolong ajari dia", pak restu pun menyerahkan Maharani padanya


" Baik pak ", jawab mba eka


'ini sungguh tidak adil masa saya hanya ditempatkan dibagian arsip,'


ocehan Maharani dalam hatinya menggerutu.


Mba eka pun memberikan setumpuk arsip yang harus di input oleh Maharani,


" Hey anak baru ini pekerjaan mu , jangan sisakan pekerjaan sebelum pulang ya".


Mau tidak mau Maharani pun mengikuti apa yang diperintahkan mba eka padanya. Dua jam sudah Maharani tidak melakukan apapun.


Mba eka pun terus memperhatikan anak baru itu, yang dari tadi hanya memainkan ponselnya saja.


"Hey anak baru kamu kesini untuk bekerja bukan untuk main ponsel seperti itu", mba eka pun mulai kesal


"Kerjain aja sendiri, pake nyuruh nyuruh segala, kamu tidak tau siapa saya, saya ini kerabat dari mas Rangga".


Mba eka pun sangat geram dan dia pun meninggalkan mejanya.


Tok..tok.. tok...Masuk


" Ada apa mba eka ,sepertinya kesal sekali".


" Anak baru itu , ngakunya dia masih kerabat dengan pak Rangga, sudah dua jam saya berikan file untuk di input ,dia tidak mengerjakan apa yang saya perintahkan"


"Ya sudah biarkan saja dulu ,nanti saya tunggu instruksi dari pak Rangga kembali"


"Baik pak, saya permisi "


Ketika mba eka kembali keruangan Maharani sedang mengerjakan pekerjaan nya. karena ketika tadi mba eka keluar Maharani mengintipnya.


Karena takut diadukan pada Rangga Maharani mulai mengerjakan pekerjaannya.


Sementara Rangga sedang video call dengan sang istrinya, dan kebetulan disana ada beberapa pasangan yang sedang taste food untuk acara pernikahan, dan Evita pun ikut mencicipi makanan kesukaannya yaitu dimsum.


Sebelum jam makan siang Rangga pun akan pergi ke rumah catering mamahnya. sekaligus mengantar mereka pulang. Tak lupa Rangga pun makan siang bersama Evita dan mamah Arini.


Jam makan siang pun sudah tiba para karyawan dikantor silih berganti banyak yang keluar untuk mencari makan siang, namun sedari tadi Maharani menunggu diloby kantor, melirik kesana kemari keberadaan mas rangga.


Lalu dia makan di kantin kantor saja karena tadi dia sudah pesan lewat online makanan nya.


Ketika maharani akan kembali ke mejanya terlihat Rangga baru datang dari luar, lalu Maharani pun memanggilnya,


"Mas Rangga tunggu, mas dari mana saja tadi aku mau ajak mas Rangga makan siang bareng , ditungguin malah ga keluar keluar , eeh tiba tiba datang habis dari luar."


" Maaf kamu karyawan baru disini bukan?, dikantor ini semua memanggil saya dengan sebutan bapak Rangga ,dan tidak ada yang seenaknya seperti kamu,mengerti! "


" Iih ketus banget siih , awas ya nanti aku aduin ke Tante Arini"


Rangga pun tidak perduli dengan perkataan Maharani yang selalu mengganggunya.