CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
07 & 11 vs 7AY



Bryan dan Drop bersiap untuk melawan Lazarus 7AY yang digunakan oleh Kai Kodansha. Lazarus ini adalah seri Lazarus yang paling spesial diantara yang lain. Meski terlihat seukuran manusia, tetapi kekuatannya melebihi kekuatan kristal Cryptide dibawah mode Hyper.


Tidak ada jalan lain selain bertarung dengannya untuk menjaga file yang sedang dikirim ke tim yang lain. File ini adalah kelemahan dari semua Lazarus mode standard yang ada di bangunan ini, terkecuali Dark Nova Lazarus dan Project OutRoar.


Kembali ke pertarungan Bryan dan Drop yang menggunakan kristal BlackJustice 07 dan WhiteMoon 11. Demi kemenangan yang lain, mereka rela berkorban sampai file itu selesai dikirim ke gadgetnya.


"Untuk apa berpikir lama!" Bryan langsung menembakkan senjatanya ke arah Kai.


Peluru itu melayang mengarah ke Kai. Tetapi Kai yang sudah terbiasa dengan itu, ia langsung menciptakan tameng untuk pelindung dari peluru-peluru itu.


"Keren" puji Bryan.


"Seperti yang kau lihat sendiri" sombong Kai.


Lalu Kai mengeluarkan senjatanya dan dia otak-atik sampai menjada senjata api.


"Terima ini!" Kai menarik pelatuknya, "BOOM!"


"Tidak secepat itu!" Drop membuat lingkaran gravitasi sehingga peluru ledak itu jatuh ke bawah dan batal meledak.


"Oh iya kah?" tawa Kai.


Kai langsung mendirikan tamengnya dan ditancapkan ke lantai,


"*A*pa yang dia lakukan?" bingung Drop.


Peluru yang sudah jatuh ke bawah, tiba-tiba memunculkan roket yang cepat sehingga peluru itu lolos dan mengarah ke Drop.


Drop yang sudah tidak bisa menghindarinya lagi, ia hanya bisa pasrah.


"Sial!" Drop berusaha menahan peluru itu.


Tetapi dengan cepat, Bryan melompat ke depan Drop untuk menjadikan dirinya sebagai tameng dari Drop.


"BODOH, APA YANG KAU LAKUKAN?" Drop berusaha menggapai Bryan dan ingin menggesernya.


...[DUARRRRR]...


Bryan terkena peluru ledak itu sehingga ia terpental sejauh mungkin sampai menembus tembok.


"BRYAN!!!!" teriak Drop ke arah tembok itu.


Kai berpose seperti meniup asap senjatanya.


"Hebat" gumam Drop.


"Hmm?" bingung Kai melihat Drop.


Drop menoleh ke belakang dan menatap tajam Kai dari balik helmnya. Ia mengangkat tangannya dan berbisik sesuatu.


"White Hole World! Beyond Gravitation!" Drop memainkan jari-jarinya dan membuat lingkaran zona besar di sekitar Kai.


Kai berusaha keluar dari zona itu, namun ia tidak bisa. Sepertinya ada yang menahannya dari luar sehingga Kai sekarang terjebak di zona itu.


"Gallen Execution!" Drop menarik tangannya ke bawah.


...[BRUGGGG]...


Gravitasi menarik sangat kencang di zona itu. Bahkan sampai lantainya itu sendiri juga tertekan ke bawah. Kai dibuat tersungkur sampai tidak bisa gerak di dalam zona itu.


"Sial, kekuatan apa ini!" Kai merintih kesakitan.


Dikarenakan sampai terlalu tertekan, lantai itu hancur sehingga membuat zona gravitasi nya melubangi jalan menuju istana kota.


"Dan itulah kekuatan!" Drop mengepalkan tangannya sebagai tanda pemenang.


Lalu Drop menghampiri Bryan yang terpental tadi. Ia mencarinya dari beberapa tembok yang hancur. Sampai akhirnya Drop melihat Bryan yang terkapar yang sudah kembali menjadi human form.


"Bryan! bangun Bryan!" Drop juga kembali berubah menjadi human form.


"Huh, apa aku mati?" Bryan masih sadar.


"Ya kau sudah mati. Ayo bangun" Drop mengulurkan tangan.


Bryan meraihnya dan berdiri sembari memegang kepalanya.


