
...[Beberapa jam sebelumnya di tempat tinggal Bryan]...
Drop duduk berlawanan arah dengan Bryan yang duduk dengan silang gaya pria, Drop yang sangat kesenangan terpukau oleh rumah di dalam bar milik Bryan ini.
Kini kembali ke mode serius setelah Bryan untuk kembali ke rencana. Sekarang akan berbicara tentang kemana Kevy dan Kenko akan pergi, dengan menggunakan pelacak yang secara diam-diam ditempelkan ke belakang mobil ku.
"Oke, mobil nya sedang mengarah ke sebuah tempat eum . . . . . oh supermarket" Drop menunjuk sebuah peta digital yang bisa menandakan dengan pelacak.
"Masih sekitar 1 km lagi agar mereka sampai, kita harus mengejarnya!" Drop sangat tidak sabar untuk melakukan suatu rencana.
"Baiklah, kau boleh mengejarnya" Bryan menyuruh Drop untuk mengejarnya.
"Loh, lalu bagaimana dengan mu?" Drop bingung.
"Masih ada urusan yang harus ku selesaikan" Bryan sepertinya masih ada kesibukan lain.
"Bukan dengan wanita bar itu kan?" Drop bergurau.
"Bagaimana kalau iya?" Bryan kembali membalikkan.
" . . . " Drop langsung murung, kemudian pergi keluar pintu.
Bryan masih tersenyum di sofa sambil melihat pintu keluar, kemudian Drop balik lagi dengan jalan mundur.
"Kau nanti akan menolong jika mendesak kan?" Drop mengedipkan sebelah matanya, Bryan hanya mengangguk.
...[Kembali ke momen sekarang]...
Kenko sedang dijadikan tawanan oleh Drop yang juga sedang menahan ku dengan kekuatan gravitasi nya yang sangat kuat dan membuat ku tertarik ke lantai.
"Kevy, senang bertemu dengan mu. Mungkin pertemuan kita adalah sesuatu yang akan mengubah masa depan" Drop masih mengangkat dan meluruskan tangannya dengan telapak tangan di bawah seperti sedang mengatur gravitasi itu.
"l . . l . . lepaskan . . . . Kenko!" aku berusaha sekuat mungkin untuk menahan tekanan gravitasi itu.
"Loh, aku tidak melakukan apa pun dengan pacar mu ini."
Ketika Drop masih fokus dengan aku yang sedang ditekan oleh gravitasi oleh Drop, Kenko sudah mulai sadarkan diri. Kenko masih terikat dengan kursi yang ia duduki, kemudian dia mencoba melepaskan ikatan itu dengan pecahan kaca yang baru saja ia ambil ketika sedang diseret sebelumnya .
"mmm" Kenko berusaha berbicara, tetapi kain masih menutupi mulutnya.
Ketika sudah berhasil melepaskan ikatan nya dari kursi yang mengikat Kenko sebelumnya. Kenko perlahan mendekati Drop dari belakang.
"Eh . . . . ." Aku melihat Kenko yang sedang mengendap-endap ingin mendorong Drop yang sedang menahan ku.
"Apakah ku perlu lebih tekan lagi agar kau lebih disiplin?" Drop menurunkan lagi tangan nya, tapi dia belum sadar kalau Kenko sedang di belakang nya.
"Haaaaa!" ketika tangan diturunkan, Kenko mendorong Drop dan sama sama terjatuh.
Disaat itulah aku sudah lepas dan masih lemas sedikit.
"huh huh" aku masih terbaring lemas dan sedikit gemetaran.
"Percobaan yang bodoh" Drop langsung ingin berdiri dan hendak menendang Kenko.
Kemudian aku langsung gerak cepat dan menabrak Drop sampai kami sama sama terjatuh,
"Tidak akan kau biarkan menyentuh dia!" aku masih lemas sebenarnya.
"Huh, si pacar memang peduli ya" Drop kemudian bangkit dan kembali berdiri.
Lalu aku juga ikut berdiri untuk persiapan bertarung.
"Kenko, cari tempat aman" aku menginstruksikan Kenko agar menjauh.
"Huh, apa kau tahu aku sudah bisa menggunakan mode Hyper?" Drop dengan muka sombong.
"Huh?" sepertinya aku belum tahu soal mode Mecha form seperti ini.
"hmm? kenapa kau bingung?" Drop memandang wajah ku seperti aku tidak tahu apa apa soal mode kristal.
"Tidak, ayo kita selesaikan ini" Aku mengambil kristal Sci-Libur di saku celana ku.
"Baiklah" Drop tersenyum, kemudian Drop menarik tangannya ke dada nya.
"Create, Armor, Up" kami berdua sama sama berubah menjadi mecha form dari kristal kami.
Drop berubah menjadi mode Hyper, sedangkan aku masih 2.0.
Drop memiliki nama WhiteMoon11 di lengan nya. Armor nya berwarna putih, Motif helmnya adalah burung hantu. Di tangan nya, dia seperti memiliki alat yang berada di jari jari tangannya, yang ku duga itu pasti pengendali gravitasi nya seperti tembakan gravitasi.
"Armor kecil mu itu tidak akan bisa melawan ku" Drop masih sombong.
"ya , mari kita lihat saj-"
...[DORRRR]...
Tiba-tiba saja ada yang menembak ku dari belakang.
"Argh" aku rada terpental oleh peluru itu.
Aku menoleh ke belakang ingin tahu siapa yang menembak ku.
"Kita bertemu lagi, Kevy"
"Sial"
Bryan menembak ku dari belakang dan sepertinya ingin membantu Drop untuk menangkap ku. Sekarang dia memiliki mode 2.0 juga. Senjatanya bukan pistol lagi, tapi memegang 2 submachine gun atau bisa disebut uzi. Dia memegang 2 uzi nya di kedua tangan nya.
"Sebenarnya aku berpikir, mereka hendak ingin membunuhku atau ingin merebut kristal ku" dalam pikir ku.
"Bryan, kupikir kau tidak akan datang?" Drop menyapa partnernya.
"Aku masih ada urusan dengannya" Bryan kemudian mencoba menembak ku dengan kedua uzi nya ke arah ku.
"Tch" aku langsung menghindar dari peluru tembakan Bryan.
Kemudian Drop menembak sesuatu dari jari nya seperti gelombang gravitasi. Awalnya aku mudah sekali untuk menghindari peluru-peluru itu, namun setelah Bryan membantu menembak, aku sulit untuk memprediksi hindaran ku sehingga kecepatan ku semakin mudah untuk dibidik olehnya.
Sampai akhirnya, aku sudah menghindar dan mencari benda-benda lain untuk dijadikan tameng agar tidak mengenai tubuhku, tetapi aku sudah tidak dapat menghindar lagi sehingga . . . . .
...[Tunggggg]...
"Argh" aku tertembak oleh gelombang gravitasi nya itu, itu membuat ku mengambang dan susah untuk menggapai tanah.
Tidak lama Bryan langsung menendang ku dan membuat ku terpental sangat jauh dan menabrak beberapa dinding.
Aku hendak tidak sadarkan diri, kepalaku sangat sakit sekali. Ketika mata ku belum tertutup total, aku melihat Drop dan Bryan berjalan ke arah ku dari jauh.
Lalu aku benar benar tidak sadarkan diri,
"Keren tendanganmu Bryan, aku ingin tahu apa yang kamu lakukan sebelumnya"