
Setelah Akuta dan Yuusha terbang dengan pesawat kargo yang pergi entah kemana, sekarang Orez juga masih dikejar oleh beberapa mobil polisi Secbot yang masih mengikuti nya sedari tadi.
"Kenzu, bagaimana keadaan di belakang"
"Mereka masih mengikuti, kakak"
"Tch, rongsokan ini"
Orez kembali menarik tuas rem dan memutar balik.
"Kakak, kita mau kemana?"
"Kita akan menerobos garasi dan mencari pesawat jet untuk pergi dari tempat terkutuk ini"
"ide bagus!"
...[Sementara itu di kota Urcy]...
Kenko masih mengendarai mobil dan masih dikejar oleh mobil Bryan yang dipasangkan Auto Drive, lalu AI membentuk karakter Bryan dari hologram sedang mengendarai mobil tersebut. Kenko melihat ke belakang untuk mengecek keadaan, kemudian mengaktifkan radio untuk berkomunikasi.
"Akuta! Yuusha!" Kenko mencoba menghubungi Akuta dan Yuusha, namun tidak mendapatkan respon apapun dari mereka.
Karena Kenko tidak mendapatkan jawaban dari Akuta dan Yuusha, dia mengganti saluran ke mobil Orez.
"Orez, Kenzu!" Kenko mencoba menghubungi Uyou bersaudara.
"Ya, ada apa?" akhirnya di respon oleh Orez meski suaranya kusut kusut.
"Dimana kalian, sepertinya berisik sekali disana?"
"Kami akan menerobos garasi tempat ini untuk mencari pesawat jet"
"Jangan lakukan hal bodoh" Kenko memperingati dengan cemas.
"Maaf, tapi ini adalah satu satunya jalan keluar"
"Apakah tidak ada cara lain?"
Orez diam saja, kemudian dia kembali mengambil radionya lagi.
"Kenko, aku hanya ingin bilang terimakasih telah menjadi temanku. Sampaikan juga kata-kata ini kepada Kevy" Orez mengatakannya dengan ekspresi senang.
"M . . apa maksudmu Orez!? kumohon, kita semua harus berkumpul lagi " Kenko mencegahnya
"Kami pasti, mungkin bukan sekarang. Orez Log out" Orez mematikan saluran radionya ke mobil yang lain,
"Orez! Kenzu!" Sekarang Kenko sudah tidak terhubung dengan mobil Orez dan Akuta.
...[Sementara itu Orez yang masih mencari garasi pesawat jet]...
Kenzu yang melihat sekitar akhirnya menemukan garasi yang ada di depannya, tetapi di belakang masih banyak yang mengejar mobil ini.
"Kakak, di depan sana!"
"Aku tahu"
Orez menginjak gas sampai batas maksimal accelerometer nya.
"Bagaimana agar mobil mobil ini tidak mengikuti?" Kenzu melihat sekitar jika ada sesuatu yang bisa membuat mereka lolos dari kejaran.
Setelah Kenzu membuka laci mobil yang ada di depan kursi nya itu, Kenzu menemukan pisau yang tajam.
"Kau bisa melempar kan?" kata Orez
"Lemparan ku tidak mungkin meleset" Kenzu keluar dari jendela dan membidik ban mobil polisi Secbot itu.
"Happpp" kemudian pisau itu dilemparkan seperti berbentuk pisang dan berhasil mengenai ban mobil itu.
Mobil itu kehilangan kendali dan membuat terguling dan meledak, setelahnya mobil di sekitar nya pun menabrak mobil yang sudah meledak itu sehingga terjadi bentrokan.
"Bingo!!" Kenzu senang dengan lemparan itu, "Nice shot, brother" Orez juga berhasil menerobos pintu garasi yang di dalam nya ternyata . . . .
"Tidak ada pesawat jet, tapi . . . ."
Mereka menemukan helikopter tempur modern yang sudah lama tidak dipakai.
"Helikopter"
Kemudian Orez mengerem dan berhenti di sana.
"Kenzu, buka atap garasi ini"
"Baiklah"
Kenzu mencari tombol untuk membuka gerbang atap yang ada di atas nya untuk mengeluarkan helikopter itu.
"Nah, ketemu" Setelah ditekan akhirnya atap gerbang itu terbuka, tetapi juga membunyikan alarm yg memancing Secbot di sekitar.
Sementara itu Orez sudah di dalam helikopter dan membaca cara untuk mengaktifkan helikopter itu. Kemudian Orez menekan tombol yang di instruksikan dari buku dan akhirnya helikopter itu aktif,
"Kenzu cepat!" beberapa saat kemudian, datang banyak ratusan Secbot ke tempat itu.
"WAAAAA BANYAK SEKALI" Kenzu panik dan langsung lari secepatnya ke arah helikopter.
Ketika helikopter sudah naik, Kenzu akhirnya menggapai Helikopter itu dan naik dengan perlahan ke dalam helikopter itu.
