EVITA

EVITA
Bab 82. Ke Salon



Libur akhir minggu, seperti biasa Rangga tidak melewatkan untuk berolah raga, dimulai dengan joging disekitaran rumah sampai menuju gang. Dilanjutkan dengan alat Fitness yang ada di halaman samping.


Seperti biasa mba Mia selalu membuatkan jamu wedang jahe dan kencur untuk Rangga dan evita yang akan diminumnya saat selesai berolah raga.


Setelah merapihkan kamar Evita pun menghampiri suaminya, yang berada di halaman samping rumah, dan dia pun ikut berolah raga menemani sang suami.


Sedangkan Evita santai menggunakan alat treadmill nya.


Walaupun tidak setiap hari mereka melakukan olahraga, setidaknya seminggu sekali mereka selalu menyempatkan nya dikala menguras waktu mereka bekerja setiap hari.


Setelah dirasanya cukup, mereka pun menyudahi aktivitas olah raga mereka.


Dan sambil santai menikmati minuman yang dibuat mba Mia tadi.


Tara pun dengan kondisi sudah mandi ia pun mencari keberadaan ibu dan ayahnya.


Anak semata wayangnya itu ikut duduk bersantai dihalaman samping.


Lalu Andini pun datang dengan membawa singkong rebus sekedar untuk ganjal perut disaat menunggu waktu makan siang. Tara begitu suka sekali dengan singkong rebus,


hingga ia lahap memakannya sampai habis dua potong.


"Kak boleh tidak, aku ajak Tara ke acara ulang tahun anak teman dini nanti sore? mungkin pulang sebelum isya" pinta Andini.


"Tara nya mau nggak ikut aunty dini?" Evita pun menanyakan balik pada Tara.


"Tara mau...kalau ibu dan ayah mengijinkan"


"Tentu boleh dong" ucap Rangga.


"Eh iya lupa dini juga belum punya kado buat dibawa, soalnya dadakan sih baru semalam di berikan undangan digitalnya"


"Mau kakak antar? kakak juga mau kesalon lagi sepertinya" tutur Evita.


"Ya udah sesudah kita makan siang ya kak perginya" dengan bersemangat.


"Kalian perginya diantar pak Nono saja ya, mas mau dirumah saja bareng jagoan ayah ini..." sambil menggelitik pinggang Tara, Tara pun kegelian dibuatnya.


Setelah makan siang Tara pun kekenyangan dan anak kecil itu pun mengantuk dan tertidur bersama sang ayah di kamarnya.


Sedangkan kakak beradik pun, pergi ke toko mainan untuk membeli kado ulang tahun sebelum Evita ke salon, dengan diantar pak Nono tentunya.


Akhirnya mereka pun sampai disebuah toko mainan, terlihat begitu ramai dikarenakan hari itu adalah weekend.


Dan saat baru memasuki kedalam toko itu Evita dibuat melamun ketika ia melihat sebuah dorongan bayi, yang ia miliki dulu dan mengingatkan akan anak keduanya yang telah meninggal.


"Kak...kakak, Andini pun membuyarkan lamunan Evita, eeh iya de"


"Kita kesebelah sana kak!" sambil menunjukan arah tempat mainan.


Andini pun memilih mainan apa yang akan dibeli, 'ia pun meminta pendapat kakaknya, dan akhirnya jatuh pada satu set buku bacaan khusus untuk batita.


Dan tak disadari disana pun ada baju-baju untuk anak usia dibawah 10 tahun, tak lupa Evita pun memilih dan membeli beberapa pasang baju untuk Tara.


Akhirnya acara membeli kado pun selesai, mereka pun mengantri untuk membayar belanjaan mereka, tak lupa Andini pun meminta karyawan toko tersebut untuk sekalian membungkus hadiah yang dibeli Andini tadi.


Ketika keluar dari toko mainan, nampak di sebrang toko itu ada sebuah warung bakso, Andini pun merengek layaknya balita yang ingin jajan dan membujuk kakaknya untuk mampir sebentar ke warung bakso itu.


Mereka pun pergi kesana dan Andini memesan semangkuk bakso komplit, sedangkan Evita bakso polos tanpa mie dan sayuran.


Tak lupa pak Nono pun diajak untuk memesan bakso dan mereka pun makan disana.


Kemudian seporsi es campur pun dipesan Andini, Evita pun menggelengkan kepalanya.


"Masyaallah de, belum kenyang juga apa kamu?" melihat tingkah sang adik yang kalap di warung bakso itu.


