
...[Sementara itu di tempat lain]...
"Kapten, bangun kapten" Wax membangunkan Jetsu.
"Ahh, apa yang terjadi?" Jetsu baru saja bangun di suatu jalanan di dunia yang sama denganku.
"Sepertinya kita baru saja masuk ke dunia lain setelah Kors membuka portal partikel" Robin menjelaskan di sebelah Wax.
Jetsu kebingungan setelah melihat berbagai gedung futuristik di sekitarnya.
"Apakah ini negara Mechroid?" tanya Wax.
"Mungkin, namun beda dunia" pikir Robin.
"Apakah ada cara keluar dari sini?" tanya Jetsu, "lagipula kemana yang lain?"
"Mereka sepertinya tidak jauh dari sini. Yang pasti cara kita keluar dari sini adalah, diantara bertemu dengan Kors kembali atau seseorang yang mungkin bisa membantu kita" teori Robin.
Jetsu menanggapinya dengan mengangguk. Kemudian dia berdiri setelah dibantu berdiri oleh Wax.
Kemudian dari kejauhan ada seseorang yang jalan menghampiri, "lihat disana" Wax menunjuk.
Jetsu mengamatinya dari kejauhan, tapi ia seperti terasa familiar dengan tampilan itu.
"Teman-teman, bersiaplah" Jetsu mengambil kristalnya.
"Eh, memang siapa dia?" Wax kebingungan.
Robin mengamatinya lebih detail, "tunggu sebentar, yang ini terasa berbeda"
"Halo yang disana. Sepertinya kalian sedang tersesat" seseorang datang dengan memegang kristal biru.
Wax merasa seperti tidak asing dengan wajahnya.
"Hai juga, ya benar kami tersesat. Tapi bukan tersesat di jalan" Jetsu menjelaskan.
Dia kebingungan, "eum, apa maksudnya?"
"Kami bukan berasal dari dunia ini. Kami tiba disini setelah seseorang memindahkan kami ke dunia ini" Robin ikut menjelaskan.
"Oh aku mengerti" Dia menanggapinya.
Kemudian Wax maju mendekatinya, "wajahmu seperti tidak asing" Wax menatapnya lebih dekat.
"Wajahmu sendiri juga loh, seperti . . . " kemudian mereka sama-sama menyadarinya, "sama sepertiku?" mereka sama-sama menunjuk dirinya sendiri.
"Tunggu siapa namamu?" tanya dia.
"Wax, Wax Shine" Wax memperkenalkan diri.
Dia terkejut, "Mustahil"
"Jangan bilang kau . . . ."
Dia mengangguk, "ya, aku juga Wax Shine"
"Sial" mereka berdua sama-sama tidak percaya.
Jetsu dan Robin melihat mereka berdua dengan kebingungan.
"Oke baiklah, apa yang kalian butuhkan?" Dia (Wax) menawarkan bantuan.
"Tunggu jika kau adalah Wax, maka kapten mu?" Tanya Jetsu.
"Kapten ku? dia bernama Bryan" jawab dia.
"Tunggu, Bryan??" Jetsu seperti tidak percaya, "apakah kau kenal dengan seseorang bernama Jetsu Jordan?"
"Sayang sekali, aku tidak pernah mendengar nama itu sama sekali" dia menepuk bahunya Jetsu.
"Baiklah, bagaimana jika ke kantor mu? kantor polisi ada di dekat sini kan?" Tanya Wax.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau pekerjaan ku adalah polisi?" Dia heran.
"Dunia ini bukan hanya 1" kemudian Wax mendorongnya untuk menunjukkan jalan, "Ayo antarkan kami kesana."
"E . . e . m . . . okee baiklah."
...[Sementara itu]...
Setelah aku bertarung dengan Kevy dan bertemu dengan Tye dari dunia ini, kami berencana untuk membawanya ke kantor polisi.
"Jadi kita akan membawanya ke kantor polisi?" tanya Akuta.
"Ya, dia sudah banyak berbuat jahat dan meresahkan warga di kota ini" gumam Tye.
Aku menanggapinya dengan mengangguk. Lalu aku ikut mengikat Kevy dan menutup wajahnya yang tidak sadarkan diri.
"Rasanya aneh melihat diriku sedang mengikat diriku" canda ku.
Tye tertawa, "rasanya aneh melihat adikku ada 2."