"Huh, lelah nya" disaat Kenzu sedang tiduran karena lelah, salah satu tangan Secbot juga menggapai Helikopter itu.
"Eh?" Ratusan Secbot menjadi piramida dan menggapai Helikopter itu.
Kenzu panik, lalu ia melihat dan mengecek ke dalam helikopter itu jika ada sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menjatuhkan Secbot itu.
"Kenzu apa yang terjadi? helikopter nya semakin berat"
"Tahan sebentar" Kenzu menemukan sebuah granat di dalam tas yang berisi banyak peledak dan langsung mengambil nya.
Setelah menarik kunci granat itu, Kenzu langsung memukul dada Secbot yang hendak akan menaiki helikopter itu sampai bolong, lalu dia meletakkan granat itu di dalam dada nya lalu mendorong nya.
"Selamat tinggal, rongsokan" Secbot itu jatuh dan menabrak Secbot yang lain sehingga membuat nya lepas dari helikopter itu.
Setelah Orez dan Kenzu sudah semakin tinggi, akhirnya meledak lah granat itu dan membuat ledakan besar akibat granat yang juga meledakkan ratusan Secbot yang terkena dampak ledakan itu.
Markas rahasia itu terbakar dan banyak Secbot berserakan di sekitar tempat itu.
"Kita berhasil kakak"
"Kerja bagus Kenzu"
Orez dan Kenzu pergi dari markas MPD yang sudah diledakkan dan meninggalkan kota itu.
...[Kembali ke Kenko dan Kevy]...
Kevy bertarung dengan Bryan dengan sengit dan membuat ku sedikit kewalahan akibat luka di beberapa bagian sebelumnya.
"Apakah kau tidak lelah mengejar kami?" aku bertanya sambil menangkis tembakan Bryan dan juga menghindari nya.
"Tidak akan, ini adalah perintah atasan!" Bryan masih menembaki ke arah ku.
"Memang siapa atasan mu dan kenapa kau sampai segitunya?" Aku masih bertanya.
"Dia adalah orang yang lebih kuat dari siapapun, aku dipercayai menjadi tangan kanan nya. Jadi jangan mengganggu misi ku" Bryan menjelaskannya dan masih menembak ke arah ku.
Kenko yang bosan dikejar terus kemudian mencoba berputar dan berbalik arah kembali ke Kevy yang masih bertarung.
"Bodoh, jika kamu mati, maka siapa yang akan menemaniku?" Kenko berlawanan arah dengan mobil Bryan yang dikendarai oleh AI.
Ketika sudah dekat, Kenko membanting stir ke kiri dan kanan untuk melewati mobil Bryan.
"Berhasil!" Kenko berhasil melewati mobil Bryan itu. Mobil Bryan hanya disetel untuk mengemudi otomatis saja, tapi tidak diberi tujuan, maka itu mobil nya hanya lewat saja.
Kembali ke pertarungan ku. Aku mencoba mengayunkan pedang ku ke arah Bryan, tetapi dia masih bisa menghindar dari serangan ku.
"Kenapa, kau ini susah sekali untuk ku tembak?" Bryan kesal karena aku juga sedari tadi menghindari tembakan nya.
"Kau sendiri juga sama, kenapa kau sangat susah sekali untuk ku serang?" Kami sama sama kesal karena tidak ada serangan dari kami yang mengenai satu sama lain.
Beberapa saat kemudian aku mendengar suara mobil dari arah kanan dan aku sadar kalau itu adalah Kenko.
"Ya, aku sebenernya sangat lemah. Tapi aneh sekali jika orang lemah seperti ku bisa menghindari orang seperti mu"
"Jangan bodoh" aku memanas manasi Bryan yang kesal dengan ku.
"Kau tahu kenapa tembakan mu itu selalu meleset? itu karena kau tidak mahir dalam menembak, haha. Ditambah kau juga menembak ku agar kau bisa bersama Kenko, itu konyol sekali"
"Diam lah" Bryan menggenggam erat senjatanya.
Suara mobil semakin dekat, aneh sekali jika Bryan tidak mendengar suara mobil itu. Mungkin dia sudah sangat panas sampai tujuan nya hanyalah untuk melawan ku.
"inilah saatnya" kemudian aku mengeluarkan kata kata mutiara terakhir ku.
"Kau itu, payah sekali ya?"
"DIAM!" Ketika Bryan membidik ke arah ku dan akan menarik pelatuk pistol nya. . . . .
...[BRUGGGG]...
"Arghhhh" Bryan ditabrak oleh Kenko yang mengendarai mobil kami sebelumnya.
Bryan terpental sehingga jatuh dan tidak sadarkan diri. Setelah itu Kenko berputar arah sehabis menabrak Bryan, dia membuka kan pintu mobil untukku.
"Tunggu apa lagi, Kevy?" Kenko dengan wajah senyum nya yang manis.
Kemudian aku berubah menjadi human form dan masuk ke dalam mobil untuk pergi dari sana, kemudian mencari tempat aman dan meninggalkan Bryan yang tidak sadarkan diri.