EVITA

EVITA
Bab 78. Jalan-jalan Ke Mall



Rangga pun senang sekali melihat Evita bisa tertawa lepas kembali. Setelah beberapa waktu lalu terjadi kurang harmonisnya hubungan antara mereka.


Acara makan malam mereka pun berjalan dengan lancar. Dan saat mereka pulang Tara sudah tertidur dikamar Andini.


Saat Evita masuk kedalam rumah sudah terlihat sepi, dan di ruang tv seakan ada orang yang masih terjaga disana dan menjawab salam Evita.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"De, kamu belum tidur?" tanya Evita.


"Belum ka, tadi sih belum ngantuk, Tara biar tidur sama dini ya kak"


"Nih kakak bawa mie goreng seafood, kakak mau ganti baju dulu ya"


Rangga dan Evita pun masuk kekamar mereka. Setelah berganti baju dengan daster, Evita pun keluar kamar lagi, sedangkan Rangga langsung tidur.


Andini pun melihat bungkusan yang dibawa Evita dan memindahkan nya ke piring.


"Waah harum sekali makanan ini, kakak tau saja dini lagi kelaparan"


Mereka berdua pun menyantap mie goreng yang dibeli Evita tadi. Maklumlah dulu kehidupan mereka begitu prihatin, sehingga untuk makan saja hanya seadanya, sekarang mereka sangat bersyukur sekali dapat hidup dengan berkecukupan.


Keduanya saling berbincang, mengenang semasa mereka hidup susah, sekarang kehidupan mereka jauh lebih baik.


Sebuah kutipan yang sering Evita ingat:


'Jangan pernah menyesali episode susah, karena itu cara Allah untuk mengajarkan kita, supaya hati kita lebih kuat menerima kenyataan. Karena pengalaman hidup setiap orang itu berbeda-beda.'


Setelah perut mereka kenyang, mereka berdua pergi ke kamar mereka masing-masing, karena waktu pun menunjukan sudah hampir tengah malam.


Evita pun membersihkan wajah nya dengan facial wash, kemudian mengoleskan krim malam, lalu ia pun menemani sang suami tidur.


Keesokan harinya, terlihat Andini tengah sibuk membantu mba Mia di dapur menyiapkan sarapan.


Sedangkan Evita masih mengenakan dasternya keluar dari kamar dengan suaminya yang sudah rapih karena akan berangkat bekerja.


"Lho kakak belum siap, memangnya tidak ke catering hari ini, bukannya jadwal nya ya" tanya Andini.


"Sepertinya kakak libur dulu, lagian Minggu ini tidak ada janji dengan klien, jadi pekerjaan bisa kakak kerjakan dirumah."


"Tara pun sepertinya libur, karena guru-guru nya ada rapat katanya"


"Kamu sendiri kenapa belum bersiap?" tanya Evita balik.


"Dini sudah minta ijin untuk tidak masuk hari ini, tapi dini sudah menitipkan tugas pada guru lain"


"Waah kalian kompakan ya, tidak masuk kerja hari ini" ucap Rangga.


Tara pun tiba-tiba keluar dari kamar, dan menghampiri Evita.


"Ibu, hari ini Tara libur kan?"


"Iya sayang, nih minum dulu biar seger"


Rangga pun sudah menyelesaikan sarapan nya, dan dia pun pamit untuk berangkat.


"Tara ayah berangkat kerja dulu ya," ucap Rangga pada sang anak.


Evita pun mengantarkan Rangga ke teras rumah.


"Mas berangkat dulu, mungkin nanti mas sedikit telat pulangnya" jelas Rangga.


"Mas, aku ijin ya mau ke mall bareng Andini, bolehkan, mumpung ada Andini disini, sekalian mau beli peralatan mewarnai untuk tara?" pinta Evita.


"Boleh sayang," sambil mencubit salah satu pipi istrinya yang chuby itu.


"Terimakasih suamiku sayang" Evita pun melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Hari itu kakak beradik sedang ingin mencari hiburan, dan Evita pun mengajak sang adik untuk jalan-jalan ke mall.


