CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Target



"Apa yang-"


Dia menggunakan panah sedang membidik ke arahku, aku sangat terkejut sehingga membuatku diam membeku tidak bisa melakukan apa-apa.


"Kau . . . " dia berbicara.


Aku masih mengangkat tangan, tetapi aku masih memiliki kristal lain untuk ku gunakan jika memang terdesak.


"Kau Kevy Devotee bukan?"


"eh?" seketika aku terkejut.


Kemudian dia menurunkan panahnya kembali,


"Bagaimana kau bisa tahu?" aku juga menurunkan tanganku,


"Sudah lama sekali aku ingin bertemu denganmu" kemudian dia mengembalikan kristal Sci-Libur kepadaku.


"Oh, terima kasih. Ada perlu apa denganku eum . . .siapa namamu?" tanya ku.



"Robin Hood, kau bisa memanggilku Robin. Aku sedang memburu 3 wanita yang berada di kapal ini, dan yang pasti aku membutuhkan bantuanmu." Robin memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuannya,


"Bagaimana kau bisa tahu aku?" aku kembali bertanya,


"Aku pernah melihatmu di berita, sekali"


"Hebat sekali kau bisa mengenali wajah ini"


"Aku selalu mengenal orang yang pernah kulihat meski sekali."


"Keren sekali bakat orang ini, semoga dia berada di pihakku" harapan ku.


Lalu beberapa saat kemudian Kenko datang dengan wajah panik,


"Hei!" Kenko terengah-engah,


"Kenko, aku tidak menyangka kau mencari ku"


"Ada pembunuhan di aula!" wajah dia sangat panik sekali.


"A . . . apa?" aku dan Robin sama-sama kaget,


"Cepatlah!" kemudian dia berlari secepat mungkin, "Tunggu! ayo Robin" Robin mengangguk dan ikut denganku menuju Aula.


Tapi hal aneh terjadi, ketika aku sudah berbelok, Kenko sudah menghilang dari sana.


"tch, kemana dia disaat seperti ini" aku masih berlari menuju aula, tidak peduli dengan Kenko untuk sekarang.


Setelah masuk ke dalam Aula, memang ramai sekali orang mengerubungi sesuatu di depan sana.


"Kevy!" Wax memanggilku dari kejauhan, "Kemari lah!" lalu aku mendatanginya dengan Robin.


"Darimana saja kau? kami mencari mu kemana-mana!" Wax sangat cemas,


"Maaf, tadi terjadi sesuatu. Dimana Kenko?"


"Loh, kukira dia bersamamu" Wax malah heran,


"Eh?" aku menoleh ke arah Robin dan Robin berekspresi yang sama sepertiku, sama-sama bingung dan keheranan.


"Ya sudahlah lupakan, intinya Jetsu sedang berada disitu" Wax menarik ku ke tkp.


Setelah aku datang menemui Jetsu betapa terkejutnya diriku setelah melihat apa yang terjadi.


"A . . . apa yang-"


Aku melihat Patrick terbunuh dengan bagian jantungnya tertusuk oleh sesuatu benda tajam yang tidak masuk akal, yaitu berbentuk "S" di dadanya.


"Kevy!" Mako memanggilku, "kemari lah" lalu aku mendekatinya.


"Hati-hatilah, diantara salah satu orang di kapal sini adalah pembunuhnya. Aku ingin kau menyuruh semua orang untuk tetap tenang dan kembali ke kamar mereka masing-masing sampai kita berlabuh di kota Xylencer nanti" Mako membisikkan ku.


Aku mengangguk, kemudian aku berdiri dan naik ke atas meja.


"PERHATIAN, KUMOHON JANGAN ADA YANG PANIK" aku berteriak meminta perhatian.


"Semua orang sudah sangat takut disini, bagaimana caranya supaya tenang!?" lalu semua orang berekspresi sangat takut.


"Kembalilah ke kamar kalian masing-masing! ini adalah pilihan yang tepat sampai kapal ini sudah berlabuh di pelabuhan kota Xylencer nanti. Tentang masalah ini akan kami urus sekarang juga."


