
Kenko dan yang lain sudah datang ke pertarungan. Mereka datang dengan lari menuju Lazarus yang masih tidak berdaya. Sedangkan Orez dan Kenzu menggunakan mobil dari kristal mereka.
"Kenzu, kau siap?" ucap Orez.
"Tidak perlu ditanya!"
Mereka berdua keluar dari mobil. Kemudian Orez mengangkat kristalnya. "Create! Armor! Up!"
Mobil dari kristal mereka terpecah menjadi kepingan. Orez dan Kenzu menjadi satu dengan cara digabungkan oleh kepingan dari mobil itu. Perlahan armor dari mecha form terbentuk.
Dengan motif helm harimau. Kecepatan yang sangat luar biasa. Inilah SportSpeed 15.
"Jadi, siapa yang mau dikalahkan selanjutnya?" pose mereka.
Selain itu, Kyo berada di atas gedung. Ia melepaskan penutup matanya. Sembari memegang kristalnya, ia melihat suasana kota yang kacau.
"Jika ini adalah dunia ku, maka . . . ." Kyo mengangkat kristalnya, "ini adalah separuh dari neraka ku!"
"Create! Armor! Up!" Kyo bertransformasi.
Kekuatan yang mirip dengan bunglon. Dapat beradaptasi dengan sekitarnya sampai tak terlihat. Kyo sudah memasuki mode Oblivion dari mecha form nya. Inilah Spotless 6.
Yue dan Mako sedang berdekatan. Mereka sedang ada perbincangan.
"Mako, bolehkah kita bertukar kristal?" permintaan Yue.
"Boleh saja" Mako bertukar kristal dengan Yue.
"Terima kasih!"
"Kalian enak ya, dapat kristal yang wanita sekali" tiba-tiba Kenko ikut nimbrung.
"Loh, Kenko. Memang kamu dapat kristal apa?" tanya Mako.
"Kristal hijau ini" keluh Kenko.
"Hei, jangan mengeluh seperti itu. Bisa saja lebih kuat dari yang lain" Yue menyemangati.
"Entahlah. Aku pernah melihat pengguna kristal ini sebelumnya."
"Kuat . . . . . kan?" Mako sedikit menghibur.
"Ya memang kuat. Tapi . . . . apakah aku akan menjadi monster sepertinya" Kenko kembali mengingat momen di ruang bawah tanah saat itu.
"Baiklah, ayo kita sama-sama bertransformasi!" ajak Yue.
"Ya, itu benar. Ayo!" Kenko menjadi semangat.
Mereka bertiga berdiri di atas tepi gedung. Melihat Lazarus yang sedang tumbang. Dan kota yang separuh terbakar. Mereka bertiga mengangkat kristalnya,
"Create! Armor! Up!"
Cahaya dari warna kristal menerangi mereka bertiga. Masing-masing kristal memberikan efek transformasi yang berbeda.
Dimulai dari Yue. Mecha form mode Oblivion nya sangat menggambarkan motif dari helmnya, yaitu kelinci. Dengan kekuatan yang sangat cepat, tanpa senjata pun, kekuatan dari kristal ini adalah dari dengkulnya. Inilah Light Hopper 14.
Lalu ada Mako yang juga memasuki mode Oblivion. Dengan motif yang sudah bisa ditebak, cakarannya dapat membantai lawan yang menghalanginya. Inilah NeonKick 10.
"Yah, kurasa ini lumayan buruk" ucap Kenko di belakang mereka.
Yue dan Mako melihat ke belakang. Mereka berdua terkejut dengan mecha form yang Kenko gunakan.
Tidak berubah menjadi monster. Tapi kekuatan racun dari mecha form ini sangatlah kuat. Mode Oblivion ini pasti sangatlah overpower. Inilah Toxic Party 4.
"Dada ku menghilang. Atau tertekan?"
Yue dan Mako tertawa. "Hahahaha, kau seperti pria!"
"Diamlah" Kenko menahan malu.
"Tidak tidak. Tapi bentuk dari armor nya, sangatlah fantastis!" Mako terpukau.
"Itu benar Kenko. Armor nya sangat keren sekali" Yue juga berpikiran sama.
"Kalau begitu. Kita akan melawan Lazarus itu bersama-sama!" Kenko jadi semangat.
"Yosh!"
Karena Mako dan Yue sangat cepat, Kenko ditinggalkan di belakang. "Hei!" Dengan cara pintar, Kenko berlari dengan biasanya saja.
...[Sementara di dalam kepala Lazarus]...
Jetsu terbang untuk menghindari serangan lagi dari David. Meski pedang masih tertancap di perutnya, Jetsu menahan sakitnya agar ia masih dapat menghindar.
"S . . . sial . . ."
