
"Ouh, ada satu anak lagi di sini" ucap Kors yang memanggil SecBot yang lain.
Reggie diam menatap Kors dengan gemetar. Beberapa saat kemudian ia dibawa oleh SecBot yang lainnya ke dalam truk yang menuju ke kota Sanctuary Hills. Reggie sudah pasrah dengan keadaannya. Ia hanya bisa merunduk sembari merenungkan nasibnya yang akan dipindahkan ke kota lain.
Tetapi ketika Reggie sedang di dalam truk, ia melihat ke jendela kecil. Dimana ia melihat 4 orang yang berhasil lompat ke luar pagar sekolah dan melarikan diri dari tempat ini. Setelah Reggie perhatikan lebih detail, orang yang Reggie lihat adalah Aku, Akuta, Orez, dan Kenzu.
Reggie sempat merasa senang karena mereka berhasil melarikan diri, tetapi Reggie juga sedih tidak bisa ikut dengan mereka. Andai saja Reggie tidak ke kamar mandi pada saat itu, mungkin nasib berkata lain.
...[Di Sanctuary Hills]...
Ketika semua murid dan guru sudah dipindahkan, mereka diturunkan di salah satu bangunan yang tidak diketahui. Reggie yang turun dari truk dengan tangan terikat, melihat sekitarnya untuk mengamati keadaan di tempat itu.
Kors memerintahkan SecBot untuk menggiring para murid masuk ke dalam bangunan atau tempat yang dinamakan "7AY", yaitu tempat dimana ia berada sekarang. Murid dan guru dipisahkan ruangannya untuk sama-sama dijadikan bahan eksperimen. Murid yang dipindahkan ada yang dijadikan pekerja dan ada yang gagal sebagai uji coba. Murid yang gagal uji coba akan dipindahkan ke ruang isolasi, dimana ruangan itu adalah tempat untuk mengeliminasi para murid yang gagal.
Ketika Reggie di tes, beruntung saja ia berhasil menjadi pekerja di tempat itu. Tetapi reaksi dan ekspresi Reggie tetaplah sedikit takut, namun semakin lama ia bekerja di situ semakin terbiasa dan beradaptasi.
Hari demi hari telah berlalu. Reggie yang sudah merasa muak menjadi pekerja sebagai peneliti di salah satu laboratorium, merencanakan untuk keluar dari 7AY setelah ia menemukan jalan untuk keluar dari tempat itu melalui jalur ventilasi.
Reggie sudah memiliki map dan blueprint dari jalur ventilasi yang sudah ia bawa sebagai persiapan. Di kamar Reggie istirahat, Reggie sudah mempersiapkan segalanya untuk keluar dari tempat itu melalui kamar mandinya. Setelah masuk, ia melihat ke atas yang ada lubang ventilasi nya. Namun masih ditutup. Bukan masalah baginya untuk menghentikan rencananya, tetapi ia mengeluarkan alat untuk membuka penutup ventilasi itu.
Setelah dibuka, ia melompat dan memanjat ke dalam ventilasi itu. Gorong-gorong demi gorong-gorong sudah ia lewati. Meski ada beberapa hal yang membuatnya hampir ketahuan oleh SecBot dan pasukan Lazarus, tetapi ia masih bisa melewatinya dengan hati-hati.
Sampai akhirnya diujung ventilasi, Reggie berhasil keluar dari 7AY. Ia keluar melalui ventilasi rahasia yang disembunyikan olehnya sebelumnya. Ventilasi ini tertutup di suatu bangunan yang tidak mencolok.
"Yess, akhirnya aku bebas!" Reggie membungkuk dan girang sembari melihat ke atas.
"Tidak semudah itu" tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkannya.
"Eh?" Reggie melihat ke samping.
"Sudah kuduga hal ini akan terjadi" Kors menginjak rokoknya setelah ia buang.
Kors ditemani dengan beberapa pasukan Lazarus dan SecBot untuk menodongkan senjata kepadanya.
"B . . . bagaimana bisa?" Reggie shock.
Kors tersenyum. "Aku sudah curiga kau akan melakukan ini. Maka itu aku selalu memperhatikan mu melalui ruangan yang baru saja kami ciptakan."
Lalu seseorang berjalan ke samping Kors. "Oh anak ini ternyata."
Reggie kembali terkejut. "K . . . kau adalah . . . ."
"Biar ku perkenalkan," Kors memegang bahunya, "namanya adalah David Martinez." Lalu Kors menoleh ke wajah Reggie. "Dan dia adalah pemerintah negara Mechroid saat ini."
"M . . . mustahil . . ."
