CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Pertarungan Terakhir (3)



Suasana di atas gedung semakin dipenuhi dengan aura dari masing-masing mecha form. Aura kegelapan hasil salinan form utama, melawan form utama itu sendiri yang memiliki banyak aura cahaya. Pahlawan utusan dewa, melawan kegelapan dari kekuatan kegelapan teknologi. Mari kita lihat.


...[TSAANGGGG]...


Ayunan pedang sudah kami lakukan. Berkali-kali kami saling menangkis dan menghindari serangan satu sama lain. Meski sedikit sedikit ada yang menyentuh tubuh, tapi tidak mempengaruhi semangat kami.


...[TSAANGGGG]...


Kami berdua sama-sama menangkis dan menahannya.


"Apa kau tahu mengapa wajahku masih tetap muda meski aku sudah hidup lebih dari 200 tahun?" pinta dia.


"Kau sebut wajahmu muda? aku punya kaca untuk melihat dirimu sendiri" ejek ku.


"Kau memang menyebalkan!"


Kors menarik pedangnya dan mengayunkan ke bawah. Aku melompat menghindari serangannya, lalu berdiri di atas pedangnya. Kemudian melakukan backflip sembari menendang dagunya sampai ia terpental.


...[BRUGGGG]...


Kors berjalan mundur dengan kepala menengok keatas sehabis ku tendang. Ia tidak terjatuh dari serangan ku. Malahan ia kembali menurunkan kepalanya untuk melihat ku.


"Apa?" aku tercengang sedikit.


Ia langsung maju secepat kilat dan mendorong ku jatuh ke bawah gedung. Kami berdua sama-sama bertarung di udara. Pedang saling beradu sampai mengeluarkan percikan aura masing-masing kekuatan. Bahkan sampai serangan fisik juga dilandaskan kepada kami berdua.


Berkali-kali kami bertarung segala cara di udara. Karena gedung ini sangat tinggi, sehingga kami harus menjaga keseimbangan di udara.


Aku membalikkan Kors dan memukulinya berkali-kali. Karena sulit juga mengayunkan pedang disaat seperti ini. Kors juga sebisa mungkin untuk kembali membalikkan ku.


"AKHHH AKHHH AKHHH" aku memukulinya dengan penuh emosi.


Kors terpukul oleh ku berkali-kali sampai kaca visor nya sedikit retak. Kemudian ia menemukan cara untuk membalikkan keadaan.


"Merasa puas? sekarang giliran ku!" Kors menarik ku ke bawah.


Lalu aku tidak seimbang secara mendadak. Membuat keadaan menjadi terbalik. Kors kini di atas ku sembari menginjak ku.


"Dark portal!" Kors mengarahkan tangannya ke bawah.


Lalu terciptalah portal besar di tanah. Kami berdua masuk ke dalamnya yang ternyata balik lagi kembali ke atas gedung.


...[BRUGGGG]...


Secara tidak langsung, Kors telah menginjak ku dari atas gedung sampai atas lagi. Aku sangat kesakitan dari dalam. Pedangku terpental ke belakang Kors. Aku tidak dapat menggapainya.


"Utusan dewa? sebuah omong kosong belaka" Kors menginjak ku lebih keras.


"Akhhh" aku kesakitan.


Aku tidak tahu kalau dia punya kekuatan seperti itu. Membuatku berpikir untuk soal ini. "Tunggu dulu. Kalau dia punya kekuatan seperti itu . . . maka . . . . "


Aku mengangkat tanganku ke atas ketika ia masih berdiri di atas ku. "Light portal!"


Suatu portal bercahaya tercipta olehku. Kors tertawa karena ia bingung denganku. "Hahahahahaha! kau pikir kau mau pergi kemana?"


"Lihatlah sekali lagi, dasar mata fosil!" aku menunjuk ke atas.


Kors juga menengok ke atas, "a . . . ."


...[SSSSRRRRKKKKK]...


Pedang Cryptide menyayat bagian tengah Kors. Sehingga terbuka sedikit celah dari tubuhnya. Seketika mengeluarkan aura gelap dari dari celah itu.


