
Jetsu sudah memimpin di atas. Suasana kota sangat kacau. Meski hampir tidak ada penghuni, tapi api berkobar dimana-mana. Dark Nova Lazarus masih menginjak injak kota dengan kaki besarnya itu.
"Apa rencana kapten?" tanya Wax di sebelah Jetsu.
"Aku ingin beberapa orang ikut denganku untuk menahannya" permintaan Jetsu.
"Aku siap" hampir semua orang bersedia ikut berperang.
"Baiklah, ikut aku untuk menahan kakinya. Terutama kamu Yuusha, kau pengguna benang."
"Dimengerti!"
Jetsu memandang ke Lazarus yang bergerak. "Sudah waktunya!"
"Create! Armor! Up!"
Jetsu sudah berubah menjadi mecha form mode Oblivion nya. Dalam mode Oblivion miliknya, memiliki banyak kegunaan baru dan lebih kuat dari form sebelum-sebelumnya. Inilah EdgeBooster 16.
Robin juga sudah memasuki mecha form mode Oblivion nya. Panahnya lebih canggih dari sebelumnya. Semakin bersemangat dia untuk berperang. Inilah Sting Shot 13.
Selanjutnya, Wax. Mecha form mode Oblivion nya semakin terbentuk dengan kekuatan aslinya. Inilah Goal Kick 5.
Mode Oblivion dari mecha form Bryan sangatlah mengerikan. Senjatanya sudah lebih besar dari form basic nya. Inilah Black Justice 7.
Reggie juga sudah siap untuk ikut bertempur. Dengan mecha form mode Oblivion yang satu ini, akan sangat membantu teman yang lain. Inilah Time Hijacker 19.
Nelson juga sudah berubah menjadi mecha form mode Oblivion. Ini pertama kalinya Nelson menggunakan kristal. Dan ia sekarang pengguna kristal WhiteMoon 11.
Lalu ada Yuusha yang ikut membantu untuk menjatuhkan Lazarus. Dengan menggunakan benang yang sangat kuat dari sebelumnya, pasti akan berhasil dengan Puppeteer Constantine 17.
Terakhir. Ada Akuta yang ikut berpartisipasi dalam pertempuran ini. Dengan kekuatan gergaji di tangannya, semua akan dipotong olehnya. Inilah SlashyBlood 3.
"Baiklah ayo!" Jetsu memimpin.
Yang lain ikut dengan Jetsu menuju ke Lazarus itu. Sisanya masih ada yang menunggu di atas gedung. Kenko cemas dengan Kevy yang sedari tadi belum naik ke permukaan.
"Ada apa Kenko?" tanya Mako yang menepuk pundaknya.
"K . . . Kevy belum naik" cemas Mako.
"Tidak usah khawatir. Dia orang yang kuat bukan?" Mako menenangkannya.
"Itu benar Kenko. Dia bukan orang yang sembarang!" Orez ikut nimbrung.
Kenko menoleh ke arah Yue dan Kyo. Mereka berdua mengangguk.
"Cowok mu itu kuat. Bahkan sampai membuatku dendam dengannya" canda Kyo.
Kenko tertawa. "Ya, aku yakin dia orang yang kuat."
...[Sementara di bawah sana]...
Aku merasa sangat lemah sekali. Mulutku penuh dengan darah. Badanku terasa panas sekali.
"Sial, aku butuh istirahat sejenak. Bisakah?"
Lalu aku melihat kristal yang sudah koleksi selama ini. Aku bisa saja menyembuhkan diri dengan menggunakan kristal Divinity. Namun itu hanya akan menyembuhkan luka saja, bukan penyakit.
Kepala ku sangat pusing sekali. Aku terlalu lelah. Karena aku selalu terlibat dalam pertempuran. Apalagi aku belum istirahat setelah memasuki mode Breaker saat itu.
"Kevy" seperti ada seseorang yang memanggil namaku.
Aku yang sedang membungkuk, terlalu lelah untuk menoleh. "S . . . . s . . . . siapa?" jawab ku.
"Ini aku . . . . ." dia menepuk bahuku, "Tyler."
"Hah?" aku melirik lirik sedikit.
Penglihatan ku sedikit memudar. Namun aku seperti melihat bayangan Tye yang berada di sampingku. Karena terlalu pusing, aku hanya bisa menundukkan kepala sembari menahan rasa sakit di kepala.
"Kau tidaklah nyata" ucap ku dengan lemas.
"Mungkin aku memanglah tidak nyata, tapi . . . ." Tye membungkuk di depan ku. "Apakah ini akhir dari mu? itu saja kah perjalanan mu sejauh ini?"
"Aku tidak mengerti."
"Dengar Kevy," Tye memegang pundak ku, "pertarungan ini bukanlah akhir dari segalanya."