"Ternyata sehebat itu ya kekuatan kristal ini!" girang Bryan.


"Kenapa kau kegirangan?" heran Drop.


"Ledakan tadi tertahan oleh kekuatan kristal ini. Aku pikir tadi aku akan mati setelah terkena ledakan itu" teori Bryan.


...[SSSSRRRRKKKKK]...


Mendadak dari belakang Drop ditusuk oleh Kai yang masih bangkit dengan menggunakan senjata tajam sampai menembus dadanya.


"Akh . . . ." Drop muntah darah sembari melihat badannya sendiri.


Bryan shock dengan apa yang baru saja ia lihat.


Lalu Drop dilemparkan ke pojokan bersama dengan senjatanya, "lihatlah temanmu yang lengah itu, ia akan mati kesakitan setelah melakukan kesalahan fatal karena berurusan dengan orang yang salah."


Bryan menatapi Drop yang sepertinya sudah tidak bernyawa lagi di pojokan. Wajahnya berekspresi seolah tidak percaya apa yang baru saja ia lihat.


"Sekarang selanjutnya adalah dirimu!" Kai menarik pelatuknya dan menembakkan peluru peledak itu kembali ke arah Bryan.


Selama peluru ditembak. Dalam gerakan lambat, Bryan kembali flashback ketika bersama dengan Drop selama beberapa bulan sebelumnya. Bryan menundukkan kepalanya dan menangis.


Bryan yang sudah tidak punya partner dekat lagi, ia mengangkat kristalnya dengan tatapan tajam.


"Create, Armor, Up!" Bryan bertransformasi.


...[DUARRRRR]...


Peluru ledak kembali mengenai Bryan. Efek ledakan itu menimbulkan banyak asap sampai tidak kelihatan sama sekali.


Kai beranggapan kalau Bryan sudah mati, lalu ia membalikkan badan dan berniat untuk pergi.


...[Tap Tap Tap]...


Suara langkah kaki terdengar di dalam kabut asap bekas efek ledakan. Kai mengurungkan niatnya untuk pergi. Lalu ia berbalik menghadap suara itu.



Tampilan baru dari mecha form BlackJustice yang digunakan Bryan. Mecha form dengan motif panda itu telah memasuki mode Hyper untuk pertama kalinya.


Dengan kemarahan yang tidak tertahankan. Bryan sudah tidak peduli dengan sekitarnya lagi. Ia tidak akan tega untuk membunuh seseorang tanpa ragu-ragu kembali. Setelah partner spesialnya meninggal, ia sudah tidak memiliki hati nuraninya lagi.


"Jangan harap kau bisa melihat matahari besok, keparat!" Bryan mengokang senjatanya.


Kai terkejut, "mustah--"


...[DORRR]...


Bryan menembak kepala Kai sampai helmnya pecah.


"Sial, apa yang--"


...[DORRR]...


Bryan kembali menembak ke kepala Kai sampai kali ini helmnya hancur total. Sekarang wajahnya sudah terlihat.


"He . . .hentik--"


...[DORRR]...


Akhirnya Bryan membunuh Kai sebagai balas dendam telah menghabisi temannya sampai tak bernyawa.


...[DORRR DORRR DORRR]...


Bryan menembak berulangkali ke kepalanya Bryan sampai kepala Kai benar-benar lenyap.


"Nyawa untuk nyawa" Bryan akhirnya menghentikan tembakannya.


Suatu perasaan aneh membuat Bryan tidak nyaman dengan situasi itu. Karena ia sudah tidak peduli lagi, ia melihat gadget di pergelangan tangannya. File-nya berhasil sampai ke teman-teman yang lain, Bryan merasa sedikit lega dan tenang melihat hal itu.


Namun setelah ia menghadap ke belakang, "eh?"


"Sudah puas dengan kegilaan mu, Bryan?" Kors berdiri bersandar di tembok sembari merokok.


Bryan mendadak shock dan menodongkan senjata nya ke kepala Kors.


"Oh, begini kah sikapmu kepada kapten mu?" Kors bersikap tenang seperti tidak ada apa-apa.


"Sekali kau bergerak, akan ku tembak dirimu tanpa segan-segan" Bryan memperingati.


Kors bergerak sedikit saja untuk menghisap rokoknya.


...[DORRRR]...