"Akhhh!" Kors kesakitan.


...[TAPPPPPP]...


Aku menangkap Cryptide ke tanganku. Kemudian langsung menusuk Kors dengan lurus ke tubuhnya.


...[SRRRTTTTT]...


Kors tertusuk di bagian perutnya. Ia memegang Cryptide sembari berjalan mundur seperti menahan rasa sakit itu. Ia perlahan mencoba menarik Cryptide dari perutnya, tapi malah membuatnya tambah perih.


"Akhhhh!" Kors mengeluarkan darah berwarna biru dari perutnya.


Aku kembali berdiri secara perlahan dalam keadaan lemas. Aku melihatnya kesakitan seperti terjebak dalam situasi itu.


"Nah," aku menyombongkan diri, "siapa yang merasa kesakitan sekarang?!"


"K . . . k . . . ." ia mengangkat kepalanya dan menatapku, "kita berdua!" ia mengangkat tangannya ke arahku.


"Eh?"


...[TSSSSSKKKKKK]...


Aku merasa seperti ada sesuatu yang tertancap di perutku. Setelah aku mencoba merasakan dan melihatnya dengan tanganku, ternyata itu adalah tumpahan darah dari perutku. Aku memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi dengan perutku.


"B . . . bagaimana bisa?"


Pedang Dark Cryptide tertusuk di perutku setelah Kors melakukan penarikan pedangnya itu.


Kami berdua sekarang sama-sama membungkuk sembari kesakitan. Diiringi dengan suara derasnya hujan, meski ada cahaya matahari menyinari, hanya ada suara kesakitan kami berdua di atas gedung tertinggi ini.


"Mau mencoba menariknya?" canda ku.


"Oh tentu saja!" tantang dia.


...[TSSSSSKKKKKK]...


...[TSSSSSKKKKKK]...


Kami berdua sama-sama memaksa cabut pedang itu dengan paksa. Tentu saja kami merasakan sakit yang amat luar biasa. Apalagi itu adalah pedang spesial yang pembuatannya mungkin saja sangat tajam.


Sebagai gantinya, aku meminta pedang itu kembali padaku. Kors yang merasa terhina, ia malah menggunakan kedua pedang itu melawanku.


"Bercanda?"


Kors melompat dan menyerang ku dengan kedua pedang itu. Aku harus menghindarinya sembari menahan rasa sakit di perut ini.


...[WUSSHHHH]...


Berkali-kali serangannya ku hindari. Serangan dari orang egois ini sangatlah konyol. Kurasa dia sudah tenggelam di dalam dunia egonya sendiri, sampai menggunakan serangan yang di kolaborasikan dengan emosinya.


Ketika ada suatu serangan yang menurutku sebuah kesempatan untuk keluar dari situasi ini, membuatku bersemangat. "Celah terbuka!"


Aku menunduk dan memutari nya. Kemudian menendang dia sekeras mungkin dari belakang.


...[BRUGGGG]...


Kors benar-benar terdorong, tetapi ia tidak terjatuh. Setelah itu ia menghadap ke arahku dengan tatapan mengerikan itu. Sedangkan aku hanya bisa kembali berdiri sembari menunggu rencana selanjutnya.


Tapi tiba-tiba . . . .


...[DUARRRRR]...


Kors tertembak oleh 2 peluru ledak besar dari suatu arah yang tidak diketahui. Ia terjatuh sampai menggelinding setelah tertembak. Tetapi ia langsung membungkuk agar ia tidak tersungkur.


"Siapa itu?!" Kors melihat arah sekitar.


Aku kembali menangkap pedang Cryptide yang terpental tadi. Lalu ikut mencari darimana peluru itu berasal. Setelah melihatnya dari sudut pandang ku, akhirnya aku mengetahui letak peluru itu berasal.


"Aaaaa!" aku tercengang.


Kors memukul lantai karena kesal. "Sialan itu!"


Sebuah helikopter sedang menuju kemari. Dari sepenglihatan ku, mereka adalah Bryan dan Robin yang datang membantuku.


