
Mba Mia pun membawakan sarapan Evita kedalam kamarnya, namun saat itu badan Evita begitu panas sekali.
"Non Evita, sarapan dulu ya", sambil tersenyum kearah Evita yang sedang duduk bersandar ditempat tidur.
"Makasih ya mba".
Dengan terpaksanya Evita pun memasukan makanan walaupun tidak ada selera sama sekali, semua terasa pahit didalam mulut Evita. Namun Evita harus makan untuk minum obat.
Saat itu pun tara masuk ke kamar Evita dan duduk disampingnya.
"Ibu kenapa masih belum mandi , ini kan sudah siang" celoteh anak empat tahun itu dengan lugasnya.
"Ibu tidak mandi dulu hari ini, karena ibu tidak enak badan"
Dan Tara pun langsung menempelkan punggung tangannya ke dahi ibunya, dan sambil berkata
"Iya badan ibu panas, Tara temani ibu disini ya,sampai ibu sembuh".
Evita pun hanya tersenyum mendengar perkataan anaknya itu.
Tara pun menemani Evita sambil membawa semua mainannya ke atas kasur, dan kasur pun penuh dengan mainan Tara namun Evita tidak memperdulikannya.
Sementara Andini tengah sibuk mengikuti training guru secara online. Maka dari itu dia tidak membiarkan Tara masuk kedalam kamarnya sampai selesai.
......................
Hari itu acara meeting pun telah selesai , meeting yang begitu singkat dan tidak terlalu formal juga hanya membahas tentang masalah mengatur waktu untuk pertemuan selanjutnya, selebihnya hanya acara ngopi ngopi biasa.
Dan jadwal yang di rencanakan beberapa hari namun sudah selesai hanya dalam dua hari saja , dikarenakan ada beberapa rekan yang lain tidak hadir di acara meeting tersebut.
"Pak Rangga apakah kamu akan pulang ke Indonesia besok atau mau mampir ke kantor ku dulu dimalaysia".
rekannya yang dari Malaysia menawarkan untuk mampir ke kantor nya, namun Rangga pikir berarti dia harus sehari lagi berada diluar. Namun dia sudah sangat rindu dengan rumah.
"Maaf kan saya kawan , sebenarnya saya sangat ingin sekali mampir ,tapi hati ini sudah tidak tertahankan rindu dengan rumah.Mungkin lain waktu saja saya mampir ,oke". Rangga menolak dengan halus.
"Okelah tak jadi masalah, apakah kita jadi mencari oleh-oleh".
Rangga pun mengangguk dan mereka pun langsung pergi.
Mereka pun sudah berada di Bugis street. Berada di pusat kota dan letaknya yang sangat strategis tidak jauh dengan tempat mereka meeting tadi, pusat perbelanjaan Bugis Street menjadi salah satu tempat favorit wisatawan untuk berbelanja oleh-oleh, dengan harga yang sangat bersahabat.
Rangga hanya membeli beberapa kantung coklat dan bermacam gantungan kunci untuk dibagikan dikantornya pada karyawan.
Untuk Evita dan mamahnya dia belikan tas dengan salah satu brand ternama ,untuk Tara Rangga membelikan beberapa kaos dan Andini Rangga belikan sepatu ,Rangga pun sangat tertarik setelah lewat pada salah satu toko perhiasan, Rangga pun masuk kesalah satu toko perhiasan tersebut dan Rangga melihat ada sebuah kalung yang mungkin Evita akan cantik bila memakainya.
Setelah selesai berbelanja Rangga pun berpisah dengan rekan kerjanya yang saat itu ada keperluan ketempat lain dan Rangga memilih langsung kembali ke hotel nya dengan naik taxi.
Dan begitu jelas Rangga melihat sosok perempuan itu lagi dengan memakai apron bergambar sebuah bunga dan sedang merapihkan beberapa tangkai bunga disalah satu toko bunga.
Rangga pun sempat berpikir apakah dia sekarang tinggal disingapur atau dia hanya bekerja saja disini.
Namun hati Rangga sudah tertutup untuknya dan dia hanya mengingat Evita yang sekarang telah menjadi istri nya.
