
Setelah bertarung melawan Lazarus. Tubuhku yang dikendalikan oleh Bren sudah berubah kembali menjadi human form. Kenko entah bagaimana dia dapat mengetahui siapa orang yang mengendalikan tubuhku ini.
Mungkin ia sudah pernah diberitahu oleh ayahnya sendiri tentang mode Breaker ini. Tapi hebat juga ia bisa langsung menebak siapa dibalik pengendali tubuh ini.
"Kenko, bolehkah ayah meminjam tubuh anak ini sebentar?" Bren yang mengendalikan tubuhku meminta izin.
"Dengan senang hati ayah" Kenko menerimanya.
Lalu beberapa saat kemudian Bren yang mengendalikan tubuhku berdiri di pojokan. Setelah itu ia berdiri tegak sembari memejamkan mata. Ketika ia kembali membuka matanya, kini saatnya ia mengetes kelayakan ku sebagai penerus Sci-Libur ini.
"Ingat Kevy, aku tidak akan menahan!" Bren memperingatkan.
Aku mengangguk dan menggenggam erat Sci-Libur ku.
"Aku mulai!" Bren maju dengan membalikkan pedangnya.
"Teknik apa itu?"
"Century Slash!" Bren langsung mengeluarkan jurus.
"Secepat itu?" aku bersiap untuk menghindari serangannya.
Tapi serangan itu tidak bisa dihindarkan. Serangan itu mengincar targetnya.
"Akh!" aku kesakitan.
Aku tidak menggunakan mecha form agar pertarungan ini lebih adil.
"Bersiaplah kau juga!" aku bersiap-siap untuk mengeluarkan jurus juga.
Bren tertawa sembari berlari ke arahku.
"Seingat ku jurus ini dapat menumbangkan Jack pada masa itu. Baiklah!" dengan semangat, "Xross Impact!"
Ketika aku mengeluarkan dan mengayunkan jurus itu ke Bren, tidak ada efek apa-apa yang keluar dari pedangku.
"Loh?" bingungku.
"Percuma. Kau sedang di tes, kau tidak dapat mengeluarkan jurus mu disini!" Bren menjelaskan.
"Curang sekali" keluh ku.
Bren melakukan zig-zag dan mengayunkan pedangnya, "sekarang coba hindari ini!"
"Cepat sekali!" sangking lincahnya Bren, aku tidak dapat menghindari serangannya.
"Akhhh" aku kembali terkena serangan.
Dia menendang ku sampai tersungkur, "ayolah! apa kau bukan siapa-siapa tanpa kekuatan pedang ini?"
"Sial, ternyata memang tidak menahan ya?" tawa ku.
"Hentikan lelucon mu. Kita sedang dalam keadaan serius!" Bren menodongkan pedangnya ke leher ku, "dan apa kau tahu? jika kau mati di dunia ini, maka tubuhmu otomatis menjadi milikku."
Aku terkejut, "A . . .apa?"
Bren mengayunkan pedangnya ke leherku. Dengan cepat aku menendang kakinya dan menarik bajunya, lalu ku lemparkan ia ke belakang.
"Huh, bagaimana dengan itu?" banggaku.
Bren mendarat dengan mulus setelah ku lempar ke belakang, "sedikit menakjubkan."
"Mustahil!" aku tidak percaya apa yang barusan kulihat.
Bren berdiri mengarahkan pedangnya ke depan, "bersiaplah!"
"Jangan suruh aku untuk bersiap terus!" aku memegang erat Sci-Libur.
"Aku bermaksud lain."
"Eh?" aku tidak mengerti.
...[SSSSRRRRKKKKK]...
Tiba-tiba Bren sudah dibelakang ku. Ia lewat setata dengan kecepatan kedipan mata. Badanku merasa tidak enak. Setelah aku melihat ke belakang ke arah Bren, tiba-tiba . . . .
"HOEKKKK . . . . " aku muntah darah.
Tiba-tiba badanku terbelah menjadi dua, "a . . .a . . . apakah aku akan mati disini . . . . ?" mataku perlahan tertutup seperti akan merasakan kematian.
"Tidak semudah itu" Bren mengarahkan tangannya ke arahku.
...[NNNGGGGGG]...
"Eh?" tiba-tiba badanku utuh kembali tanpa luka sedikit pun.
Aku memegang wajahku dan seluruh tubuhku, "loh, aku tidak mati?"
"Kau niat untuk dites atau tidak sih?" resah Bren.
Aku tercengang setelah baru sadar jika ia menghidupkan ku kembali.
"Ayo, kembali bersiap!" Bren kembali melemparkan Sci-Libur kepadaku.
Aku menangkapnya, "Ya!"
"Peraturan pertama," Bren merunduk sembari memegang erat Sci-Libur, "jangan lengah!"
Ia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Tetapi kali ini aku merasakan pedangku untuk melakukan sesuatu. Maka itu aku mengayunkan pedangku dengan terbalik ke depan.
...[TANGGGGGG]...
"Hebat. Insting mu mulai meningkat!" puji Bren setelah melewati ku.