"Bodoh! kenapa kalian kemari?!" khawatir ku.


Di dalam helikopter, ada Robin dan Bryan berdua saja sedang datang membantuku, meski aku tidak memintanya.


"Tembakan bagus Robin!" Bryan melakukan tos dengan Bryan.


"Mata ku selalu tepat sasaran" sombong Robin.


Kors dari atas gedung yang melihatnya sedang kemari, ia semakin kesal. Kemudian Kors berdiri dan melemparkan pedangnya lurus seperti peluru. Disaat seperti itu, aku mengambil kesempatan untuk menyerangnya ketika fokus ke arah helikopter.


"Bryan, awas!" waspada Robin.


Pedang Dark Cryptide memutar seperti membuat lingkaran besar. Sehingga helikopter menjadi terbelah dua. Bryan tidak dapat mengendalikan kemudi kembali.


Sekarang giliran Robin untuk menyelamatkan diri dengan cepat dari sini. Sembari menggunakan panahnya, ia menembakkan dan menancapkan anak panah yang bertali ke kepala Lazarus Apocalypse.


"Bryan! pegang tanganku!" Robin mengulurkan tangannya.


Kemudian Bryan melompat dari setengah helikopter nya untuk menggapai tangan Robin. Bryan melompat dengan menekan helikopter kebawah agar lompatannya lebih tinggi.


Tetapi . . . . Bryan tidak dapat menggapai tangan Robin.


"Eh?" Bryan tidak dapat menggapai tangan Robin yang sedang naik ke atas.


"Bryan!" Robin juga tidak dapat menggapainya lebih dekat lagi.


Akhirnya Bryan terjatuh ke bawah tanpa pengaman. Aku yang sedang bertarung dengan Kors, seketika menyadari kalau Bryan sedang terjatuh.


"Bryan!" aku berlari ke tepi gedung untuk mencoba menggapainya.


Tetapi Kors menarik ku ke belakang, sehingga aku tidak dapat menolong Bryan.


"Kevy . . . . . !" ia menyebut namaku.


Kemudian Bryan mengacungkan jempolnya ke arahku. Dan juga, ia terjatuh dengan tersenyum.


"BRYAANNNNNNN!!!!!!!!" teriak ku.


Robin sendiri juga dibuat syok melihat Bryan terjatuh. Ia merasa bersalah atas rencana yang mereka berdua buat sebelumnya.


Sesampainya di atas kepala Apocalypse, Robin langsung menghancurkannya dan masuk ke dalam. Di dalam ia langsung membungkuk dan memukul lantai.


"AAAAAAAAKHHHHHHHH!!!!!!!" Robin berteriak karena sangat syok.


Aku tidak dapat mengejarnya karena aku ditarik oleh Kors dari belakang. Membuatku semakin tersakiti dari fisik maupun mental.


"Beraninya kau!"


...[BZZZZTTTT]...


Aku kembali mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang membuat Kors terpental jauh ke belakang. Kemudian aku berbalik menghadapnya sembari menggenggam erat Cryptide di tanganku.


Kors juga kembali berdiri untuk bersiap-siap melawanku juga. Lalu Kors menggenggam erat Dark Cryptide di tangannya dengan erat.


Aura dari kami berdua, keluar dari pedang kami masing-masing. Kors mengeluarkan aura kegelapan dari pedangnya. Lalu menyembuhkan luka di tubuhnya


Begitu juga denganku. Aura cahaya keluar dari Cryptide. Aliran aura itu menyembuhkan luka ku secara perlahan dan menutupnya.


"Aku . . . . aku . . . . . " aku memegang kepalaku sembari menahan rasa sakit di kepala ini. "AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUHMU!"


Kors tertawa dan menodongkan pedangnya ke arahku. "Hahahaha, coba saja, kalau bisa . . . . . . pahlawan konyol!"


Tanpa pikir panjang, aku langsung maju mendatanginya secepat kilat sembari mengayunkan pedangku. Begitu juga dengannya yang berespon sama denganku.


Pertarungan sengit diantara kami, baru saja akan dimulai. Akan ku habisi dia nanti tanpa ampun!