CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Robin & Bryan VS Kors



Robin berubah menjadi Mecha form dari Sting Shot dengan mode baru, yaitu 2.0. Dengan motif tudung dan helm rajawali. Ditambah panah mecha yang semakin canggih dari sebelumnya, bisa jadi akurasi semakin menambah ke target.


"SELAMAT! kau akan menjadi target pertamaku dalam mode ini, Michael Kors. Atau mayat hidup?" Robin bergurau.


Kors melihat Robin dengan cakar di tangannya yang ia perlahan asah. Lalu ia mengangkat tangannya ke kiri untuk menyerap kekuatan lubang hitam yang sebelumnya ditembakkan oleh Kors.


...[VRRRRRTTTT]...


Lubang hitam itu menjadi partikel yang dihisap oleh telapak tangan Kors sampai membentuk bola kecil kembali, tetapi lubang hitam itu akan aktif kembali ketika sudah ditembakkan.


"2.0 saja . . . ." Kors melemparkan lubang hitam portabel nya yang semakin membesar jika dilempar, "TIDAK AKAN MENGHENTIKAN KU!"


Lubang hitam itu meroket ke arah Kors dengan akurat. Tidak sampai situ saja, kini lubang hitam itu membentuk lancip di ujungnya.


"Hmp" Robin tersenyum menyeringai dibalik tudungnya.


Lalu ia mengangkat busurnya dan menciptakan panah emas berkilau di tangannya. Setelah muncul, lalu ia masukkan ke slot busur dan ditarikan tali busurnya sekuat mungkin.


"Cobalah . . . . . "


...[VRRRRRTTTT]...


" . . . LEBIH CEPAT LAGI!" Robin menembakkan anak panahnya dari busur berlawanan arah dengan lubang hitam itu.


Kini lubang hitam dan anak panah sama-sama berlawanan arah dan akan saling menghantam.


...[BRRRRRR]...


Ledakan muntahan partikel lubang hitam yang dahsyat setelah menghantam anak panah yang ditembakkan oleh Robin. Tetapi anak panah masih meroket dan melesat menuju ke tubuh Kors.


"A . . . .a . . . .apa?" Kors berekspresi mustahil.


...[TCKKKKKKKK]...


Anak panah berhasil menancap di armor nya Kors. Meski hanya tertancap, tetapi kekuatan Kors diserap ke dalam anak panah itu.


"Aakhhhhh . . . . ." Kors berusaha melepaskan anak panahnya yang tertancap di dadanya.


"Tembakan terakhir!" Robin kembali menciptakan panah yang sama dengan sebelumnya, namun kini busurnya lebih ditempa lagi dengan kekuatan mecha nya. "Lightstar Shot!" Robin mengucapkan mantra jurusnya dengan mengarahkan busurnya ke atas.


Setelah ditembakkan, anak panah itu mengarah ke atas dan pecah menjadi partikel bintang yang dapat meledak yang mengincar ke arah Kors ketika partikel bintang itu sudah terjatuh.


"Jurus apa ini?" kesal Kors.


...[DUARRRRR DUARRRRR DUARRRRR]...


Meski kecil dan per-partikel, ledakannya sangatlah besar sampai membuat Kors sedikit tergeser dari ledakan itu.


Kors mengangkat tangannya untuk melindungi tubuhnya. "Huh, lumayan," lalu Kors kembali menciptakan lubang hitamnya di kedua telapak tangannya, "sekarang coba hindari ini!"


Lubang hitam itu lebih besar dari sebelumnya. Dan dilemparkan lah kedua lubang hitam yang besar itu, tetapi masih mengarah ke Robin dengan arah yang berbeda.


Bingung diantara harus pilih yang mana, Robin menargetkan ke lubang hitam terdekat di arahnya. "Itu dia!"


...[VRRRRRTTTT]...


Setelah anak panah berhasil mengenai satu lubang hitam, lubang hitam yang lain berbelok dan mengarah ke samping Robin yang jauh dari ekspektasinya.


"Sial! apakah aku akan mati disini?" Robin sudah pasrah karena sudah sangat dekat.


"Matilah kau dengan sengsara!" tawa Kors.


...[DORRRR]...


Lubang hitam itu hancur menjadi partikel yang meleleh setelah ditembakkan dengan suatu peluru spesial.


"Eh siapa itu?" Robin yang awalnya pasrah, lalu ia melihat ke arah siapa yang menembakkan peluru itu.


Begitu juga dengan Kors yang terkejut karena lubang hitam terbesar nya dapat dihancurkan dengan mudahnya oleh suatu peluru.


"Ayolah! aku juga ingin bersenang-senang!" Bryan dengan mulutnya yang berdarah dan beberapa luka di wajah, masih berdiri dengan tegap sembari memegang senjata dari kristalnya.


"Bryan!" semangat Robin.


Lalu Bryan berjalan ke sebelah Robin dengan senjata di tangan yang menodongkan ke arah Kors, "aku sudah bangkit meski masih sakit . . . . " Bryan meludah ke bawah yang air liurnya itu tercampur dengan darah dari mulutnya, "maka itu aku akan bertarung demi keadilan dengan keadilan!"


"Aku tidak mengerti" bingung Kors.


"Orang bodoh seperti mu bisa-bisanya ter-bodohi oleh kata-kata yang ku ucapkan barusan," tawa Bryan, "sekarang giliran ku untuk unjuk gigi!" Bryan mengangkat kristalnya ke atas.


"Ini dia! BlackJustice 07!" Robin tersenyum menyeringai.


Kors berdiri menunggu dia untuk melakukan sesuatu sembari memainkan cakar-cakar di tangannya.


"Create, Armor, Up!" Bryan bertransformasi menjadi mecha form dengan mode barunya.



Warna putih dan hitam yang mewarnai hampir seluruh armor nya, sangat menggambarkan panda sekali, sama seperti motif helmnya. Bryan sudah memasuki mode baru, yaitu Hyper. Meski telat menyusul Drop, tetapi ia masih memiliki tekad kuat untuk membalaskan dendam kematian temannya.


"Kristal ini . . . ." Bryan memandangi kristal WhiteMoon 11 milik Drop sebelumnya, "akan ku jaga sampai kau mati! meskipun aku sendiri yang akan mati, teman-temanku tidak akan membiarkan itu terjadi!"


Aku yang mendengar kata-kata itu sembari tersungkur dari kejauhan, aku tersenyum oleh perkataannya. "Akhirnya dia mengakui kami sebagai teman" aku tertawa meski aku masih terkapar karena lemas.


Kini kembali ke pertarungan Robin Hood dan Bryan Revice melawan Michael Kors yang terkenal jahat.


Meski masih dalam mode 2.0, Robin sudah menyiapkan busur mecha dengan tali busur cahaya dan anak panah spesial yang akan menangkis serangan lubang hitam milik Kors jika itu diperlukan.


Dan Bryan yang baru saja memasuki mode Hyper, musuh bisa saja lemah jika mereka berdua bisa sinkronisasi dan se-frekuensi. Dengan senjata barunya yang semakin kuat dari sebelumnya, Bryan semakin yakin jika mereka berdua dapat mengalahkan Kors dan merebut kristal miliknya.