...[Kembali ke momen]...
Reggie menjelaskan seluruh cerita bagaimana ia bisa terdampar di sini. "Yah, begitulah cerita singkatnya."
"Bagaimana bisa ia masih menyebutnya singkat?" heran Yue.
"Lupakan. Bagaimana kau bisa masuk ke dalam sel ini?" Kyo masih penasaran.
"Oh itu. Setelah kejadian itu, aku dijebloskan ke dalam sel ini sampai sekarang. Itu saja."
"Lalu apa kau tidak memiliki rencana untuk keluar dari sini lagi?" tanya Kyo.
"Kau lihat aku punya kunci ini kan?" Reggie kembali menunjukkan kunci selnya.
"Nah, bagaimana kau bisa mendapatkan kunci itu?"
"Ini memang sudah lama ku rakit sendiri menggunakan besi-besi bekas nampan besi dari makanan yang diberikan ke sel ini. Tetapi bagaimana aku bisa merakitnya adalah, karena dulu aku tahu rancangan setiap kunci masing-masing sel. Itu juga karena akulah yang merancang sel ini" Reggie menjelaskan.
"Secara tidak langsung, ya" tawa Reggie.
"Tapi tidak ku sangka dulu kau sekelas dengan Kevy."
"Tunggu, kamu mengenalnya?" Reggie terkejut.
"Ya, dia adalah bajing*n yang membuat teman-temanku terdampar di penjara negara Mechroid ini" kesal Kyo memukul lantai.
"B . . . bagaimana bisa?" Reggie masih penasaran.
"Lupakan saja. Lalu apa rencana mu sekarang?" Kyo mengalihkan pembicaraan.
"Mungkin akan keluar dari sini."
"Bagaimana caranya?" tanya Yue.
...[Kembali ke Kenko dan Aku]...
Aku dan Kenko masih menunggu Nelson untuk sadar. Tidak ku sangka jika Kenko memiliki kakak, ia tidak pernah cerita kepadaku. Syukur saja dia masih hidup. Tetapi menyeramkan sekali jika ia dicuci otaknya dan dipaksa dimasukkan ke dalam Lazarus X3 untuk mengeliminasi dan dijadikan alat yang dapat dikontrol oleh penciptanya.
Lupakan saja. Aku dan Kenko masih menunggu beliau sadar dari pingsannya itu. Kami berdua sama-sama menjadi human form sembari menunggu kabar dari teman-teman yang lain, sepertinya mereka tidak dapat merespon laporan ku ini karena mereka sibuk. Mungkin.
Aku menghampiri Kenko yang sedang menjaga Nelson. "Mereka belum menjawab panggilan ku."
Kenko memandangi wajah Nelson. "Mungkin mereka masih ada urusan tersendiri."
Lalu aku duduk di samping Kenko yang sedang memandangi Nelson yang tidak sadarkan diri. Aku berniat untuk mencari topik untuk membicarakan hal yang lain, tetapi aku urungkan niat itu sampai . . .
"Tidak ku sangka kita sudah sampai sejauh ini ya, Kevy?" Kenko yang membuka topik itu sendiri.
"Hm?" Aku menoleh ke wajah Kenko, "ya benar. Tidak ku sangka sudah sejauh ini."
"Padahal aku masih merasa kalau aku masih di Cod3breaker loh."
"Cod3breaker? Oalah, tempat kita pertama kali berkumpul toh."
"Wah, tidak ku sangka kau juga masih mengingatnya."
"Hahahaha, daya ingat ku sangatlah tinggi" tawa ku.
"Tapi selalu lupa dalam kemampuan seseorang" ejek Kenko, "tidak semua sih."
"Hah darimana? apa yang kau tahu?" canda ku.
"Hahahaha" Kenko tertawa.
Kami sama-sama tertawa. Lalu kembali diam dengan merunduk.
"Ya. Kita benar-benar dalam tahap akhir untuk mengakhiri ini semua" gumam ku.
"Apakah petualangan ini menyenangkan bagimu?" tanya Kenko.
"Tentu saja. Tanpa petualangan ini, mungkin aku tidak pernah bertemu denganmu" aku memandangi wajah Kenko.
Kenko balik memandangi wajahku juga. Lalu kami saling tatap-tatapan dengan hati yang berdebar-debar. Perlahan wajah kami saling mendekat dan mulai menutup mata.
Ketika sudah hampir bercumbu dengannya,
"Eum . . . ." Nelson bangun dan melihat kami berdua.
"Ehh?" kami berdua sama-sama terkejut dan membatalkan niatan tadi.