Setelah kenyang Andini pun membayar bakso yang iya pesan. Kemudian menuju salon.


"Kak aku pulang ya, kakak sendiri saja ke salon nya, sepertinya aku kekenyangan deeh..." tutur Andini.


"Kamu ini, ya sudah ga apa-apa. Pak nnti setelah sampai di salon antar Andini pulang saja ya, nanti pak Nono saya kasih tau untuk jemput saya, kalau sudah selesai" pinta Evita.


Evita pun telah sampai didepan salon, kemudian mobil pun pergi meninggalkan Evita di depan salon.


Evita pun masuk kedalam untuk registrasi ulang karena sudah mendaftar untuk hari ini.


Seorang karyawan pun menunjukan tempat Evita pada salah satu stylish disana.


"Wow, rambutnya sangat bagus sekali mba, hitam legam dan tebal pula, jarang-jarang lho wanita yang mempunyai rambut sebagus ini" tutur sang stylish memuji mahkota Evita.


"Oh ya..," jawab Evita.


Dengan begitu cekatan stylish pun membentuk rambut Evita dengan begitu indah, dan satu setengah jam rambut Evita pun telah selesai ditata, dan wajah Evita pun tampak telah cantik tersemat oleh make-up.


Sehingga terlihat cocok dipadukan dengan tatanan rambutnya


Evita pun menelfon pak Nono untuk segera menjemputnya.


Sang stylish pun memperlihatkan hasil karyanya dengan kaca belakang, Evita pun begitu takjub dengan hasilnya.


"Bagaimana mba, sesuai kah"


"Wah, bagus sekali saya suka, terimakasih ya" tutur Evita berterimakasih.


"Sama-sama mba, sering-sering dong datang kesini, ajak suaminya sekalian nyalon bareng disini, enak kan doi yang bayarin nanti" tandas sang stylish itu.


"Iya nanti next time, saya ajak suami saya kesini" ucap Evita.


"Oke deh, saya balik dulu ya, sopir sudah nunggu didepan, bye-bye" pamit meninggalkan tempat duduknya.


Pak Nono pun sudah siap didepan salon setelah Evita masuk kedalam mobil, dan langsung meninggalkan halaman salon tersebut.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Ketika sampai rumah Tara dan suaminya tengah berada di ruang tv menonton kartun kesukaan sang anak. Sedangkan Andini masih tidur.


"Wah ibu cantik sekali, iya tidak yah?" tutur Tara memuji penampilan sang ibu.


"Iya dong, ibu nya siapa dulu, ibunya Tara" ucap sang ayah menghibur.


Mba Mia pun menyodorkan dua mangkuk biji salak hasil olahannya. Dirumah banyak sekali umbi-umbian dapat dari salah seorang karyawan catering yang baru saja pulang dari kampungnya.


Waktu pun sudah menunjukan pukul 16.30 wib. Andini pun bangun dan langsung bersiap untuk ke acara, sementara Tara di urus oleh Evita.


Tara pun telah siap dan sedang menunggu aunty nya keluar dari kamarnya.


Setelah Andini keluar Tara pun begitu terpana melihat kedua perempuan dirumahnya begitu cantik disore itu.


"Ibu dan aunty sama cantiknya" puji Tara.


"Iih Tara bisa aja, aunty jadi tersanjung dong" ucap andini sambil tersenyum kearah Tara.


Evita pun mengantarkan Andini dan Tara ke teras,Tak lama mereka pun berangkat diantar pak Nono.


Sementara mas Rangga masih menikmati sisa biji salak milik Tara yang tak dihabiskannya, Evita pun menemani sang suami menyantap biji salak buatan mba Mia.


Setelah pukul 18.00wib. mereka pun bersiap.


Evita hanya mengganti baju saja dan merapihkan makeup nya dan membalur bibirnya dengan sebuah lipstik yang sesuai dengan warna dress nya. Kemudian membantu Rangga memakai setelan jas nya.


Dengan menenteng tas tangan berwarna gold, makin tambah mempesona penampilan Evita malam itu, Rangga pun tak dapat mengalihkan pandangan darinya.


Saat keluar kamar mba Mia pun terpana dengan penampilan Evita yang begitu mewah terlihat berkelas malam itu.


Mba Mia pun dititipkan rumah, karena semua orang pergi. Setelah Evita dan Rangga pergi, mba Mia pun mengecek semua jendela dan mengunci pintu.


Begitu sibuk dibuatnya, karena hari itu semuanya mempunyai acara masing-masing.