"Apa kau tidak merasa sedih melihat adikmu bernasib seperti ini?" tanya ku.
"Hmp" entah disaat seperti ini aku merasa Tye seperti kakak asliku dari dunia ku.
"Baiklah, sekarang kita bawa ke kantor polisi."
...[Beberapa saat kemudian]...
Kami berempat sudah berada di depan kantor polisi. Ternyata kantor polisi disini tidak jauh beda dengan dari duniaku.
"Baiklah kita sampai" Tye lelah.
"Kenapa kau tidak menggunakan portal milikmu saja?" Akuta mengeluh kepada Tye.
"Jalan lebih baik, sedikit berolahraga" Tye tersenyum.
"Hei, dia tidak akan bangun kan?" aku cemas kepada Kevy yang masih tidak sadarkan diri.
"Selama aku menggunakan alat ini . . . " Tye memegang sesuatu gadget, "dia tidak akan bangun sampai aku menekan tombol ini."
"Keren" aku terpukau sedikit.
Beberapa saat kemudian dari belakang ada suara langkah yang ramai. Setelah aku melihat ke belakang ternyata itu adalah,
"Oh, Kevy?" Jetsu melambaikan tangannya.
"Tunggu, Kevy?" Wax yang satunya kaget.
"Ya dia adalah Kevy dan teman kami yang lain" Robin menjelaskan.
Wax yang satunya sangat terkejut dan seketika ia dengan cepat mengambil suatu alat komunikasi dan menekan suatu tombol di alat itu.
"Eum, apa yang kau lakukan?" Wax bertanya.
"T . . .t . . . tidak ada" Dia menyembunyikan alat itu.
Dari jauh aku sudah melambaikan tangan kepada mereka.
"Baiklah ayo kita ikut masuk" Jetsu jalan duluan.
"Oke" disusul dengan Robin.
Wax hendak untuk ikut berjalan, namun ia melihat kepada Wax yang lain untuk menunggunya.
"Apa yang kau tunggu lagi?" Tanya Wax.
"T . . . tidak, kalian duluan saja" wajahnya terlihat cemas.
"Eum, okey . . . " lalu Wax meninggalkannya.
Setelah beberapa langkah Wax pergi, ia kembali melihat ke belakang untuk mengecek keadaan Wax yang lain.
"hmm, apa yang dia lakukan?" Wax keheranan melihat Wax yang lain sedang berkomunikasi dengan seseorang menggunakan alat yang tidak diketahui.
Dari wajah Dia, dia terlihat seperti sangat panik dan berbicara sangat detail, namun Wax tidak dapat mendengarnya.
"Jetsu, Robin, Wax. Senang melihat kalian selamat" aku melakukan tos dengan mereka.
"Ya, tidak kusangka juga jika kau masih selamat" canda Robin.
Aku tertawa.
"Lalu siapa seseorang yang diikat dan ditutup itu?" Jetsu menunjuk Kevy yang diikat.
"Rahasia. Nanti kau akan terkejut bila membukanya" aku berbisik.
"Dan . . . . apakah itu kakakmu?" Robin menunjuk Tye.
"Tidak, dia bukan kak--"
"Ya, aku adalah kakaknya secara tidak langsung" Tye menutup mulutku.
"Ya dia adalah kakak ku dari dunia ini" aku melepaskan tangannya.
"Ouh, kupikir dia adalah yang waktu itu" Robin menghela nafas.
"Yang waktu itu?" Tye bingung.
"Ahh tidak-tidak, bukan apa-apa" aku mengalihkan pembicaraan.
Kemudian Wax yang lain datang menghampiri kami, "kenapa kalian tidak masuk?"
"Loh, kenapa dia mirip Wax?" tanya ku.
"Karena dia memang Wax" Wax memperkenalkannya.
"Oalah, maaf. Baiklah, mari kita masuk."
Lalu semua orang masuk ke dalam kantor polisi. Begitu juga dengan Tye yang masih membawa Kevy yang diikat. Akuta yang sudah masuk merasakan sensasi yang tidak biasa.
Kemudian seseorang berjalan di hadapan kami dan mendekat. Aku terkejut dengan orang itu yang ternyata,
"Dimana yang namanya Kevy dan Akuta?" ternyata itu adalah Bryan yang berasal dari dunia ini.