Dan Rangga pun memberikan kabar pada Evita bahwa dia akan pulang besok.
......................
"Kak sudah enakan badannya".Tanya Andini pada kakaknya.
"Sudah lumayan, kamu kan tidak ada jadwal mengajar hari ini ,kenapa berpakaian dinas". Evita terheran.
"Tadi ada training online , makanya aku berpakaian seperti ini, baru saja selesai", jelas Andini.
Lalu Andini pun merapihkan mainan yang berserakan dikasur Evita.
Evita pun mendapatkan pesan dari suaminya yang akan pulang besok.Dan disertai foto ketika ia sedang berbelanja oleh oleh-oleh.
Sedangkan di lain tempat Rangga telah sampai dikamar hotelnya dengan membawa berkantung kantung belanjaan yang tadi dia beli.
Rangga pun melanjutkan pikirannya mengenai mantannya Nara yang ia lihat beberapa kali.
Lusy sebuah nama yang mungkin tidak ingin Rangga ingat lagi, dia adalah perempuan yang dilihatnya beberapa kali oleh Rangga dia adalah mantan Rangga terdahulu yang membuat Rangga memutuskanyna karena melihat dengan mata kepalanya sendiri dia sedang berselingkuh di kostan nya dengan pria lain.Hingga membuat Rangga depresi.
Rangga sebenarnya ingin mencari tau tentang Lusy ,namun Rangga tidak mau bila Lusy mengetahuinya dan dia mengusik kehidupannya lagi. Dan Rangga sudah melupakan semua cerita masalalunya.
Semoga rangga tidak menginjakan kakinya lagi ke tempat ini sehingga tidak akan mengingat lagi tentang Lusy.
Rangga pun merapihkan koper kopernya terlebih dahulu ,semua yang dia beli ke koper kecil dan sebagian dimasukan ke koper pakaian nya, sengaja Rangga membawa koper cadangaan ketika berangkat.
Setelah selesai Rangga pun membersihkan diri dan bersantai menikmati pemandangan di jendelanya, sambil minum kopi dan camilan yang dia beli tadi.
......................
Sedangkan dirumah Tara yang terbangun namun belum beranjak dari tempat tidur hanya melihat ibu dan tantenya sedang ngobrol.
Sedangkan mamah Arini sedang mengurus bunga anggrek kesayangannya, dan ditemani oleh mba Mia.
Karena sudah sore Andini pun mengajak Tara untuk mandi setelah Andini berganti pakaian, anak kecil itu sangat penurut sekali tidak pernah membantah.
Sedangkan Andini cukup cekatan mengurus Tara ponakannya, Andini tidak pernah merasa terbebani karena dalam pikirannya ia akan membalas apa yang kakaknya lakukan dulu padanya. Dia akan membantu selama dia mampu, dan kapan lagi dia bisa mengurus ponakannya itu, bila sudah dewasa mungkin akan menjadi bagian ceritanya untuk dikenang kelak.
......................
Sementara rangga menelfon sekretaris nya untuk membelikan tiket dari sana untuk kepulangannya besok.
" Saya sudah pesankan tiket ,namun untuk pemberangkatan jam satu siang pak , karena yang jam sepuluh sudah habis"
"Ya sudah tidak masalah , jadi saya pun tidak terlalu terburu buru untuk bersiap, nanti kamu tidak usah mengirimkan mobil untuk menjemput saya , saya akan dijemput sopir dari rumah , terimakasih ya".Ucap Rangga.
"Baik pak", jawab sang sekertaris.
......................
Malam itu Evita mendapatkan telfon dari suaminya
"Halo sayang , besok mas pulang ke Jakarta penerbangan jam satu siang , nanti minta tolong pak Nono untuk jemput mas dibandara karena mas tidak mampir kekantor mas langsung pulang saja, kamu pucat sekali , kenapa ?", tanya Rangga.
"Aku ga enak badan mas maag ku kambuh dan masuk angin juga, sekarang sudah agak enakan kok, iya nanti Evita suruh pak Nono jemput mas dibandara", jawab Evita.
"Ya sudah sampai ketemu besok ya sayang".