"Aku tahu itu!"
"Makanya kuberi tahu ini agar kamu mengerti apa yang kukatakan."
Aku mengangkat kepalaku dan membuka mata perlahan.
Suara itu melintas di pikiran ku. Aku merasa seperti Tye berbicara denganku. Namun ia sudah menghilang dari hadapanku.
"Jadi, tidak ada kata mundur untukmu!"
Ucapan itu membuat ku kembali sadar dengan keadaan ku. Kemudian aku menggunakan kristal Divinity untuk menyembuhkan luka ku. Meski masih ada penyakit, tapi setidaknya aku masih bisa bertahan untuk ini.
"Baiklah!" dengan semangat, aku kembali ke atas sana untuk bertarung bersama.
...[Kembali ke atas]...
Kenko yang sedari tadi menungguku untuk naik ke atas, ia merasa ada yang janggal dengan situasi saat ini.
"Hei, apakah ada seseorang lagi di bawah sana?" pinta Kenko.
"Tidak, setahuku orang-orang juga seharusnya sudah dievakuasi" jawab Orez.
"Kenko, sebaiknya kita juga ikut ke sana!" saran Mako.
"Yah itu benar. Kita juga harus pergi ke sana" Kyo berpikiran sama.
"Yah, kurasa . . . . baiklah" Kenko berjalan menuju ke tepi gedung.
...[Di tengah kota]...
Lazarus menginjak-injak banyak bangunan-bangunan kecil. Jetsu bersama Yuusha akan menarik kakinya dari atas gedung di sebelah kakinya.
"Sekarang Yuusha!"
Yuusha melilitkan benang yang sudah lebih kuat dari sebelumnya ke kaki Lazarus.
...[BRRRTTTT]...
Sesudah terlilit, Yuusha mengeraskan nya agar Lazarus tidak dapat mengangkat kakinya.
"Ahh, siapa itu?" ucap David di atas sana.
Lalu Lazarus melihat ke kakinya yang terlilit. David dan Jack menyadari kalau ada banyak orang yang mengejarnya.
"Sialan!" Lazarus mengangkat kakinya untuk menginjak Yuusha.
"Nelson!" aba-aba Yuusha.
"Dimengerti!" respon Nelson.
Kemudian Nelson berdiri di atas tiang lampu untuk mencoba mengendalikan gravitasinya. "DIVERGENT GRAVITY!!" Nelson mengeluarkan jurusnya.
Lingkaran gravitasi tercipta di sekeliling Lazarus. Kaki Lazarus tertarik ke bawah. Benda raksasa itu tidak dapat mengangkat kakinya.
"Kau tidak akan bisa!"
Kemudian tangan Lazarus itu mengayunkan ke arah teman-teman di bawah.
...[DZNGGGGGGG]...
"Tidak akan juga!"
Akuta memotong jari-jari Lazarus yang besar itu. Lazarus kembali menarik tangannya.
"Sekarang giliran mu, Reggie!" perintah Jetsu.
"TIME INJECTIONS!" Reggie mengeluarkan jurusnya untuk memperlambat waktu.
Lalu Reggie menyentuh Bryan agar dia dapat bergerak juga dalam waktu yang diperlambat.
Bryan mengapresiasi. "Kerja bagus Reggie. Sekarang waktunya!"
Bryan merakit senjata dari ciptaan hologram yang muncul di tangannya. Setelah itu ia membidik kaca kepala Lazarus raksasa.
"Gotcha!"
...[BOOOOOMMMMM]...
Peluru peledak menembus ke kaca kepala Lazarus. Kemudian peluru itu membuat David dan Jack terjatuh dari kemudi Lazarus nya.
"Arkh!"
Waktu kembali berjalan. Lazarus berlutut. Namun belum sepenuhnya jatuh total.
"YES!" teman-teman yang lain selebrasi.
Jetsu terbang dan masuk ke dalam kaca kepala Lazarus untuk mengambil alih Lazarus. Ia berjalan menelusuri apa yang ada di dalam kepala itu.
"Baiklah teman-teman, aku sudah di dalam" lapor Jetsu.
Di dalam sangat gelap sekali. Jetsu menggunakan cahaya dari kaca helm nya untuk menerangi sekitar. "Bagaimana bisa tempat ini gelap?" heran Jetsu.
Kemudian langkah kaki dari belakang mendatangi Jetsu dengan cepat.
...[TSSSSSKKKKKK]...
"ARKH!"
Lampu kembali terang. Jetsu menoleh ke belakang untuk melihat siapa orang itu.
"Kejutan!' David baru saja menusuk Jetsu dengan senjata dari chip Lazarus sehingga senjatanya menembus ke perut Jetsu.
Jetsu berlumuran darah di perutnya. "S . . . sial!"