"Ya, tapi . . . "
Aku merasakan hal yang tidak enak lagi.
"Cobalah untuk lebih cepat lagi" gumam Bren.
"Eh?" badanku kembali terbelah menjadi dua dan terjatuh.
"Huh, anak ini" Bren mengusap jidatnya, lalu ia kembali membangkitkan ku.
"Ahh terimakasih, meski menyakitkan" aku kembali merasa baikan.
"Ayolah, lebih tegar lagi!" Bren kembali melemparkan Sci-Libur ku.
"Ya siap!" aku kembali memegang erat Sci-Libur.
...[Sementara itu di tempat lain]...
Teman-teman yang lain sedang berperang dengan pasukan Lazarus yang berpatroli di ruangan itu.
"Makan gergaji ku!" Akuta menggila melawan mereka semua.
"Bryan, coba analisa kekuatan dari pasukan Lazarus ini dan kelemahannya!" perintah Jetsu melalui alat komunikasi nya.
...[Di ruang komputer]...
"Sebentar, aku atau Drop akan mencarikan dokumen atau berkas-berkas yang ada di ruangan ini!" lapor Bryan.
Balas dari Jetsu, "kalau bisa secepatnya! jumlah kami tidak dapat mengimbangi mereka!"
"Drop, coba cek berkas-berkas atau dokumen di arsip atau file di beberapa komputer ruangan ini! jika tidak menemukannya, coba untuk mencari versi lampirannya!" permintaan Bryan.
"Segera!" Drop mengaktifkan semua komputer di ruangan untuk mengecek berkas itu satu-persatu.
Setelah Drop mengaktifkan semua komputernya. Ia merasa terkejut dengan isi masing-masing komputer itu, "sial, desktop nya berantakan sekali!" keluh Drop.
"Sebentar, akan ku bantu" Bryan ikut membantu mencari file tentang Lazarus itu.
...[Kembali ke peperangan]...
Robin dari jauh masih memanah dan menembakkan anak panahnya, "jika begini terus. Tidak akan ada habisnya jika harus menembak satu-persatu" pikir Robin.
Mako masih menendang semua musuh dengan kekuatan kristal Light Hopper nya. Begitu juga Yuusha yang sudah terbiasa dengan kekuatan benang mecha nya. Ternyata kristal Puppeteer Constantine sangatlah berguna untuknya.
Wax menendang bola dan juga menendang musuh-musuhnya dengan kekuatan tendangan kakinya. Ditambah bola hologram sekarang memiliki peledak.
Akuta menggila dengan gergajinya. Ia membantai semua musuh dengan kekuatan kristal SlashyBlood miliknya.
Orez dan Kenzu belum berubah menjadi mecha form. Mereka berdua bersiap untuk berubah, "ayo Kenzu!" Kenzu mengangguk.
Setelah Orez mengangkat kristal oranye nya, mereka berdua mengucapkan, "Create, Armor, Up!"
Orez dan Kenzu menjadi satu untuk bertransformasi.
Mereka berdua telah berubah menjadi mecha form dengan nama di lengan SportSpeed 15 yang sudah memasuki Mode Hyper. Helm bermotif harimau, senjatanya adalah kecepatan secepat mobil sport miliknya.
"Ayo!" lalu mereka berdua menjadi satu otak untuk mengendalikan tubuh mereka berdua untuk melawan semua musuh.
Lalu ada Jetsu yang melayang di ruangan itu sembari menusuk pasukan Lazarus satu-persatu. Jetsu dengan kekuatan EdgeBooster nya masih lincah seperti biasanya.
Mereka semua bertahan sekuat mereka sampai kelemahan Lazarus ditemukan.
...[Di ruang komputer]...
"Bryan! sepertinya aku menemukannya!" Drop menunjukkan sesuatu.
"Hebat, ayo cepat upload file nya ke gadget ini!" semangat Bryan.
Ketika Drop ingin menguploadnya, ia melihat ke depan pintu ruangan karena mendengar sesuatu.
"Eh, ada apa Drop?" Bryan juga melihat ke depan pintu ruangan komputer.
Lalu datanglah seseorang yang sepertinya juga menggunakan Lazarus. Namun berbeda dari versi lainnya.
"Wah-wah, hewan pengganggu berani-beraninya memainkan komputer kesayanganku" gumam Lazarus itu.
"S . . . siapa kau?" tanya Bryan.
"Aku? namaku Kai Kodansha. Dan mesin apa yang sedang kau lihat saat ini adalah, Lazarus 7AY" dia memperkenalkan diri.
"Nama yang konyol" hina Drop.
"Jangan salah. Nama itu adalah nama dari bangunan ini" Kai meluruskan.
"Maksudmu . . . ." Bryan baru mengerti.
"Ya. Lazarus ini adalah Lazarus paling spesial dari yang lain."
"Sial Bryan,"
"Apa kau takut Drop?"
"Tentu tidak!" Drop dan Bryan tak gentar.
"Bersiaplah kalian berdua!" Kai menodongkan senjatanya.