"De, kita jalan-jalan ke mall yuuk, kakak sudah minta ijin tadi sama mas Rangga"


"Aku minta ijin dulu ya kak sama mas Heru"


"Ya sudah, kakak bersiap dulu sambil mau mandiin Tara juga"


Andini pun sudah meminta ijin pada suaminya dan di berikan ijin oleh Heru.


Tara pun sudah lebih dulu siap dan sekarang sedang ditemani mba Mia menonton tv.


Evita pun sudah siap dengan riasan seadanya hanya memakai lipstik, mengenakan kemeja dan celana jeans. Terlihat berbeda ketika ia sedang berada dirumah.


Tak begitu beda dengan Andini, Andini pun sekarang sudah mempunyai selera fashionnya sendiri, Andini lebih suka dengan tunik.


Evita pun sudah menyuruh pak Nono menyiapkan mobil untuk mengantarnya ke mall.


Setelah semuanya siap, mereka pun bergegas pergi untuk jalan-jalan.


Hanya beberapa menit mereka pun sampai di mall tempat tujuan mereka, tempat pertama yang Evita kunjungi adalah toko buku, karena Evita akan membeli beberapa perlengkapan Tara mewarnai.


"Memangnya kapan kak acara lomba mewarnai nya?" tanya Andini.


"Minggu depan, pinsil warna Tara sudah banyak yang patah, namanya anak-anak past ingat akan awet untuk barang-barang seperti itu"


Evita pun memilih meja lipat juga, buku gambar, satu pak pinsil dan penghapus.


Setelah beres membayarnya Evita menyuruh pak Nono ke depan toko buku itu untuk membawakan belanjaan nya ke mobil. Karena Evita masih mau berkeliling di mall itu.


Tara pun sudah merasa lapar dan, setelah melihat kearah pergelangan tangannya ternyata sudah jam makan siang.


Mereka pun mencari restoran untuk makan siang, sementara Andini dan Tara dibiarkan memilih makanan dan memesan nya.


Sementara Evita melipir sebentar ke salah satu toko pakaian dalam yang ia lewati tadi.


Evita pun masuk dan ia melihat-lihat ke arah baju tidur, dan ia pun tertuju pada sebuah lingerie berwarna maroon.


Tampak begitu sederhana namun terlihat mewah, karena material bahannnya yang sangat bagus.


Tak memilih lagi, Evita pun langsung tertarik pada lingerie berwarna maroon itu dan ia pun membelinya.


Evita akan membuat mas Rangga jatuh cinta kembali pada nya, karena suaminya begitu senang bila melihat Evita mengenakan pakaian seksi itu.


Evita pun kembali menuju resto yang tak jauh dari toko Evita belanja.


Saat Evita datang makanan pun sudah tersedia dimeja, dan Evita siap menyantapnya.


Andini pun tersenyum melihat sang kakak membawa sebuah godibag tertulis sebuah toko pakaian dalam.


"Kakak beli apa?" tanya Andini sambil tersenyum.


"Pokoknya sesuatu yang akan membuat suasana malam ini berbeda, nanti malam Tara tidur sama kamu lagi ya" sambil tersenyum Evita pun melontarkan kata candaan pada sang adik.


"Siap boss.." Andini pun sambil tertawa geli melihat tingkah sang kakak.


Setelah makan siang mereka pun ketempat permainan dan Tara ditemani Andini bermain, sedangkan Evita duduk manis di sebuah meja tunggu sambil memainkan ponselnya.


Setelah dari permainan,Tara pun meminta untuk pulang karena Tara tidak betah bila terlalu lama bila tidak dengan ayahnya.


Sekitar pukul empat sore mereka pun sampai rumah, Evita pun langsung memandikan Tara dan memberinya susu, seketika Tara pun langsung tidur karena kecapean.


Andini pun sudah bersih-bersih dan dia langsung ke dapur membantu mba Mia menyiapkan makanan untuk makan malam.


Evita pun keluar kamar setelah berganti baju dan membersihkan riasannya.


Evita pun menunggu kepulangan sang suami dan dia pun tak sabar akan memberikan kejutan malam itu.