
"Sudah waktunya, kalian bisa pulang" Tye sudah membuka portal yang menuju dunia kami.
Sebelum itu kami pamitan dan berpelukan bersama sebagai tanda terimakasih. Aku pasti akan selalu ingat dengan dunia ini. Aku harap jika suatu saat bertemu mereka kembali secara tidak langsung.
"Terimakasih kalian semua" aku melambaikan tangan kepada semua orang sebagai perpisahan.
Mereka melambaikan tangan kembali kepada kami. Aku, Akuta, Robin, Jetsu, dan Wax sudah memasuki portal, setelah itu portal kembali tertutup.
"Yah, mereka sudah pulang" Tye menghela nafas.
"Tunggu sebentar" Wax menahan Tye, "kau ini siapa?" tanya Wax.
"Loh heeee."
...[Kembali ke dunia kami]...
Kenko, Yuusha, Mako, Bryan, dan Drop masih menunggu kami di lokasi terakhir kali kami menghilang. Mereka sudah menunggu selama 5 jam disana.
"Sampai kapan mereka akan kembali?" Kenko mengeluh.
"Sabar saja, pasti mereka ak--"
...[BZZZTTTTT]...
Muncul sebuah portal dari belakang mereka yang entah darimana asalnya. Perlahan portal itu semakin terbuka lebar sampai seukuran mereka.
Kemudian seseorang keluar dari portal, "Huhhh" Jetsu menginjakkan kaki kembali ke dunia ini.
"Kapten!" Mako langsung menghampirinya dan membantu menolongnya.
"Tidak, aku tidak apa-apa Mako."
Setelah itu seseorang keluar dari portal lagi, "huh" itu adalah Wax dan Robin.
"Wax, Robin" Mako juga menghampiri untuk mengecek keadaan mereka juga.
"Haha, aku tertawa melihat dia ada 2" Robin tertawa sembari menunjuk Wax.
"Konyol" Wax kesal.
"Syukurlah kalian baik-baik saja."
Kemudian seseorang keluar dari portal lagi, "Eoof" sekarang adalah Akuta yang keluar dari portal.
"Akuta!" Yuusha dan Kenko menghampiri.
"Sepertinya kau terluka" Yuusha cemas.
"Hanya goresan saja" Akuta memegang tangan Yuusha dan diarahkan ke pipinya, wajah Yuusha memerah.
Dan yang terakhir, Kenko melihat dan menunggu di depan portal. Dia menunggu sampai orang terakhir menginjakkan kakinya ke dunia ini.
Akhirnya yang terakhir, aku keluar dari portal dengan sedikit lelah. Aku melihat semua orang menyambut ku. Tetapi yang paling di depan menyambut ku, ialah Kenko itu sendiri. Aku bertatapan dengannya, mata ke mata.
"Aku pulang" aku tersenyum.
Lalu Kenko langsung memelukku. Kini semua orang sudah kembali ke dunia ini. Portal kembali tertutup secara perlahan. Aku yang melihat portal itu seperti merasa ingin kembali ke sana.
Hal yang kurasakan disana adalah, sifat kakakku yang sangat berbeda dari yang pernah kutemui sebelumnya. Dia jauh lebih baik daripada Tye yang berasal dari dunia lain versi masa depan. Tapi yang lebih bedanya lagi adalah, dimana diriku menjadi kriminal di dunia itu. Ternyata orang sepertiku bisa menjadi egois karena suatu hal mungkin.
"Kevy" Akuta menepuk bahuku,
"Begini" Akuta menunjuk seseorang, "bagaimana mereka bisa dekat dengan mu?" Akuta menyebut Bryan dan Drop.
"Yah, ceritanya panjang" aku memegang kepalaku sembari tertawa.
"Hmm, teman baru ya" Akuta sedikit cemburu.
"Eh?" Aku sedikit kebingungan.
"Lupakan, apa tujuanmu selanjutnya?" tanya Akuta.
Aku berpikir sebentar, lalu melihat teman-teman ku yang lain.
"Semuanya, bisa berkumpul?" aku memanggil semua orang untuk berkumpul.
Akhirnya kami semua berdiskusi tentang tujuan kami selanjutnya. Kami berdiskusi dan saling memberikan saran tentang tujuan berikutnya. Aku sempat bertanya kepada Akuta bagaimana dengan Orez dan Kenzu, tapi sayang sekali karena Akuta sempat menanyakan hal yang sama.
Aku kembali bertanya kepada Drop dimana terakhir kali Drop mengetahui informasi terakhir kali temanku terlihat. Dan akhirnya aku ingat tentang kota yang bernama "Greed", yaitu kota yang berdekatan dengan kota ini Xylencer.
Setelah informasi kudapatkan, aku berencana untuk pergi ke sana bersama teman-teman tetapi . . . .
"Maaf Kevy, kami sepertinya tidak bisa ikut." Jetsu menolak ajakan kami.
"Kami?"
"Ya. Aku, Wax, dan Mako."
"Memangnya kenapa?" aku bertanya.
"Semenjak Patrick meninggal, aku belum menjenguk pemakamannya. Aku tidak akan melewatkan momen ini."
"Ouh, oke baiklah" kemudian aku mengizinkannya untuk tidak mengikuti petualangan ku lagi.
Setelah itu dia memberikan ku kontak Jetsu dan lokasi Black Cafe.
Dia membisikkan ku, "Pantau Bryan dan Drop."
Lalu dia pergi bersama partner dan asistennya, yaitu Mako dan Wax. Mereka pergi menggunakan jemputan helikopter dari faksi Black Cafe miliknya.
"Bagaimana dengan kalian?" aku menanyakan yang lain.
"Yah, aku ikut denganmu saja" Robin, Drop, dan Bryan masih akan ikut berpetualang bersamaku.
"Kalian tidak akan menolak kan?" aku menyebut temanku yang lain.
Akuta, Kenko, dan Yuusha mengacungkan jempol nya, pertanda mereka akan ikut berpetualang bersamaku lagi.
"Baiklah, ayo semua." aku berjalan diikuti dengan semua orang.
Aku akan pergi ke kota Greed untuk mencari keberadaan Orez dan Kenzu terakhir kali terlihat disana. Disana aku yakin pasti akan bertemu dengan mereka kembali.
...[Sementara itu]...
Seseorang berjalan di bawah tanah yang sepertinya adalah selokan atau pembuangan air di suatu tempat. Ia berjalan sembari menahan sakit tangannya yang gosong akibat suatu hal sebelumnya.
"Sial, mereka sudah kembali lagi" itu adalah Kors yang sepertinya baru lolos dari pertemuan sebelumnya.
Mata Kors menyala berwarna ungu dan berapi. Ditambah tangannya yang gosong berwarna hitam, sepertinya akibat ia menggunakan kekuatan distorsi yang dapat membuat orang-orang berpindah dimensi. Ia mengeram kesakitan, perlahan darah dari mulutnya keluar meneteskan ke lantai.
"2.0, rasanya sangat nikmat" ia kesenangan sembari melihat kristalnya yang sangat ia dambakan.