CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Petualangan Tanpa Batas



"Cepat ambil kristalnya!"


Kenko mengambil kristal NeonKick 10, Yuusha mengambil kristal Puppeteer Constantine 17, dan Mako mengambil kristal Light Hopper 14.


"Terimakasih" Kenko langsung maju dan melihat pertempuran.


Setelah semuanya mengambil kristalnya, mereka bertiga berkumpul bersama.


"Teman-teman" Kenko memberi aba-aba.


Yang lain mengangguk dan mengangkat kristalnya.


"Create, Armor, Up!"


...[Kembali ke dalam ruangan]...


Salah satu prajurit masuk ke dalam ruangan yang sepertinya adalah sebuah ruangan HQ di bangunan itu.


"Pak, ada kerusuhan di atas sana" prajurit itu melapor kepada David.


"Sudah waktunya ya?" David menekan tombol yang ada di mejanya, "baiklah, perintahkan unit A-Z untuk melakukan serangan balik."


"Dimengerti!" setelah hormat, kapten prajurit itu meninggalkan ruangan dan memberitahu bawahannya yang lain.


"Apakah itu mereka?" seseorang dipojok sedang bersandar di tembok tiba-tiba berbicara.


"Sepertinya. Kau mau melihatnya?" David berbicara kembali kepada orang itu.


Lalu perlahan orang itu maju dari kegelapan, "bagaimana dengan Dark Nova Lazarus?" ternyata itu adalah Michael Kors.


"Beberapa tahap perbaikan lagi sudah selesai, Kors"


"Bagus-bagus. Mana yang harus ku gunakan?" tanya Kors.


"Project OutRoar masih dalam tahap finishing. Sebentar lagi dapat digunakan kok."


"Aku akan menggunakannya. Segera dipercepat untuk tahap finishing nya" permintaan Kors.


"Kau yakin ingin menggunakan Project OutRoar?" heran David.


"Jika itu memang dapat mengalahkan Cryptide ataupun kristal-kristalnya, ya aku akan menggunakannya."


"Ya masalahnya sih . . . ."


"Ada apa dengannya?" Kors mendekati David.


David memperingatkan, "Memang sudah jadi. Namun kita masih belum melakukan uji coba virtual ataupun secara langsung terhadap project itu--"


"Diam lah. Jack boleh menggunakan Dark Nova Lazarus, sedangkan aku menggunakan Project OutRoar."


"Terserah, itu aturan mu sekarang" David tersenyum kaku.


Kors tertawa jahat. Lalu ia merangkul David, "Kau mau lihat Panic Room yang dibuat olehku sebelumnya? barangkali ada hal yang menarik dari mereka" ajak Kors.


"Aku yang seharusnya mengajakmu, ayolah" David melepaskan rangkulannya Kors.


Setelah merapihkan jasnya, ia berdiri dan ikut dengan Kors menuju Panic Room.


...[Kembali ke momen]...


Kenko, Yuusha dan Mako sudah bertransformasi menjadi Mecha form hasil dari kristal jarahan ku bersama teman-teman.


"Baiklah Yuusha, ikat panahku dengan benang mu" perintah Robin.


"Dimengerti!" setelah diikat, Robin bersiap untuk menembak.


Setelah panah menancap di tembok sebelah pintu masuk, satu-persatu semua orang melompat dengan tali yang ditancapkan sebelumnya. Lalu benang yang ditembak adalah untuk mempercepat seluncuran Zipline itu.


"Kalian bisa pergi duluan!" perintah ku.


"Aku dan Kevy akan lompat belakangan" Akuta ikut memantau denganku.


Dimulai dari Jetsu yang langsung terbang tanpa menggunakan Zipline, disusul dengan Wax yang menggunakan Zipline, lalu Mako, Yuusha, Kenko, Drop, Bryan, Robin, Akuta, dan terakhir aku sendiri yang paling belakang.


"Jetsu, langsung terobos apakah kau bisa?" tanyaku.


"Akan kucoba!" Jetsu terbang ke atas dan memutar di udara untuk menambah kecepatan meluncur.


"Break Cross!" Jetsu mengeluarkan jurusnya dan terbang menuju pintu itu.


"Awas Kenzu!" Orez memperingati.


Setelah mereka berdua menghindar, Jetsu menabrak pintu itu sampai hancur.


...[BOOOMM]...


Setelah hancur, benang dan tali yang terlepas dari pintu itu di tahan dan ditarik oleh Jetsu sampai ke dalam.


"Tahan terus Jetsu!"


Selama yang lain meluncur, Orez dan Kenzu bantu menarik tali dan benang itu sampai ke dalam. Kemudian semua orang mendarat di dalam ruangan itu satu-persatu.


"Ruangan ini . . . " Mako sangat terkejut.


...[Dari balik layar]...


"Selamat datang di 7AY!" seseorang yang duduk di kursi ruangan kamera kegirangan melihat kami semua masuk ke dalam.


"Pantauan yang bagus, Saguru" David menepuk bahu orang itu.


Kors menunjuknya "Jadi dia adalah Saguru dari . . . . "


"Pemimpin faksi Sacred Crow, namanya adalah . . . . "


"Saguru Crow, senang bertemu denganmu mayat hidup" Saguru mengulurkan tangannya.


Kors yang kesal, ia menarik kerahnya Saguru, "seumur hidup belum pernah ada yang memanggilku begitu selain diriku sialan!"


"Hei hei, itu hanya becanda kawan," Saguru memalingkan wajahnya, "meski fakta."


"Sudahlah, kita semua disini harus bekerjasama. Musuh kalian adalah orang itu bukan?" David meleraikan nya.


"Kau beruntung aku belum berubah menjadi Mecha form" Kors melepas dan mendorong Saguru sampai terjatuh.


"Huh, menyeramkan" Saguru memberikan ekspresi mengejek, lalu ia kembali berdiri dan duduk di bangkunya.


"Jadi semua faksi yang tertinggi kau kumpulkan disini untuk berkerja sama?" tanya Kors kepada David.


"Ya, mereka sudah menandatangani kontrak yang kami tawarkan kepada mereka."


"Lalu mengapa kau mengundangku?" tanya Kors kembali.


"Kaulah yang membuat ku menjadi pemerintah negara ini" David menepuk bahunya Kors.


"Lupakan itu. Hiduplah di masa depan" sembari menunjuk ke layar, "sekarang kau pikirkan cara menghancurkan mereka.


David meregangkan tangannya, "Mudah kok . . . . " ia tersenyum menyeringai.