
Dalam perjalanan pulang setelah dari cafe , Evita termenung dalam pikirannya sendiri.
memikirkan bagaimana bila mamah Arini bertemu langsung dengan Lusy nanti ,apakah dia salah telah mengundang Lusy ?
Evita harus menemukan sesuatu untuk meyakinkan apakah benar Lusy ini yang menjadi mantan kekasihnya mas Rangga dulu, ataukah Lusy yang lain.
Evita meyakinkan dirinya untuk tenang dan berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja tidak seperti apa yang dia bayangkan.
Akhirnya mobil pun berhenti dan ternyata sudah sampai garasi rumah.
"Assalamualaikum, mah". Menyapa Arini yang sedang duduk diteras sambil menikmati keindahan bunga anggreknya.
"Waalaikumsalam". Bagaimana tadi kata dokter tentang kandungan kamu.
"Alhamdulillah baik- baik saja mah.
"Syukurlah ", jawab mamah Arini.
"Mah bolehkah Evita bertanya sesuatu tentang mas Rangga?"
"Ada apa dengan Rangga nak, Rangga bikin kamu sedih".
"Apakah dulu mas Rangga mempunyai mantan ketika masih kuliah dulu disemarang yang bernama lusyana?".
Deg...gugup seakan tak bisa berkata apapun.
"Kenapa nak".
"Rangga berbuat salah kah pada mu hingga kamu menanyakan masalah itu".
"Jujur saja pada Evita mah, tidak usah disembunyikan lagi".
"Semakin mamah menutupinya akan semakin menyakiti Evita".
"Ya..Rangga mempunyai mantan bernama lusyana dan itu dulu ketika masih kuliah, dia gadis yang baik, namun setelah kepergian ayahnya Lusy seakan tidak mengenali dirinya sendiri dia telah menjadi gadis yang selalu menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan uang". Arini membuka cerita lama Rangga.
"Sampai pada suatu waktu Rangga memergokinya dia diantar pulang oleh pria lain, dan sebelumnya pun Rangga sudah mendengar cerita nya dari orang lain tentang kelakuan Lusy".
"Lusy telah menghianati kepercayaan Rangga, sampai dia berani bekerja di tempat karaoke".
"Awalnya dia tidak jujur dan selalu menutupinya dari Rangga, lambat laun , Rangga pun mengetahuinya dan dia depresi berat, hingga kami pindah dari Semarang ke jakarta ,demi pengobatan Rangga sekaligus untuk menghindari wanita itu".
"Sekarang Lusy telah bertemu dengan Rangga, entah apa yang akan terjadi kedepannya",ucap Arini.
"Tapi Lusy amnesia dia tidak bisa mengingat apapun, apakah tidak ada kata maaf sedikit pun buatnya, walaupun dia dulu menyakiti hati Rangga ,namun saat ini Lusy sudah mendapatkan hukumannya". Jawaban Evita seakan membela Lusy.
Tara pun tiba-tiba bangun dan meminta susu pada Evita. Sehingga Evita harus membuatkan susu , dan tidak melanjutkan pembicaraan nya dengan Arini.
Arini pun semakin penasaran dengan apa yang akan Evita lakukan, setelah mengetahui cerita Rangga dan Lusy.
......................
"Mamah tumben sendirian diluar , Evita didalam kah". Tanya Rangga pada mamahnya.
"Assalamualaikum", salam Andini.
"Waalaikumsalam",sahut Rangga dan Arini.
"Evita ada didalam sedang membuatkan susu Tara".
Entah apa yang dipikirkan Evita dia larut dalam batinnya sendiri ,namun dihadapan semua orang dia terlihat seperti biasa ,tidak memperlihatkan satu kebimbangan dalam dirinya.
Mungkin mood ibu hamil juga yang suka berubah ubah, perasaannya tak bisa ditebak . Saat menjelang tidur ya Evita berbincang dengan Rangga perihal kandungannya.
"Mas tadi aku kontrol lagi ke dokter, dokter bilang janinku berkembang dengan baik namun miomku pun juga berkembang bertambah besar besar ukurannya, aku takut bila aku tidak bisa menjaga janin ini".
Evita merasa bersalah karena dulu dia tidak berterus terang pada semuanya tentang miom yang ada dirahimnya.
......................
"Alhamdulillah undangan sudah tersebar semuanya", ucap Andini saat duduk diruang keluarga bersama kakaknya .
Tak banyak mengundang hanya dua ratus lima puluh undangan saja itupun kebanyakan teman dari sekolah yang seprofesi dengan Andini dan Heru.
Untuk masalah baju kebaya untuk akad ibunya mas Heru sendiri yang akan membuatkannya untuk Andini.
Acaranya pun akan diselenggarakan sesederhana mungkin, hanya prosesi ijab kabul saja dan kemudian dilanjutkan dengan acara resepsi di adakan ditempat yang sama.
Persiapan sudah tinggal seminggu lagi dan semuanya sudah berjalan delapan puluh lima persen.
Sudah agak tenang ,sedangkan Evita tidak Andini libatkan dalam persiapan acaranya karena mengingat sang kakak sedang hamil muda.
......................
Evita tak pernah mengeluh dalam hal apapun, namun wajar bila wanita sedang hamil merasakan ketidak nyamanan nya untuk beberapa hal termasuk bila ditanyai mengenai kehamilannya
'Padahal kandungannya masih muda kok hamilnya sudah besar sekali'
Ada saja tingkah tetangga yang membikin gemas , dengan ocehannya yang selalu menyakiti hati secara tidak langsung.
Dikehamilan yang kedua ini Evita gampang sekali tersinggung dan begitu sensitif sekali ,sering merasa lelah dan mual nya belum juga hilang, dan nafsu makan nya pun belum kembali normal seperti biasanya.
Terkadang Andini pun serba salah menanggapi kebiasaan kakaknya yang sekarang.
Rangga pun selalu berhati hati dalam ucapan atau perbuatannya.
Sementara Tara anak yang sangat pengertian tidak pernah rewel.
Evita mengesampingkan egonya untuk sementara waktu demi kelancaran acara pernikahan Andini nanti.