Jetsu menarik pedang yang menancap perutnya. Kemudian dilemparkan ke arah David yang berdiri di bawah. Lemparan itu tidak terlalu kuat.
David menangkap pedang itu, "terimakasih!"
Kemudian David mengangkat chip nya, "Charge!" lalu bertransformasi menjadi Lazarus yang ia biasa gunakan. Inilah Lazarus Nova.
"Jack, kau kembali jalankan saja DNL nya" perintah David.
"Dimengerti" Jack kembali mengaktifkan mesin.
Lazarus kembali berdiri. Orang-orang di luar terkejut tiba-tiba Lazarus kembali bergerak.
"Hei hei! apa yang terjadi dengan mu Jetsu?!" Robin mencoba berkomunikasi dengan Jetsu.
Beberapa saat kemudian, Kenko, Mako, dan Yue datang ke pertempuran. Disusul dengan Orez dan Kyo setelahnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Orez.
"Jetsu ada di dalam sana" Bryan memberi tahu.
"Kita juga harus ke sana bukan?"
"Mustahil. Yang bisa terbang hanya dia dan . . . ." Mako seketika kembali mengingat seseorang.
Nelson menghampiri Kenko. "Kamu tidak terlihat seperti wanita" gurau Nelson.
"Haha lucu" nada Kenko seperti kesal.
"Yo Nelson! bukankah kau dapat mengangkat kita ke sana?" pinta Akuta.
"Sayang sekali. Maksimal gravitasi melayang ke atas adalah 40 meter. Sedangkan tinggi Lazarus itu kisaran 60-70 meter."
"Padahal kau baru menggunakan kristal itu. Bagaimana kau bisa tahu tentang kristal itu?" Wax penasaran.
"Semua pengguna juga seharusnya sudah tahu soal ini. Pengguna kristal secara otomatis mengetahui skill dan kemampuannya. Kamu sendiri juga begitu kan?" tanya balik Nelson.
"Yah itu benar sih. Dulu tiba-tiba aku secara otomatis mengucapkan jurus yang tidak aku tahu sebelumnya. Seolah-olah sudah tertanam di otak bila kristal ini sudah menjadi mecha form" Kyo berpikiran yang sama.
"Lupakan basa-basi kalian! Lazarus itu sedari tadi sudah bergerak!" tegas Mako.
"Ups, kita lupa soal itu. Kembali ke rencana."
Rencana lain pun dibuat. Target sekarang adalah untuk menumbangkan kedua kaki Lazarus terlebih dahulu. Setelahnya, kami mungkin dapat memanjat Lazarus melalui gedung terbengkalai yang tinggi.
"Yuusha, Kyo. Coba kalian ikat masing-masing kedua kaki!" Akuta memimpin.
"Akan kami coba!" respon mereka.
Seperti biasa. Yuusha memunculkan benang di lengannya. Lalu melilitkan kaki Lazarus sampai seketat mungkin. Kyo membuka topengnya. Ia menggunakan lidah besi yang panjang untuk melilitkan lidahnya ke kaki Lazarus.
Mereka berdua sudah saling melilitkan. Sekarang sisanya tinggal menumbangkan saja.
"Robin, Bryan, dan Wax. Coba kalian kombinasikan tembakan kalian ke lutut Lazarus menggunakan kekuatan waktu milik Reggie!" rencana Akuta.
"Dimengerti!"
"Nelson. Coba naikkan gravitasi agar Lazarus menjadi lebih berat!"
"Baiklah!" respon Nelson.
"Orez, atau Kenzu. Kau dan aku, kita akan menumbangkan betis Lazarus bersama-sama!"
"Kau dapat mengandalkan ku!"
"Lalu para wanita . . . ." Akuta bingung dengan kemampuan dari Mako dan Yue. "Eum, cobalah untuk menyerang dari dekat?"
"Kau bercanda?" jawab Mako dengan ekspresi datar.
"Baiklah, kalau Kenko . . . ." Akuta melihat-lihat sekitar, "dimana Kenko?"
"Kau bicara lagi akan ku lumuri racun di sekujur tubuh mu dengan racun ku" jawab Kenko yang berada di sebelah Yue.
"Eh Kenko? kau seperti . . . ."
"Cepat katakan rencana mu sebelum--"
"Eits oke oke! baiklah, coba kau banjiri sekitar kaki Lazarus dengan racun eum . . . . . yang dapat mencairkan besi seperti yang di sana itu?" rencana Akuta.
"Menarik."
"Baiklah semuanya sudah siap! kalau begitu Kev--" Akuta baru sadar kalau Kevy belum datang sedari tadi.
"Lupakan. Ayo mulai!"
"Yosh!" semua orang mulai menjalankan rencana mereka.
Akuta yang sedang berlari, ia masih kepikiran dengan nasibku. "Dimana kau Kevy?"