"Lalu bagaimana dengan acara tahun baru sekarang?" salah satu orang berkomentar lagi,


"Ya, jika kau ingin merayakannya bersama pembunuh di kapal ini . . . . silahkan saja" aku menakutinya untuk kebaikan.


Hal itu membuat semua orang berwajah takut, lalu mereka semua diam dan merunduk.


"Kembalilah ke kamar kalian masing-masing, ayo!"


Lalu aku membubarkan semua orang untuk kembali ke kamarnya masing-masing. Karena beberapa orang masih sedikit takut, mereka diantar oleh Tye, Bryan, dan Drop. Setelah itu aku turun dari meja dan menghampiri mayat Patrick yang dari tadi ditemani oleh Jetsu yang pasti sangat terpukul.


"Sudahlah Jetsu, kita akan---"


"Aku tidak akan memaafkannya, aku akan membunuh orang yang membunuh sahabat sejati ku!" Jetsu sangat marah sekali di balik topengnya itu pasti.


Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menenangkannya, maka itu aku berdiri dan melihat sekitar TKP untuk mengamati apa yang terjadi sebelumnya.


"Robin, apa kamu melihat sesuatu yang aneh?" tanya ku.


Dia menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.


Hal yang aku ketahui adalah Robin sudah pasti bukan pelakunya, karena dia bersamaku sedari tadi. Wax dan Mako sepertinya tidak mungkin. Tye, Bryan dan Drop sedari tadi di bar kan? ya lumayan tidak mungkin juga.


Tersisa Kenko seorang, dia menghilang dari pandanganku setelah aku mengejar Robin. Dan sekarang dia juga tidak ada saat ini, "kemana dia?"


"Kevy, sebaiknya kau berkeliling di sekitar dek kapal dan seisinya untuk mengamati apa yang ada di kapal pesiar ini. Bisa jadi kau menemukan sesuatu yang mungkin menarik perhatian mu" Wax menghampiri ku.


"Ya, aku akan mencarinya bersama dia" aku menunjuk Robin.


"Oh, siapa dia?" Tanya Wax.


"Bukan waktunya berkenalan, tapi panggil saja aku Robin"


"Wax" lalu mereka berdua bersalaman setelah berkenalan.


Setelah itu aku dan Robin keluar ke dek kapal dan melihat-lihat sekeliling luar aula untuk mengamati sekitar.


"Aku tadi berpapasan denganmu disana kan?" aku menunjuk pagar kapal disana.


"Ya, kau bersama pacarmu kan? sekarang dimana dia?" Robin ikut kebingungan.


"Sial, aku tidak menduga akan terjadi hal seperti ini" kesal ku dalam pikiran.


Lalu aku melihat waktu menunjukkan 23:47, tersisa 13 menit lagi sebelum tahun baru.


"Apa yang kau bisa lakukan dalam 13 menit?" satir Robin,


"Yah, setidaknya bertemu dengan pelakunya"


Lalu beberapa saat ketika kami berbincang-bincang, ada suara dari belakang kami seperti ada yang mendengar percakapan kami dari tadi. Kemudian aku menoleh ke belakang, hal itu membuat orang itu panik dan langsung melarikan diri.


"HEY!" aku berlari mengejarnya untuk menangkap orang itu.


"Tunggu Kevy" Robin mengikuti ku untuk mengejar orang yang menguping pembicaraan kami sedari tadi.


Setelah kami berbelok dari dek kapal, aku melihat dia sedang berdiri tegak dan menyeramkan.


"A . . . Apa yang--" setelah Robin datang, ia tidak sengaja menginjak sesuatu benang di kakinya.


Seketika membuat kami berdua jatuh ke dalam ruangan yang berada di dalam kapal itu, "Waaaaaaaaaaa"


Aku dan Robin sama-sama terjatuh sehingga membuat kami sama-sama kesakitan. Lubang di atas kembali tertutup sehingga kami tidak bisa kembali ke atas.


Beberapa saat kemudian ada beberapa orang menerangkan kami dengan senter neon nya.


"Lihat apa yang kita dapat disini, hmm"


3 orang wanita dan 1 orang lelaki mendatangi kami setelah mereka menjebak kami dari atas kapal.


"S . . . siapa kalian?"