
...[Kembali ke yang lain]...
Bryan, Drop, dan Tye sudah mengantarkan orang-orang ke kamar mereka masing-masing untuk diamankan. Ketika mereka semua sudah kembali ke aula, mereka kembali melihat mayat Patrick ditemani oleh Jetsu sedari tadi.
Jetsu sepertinya sangat sedih sekali melihat sahabatnya mati di hadapannya sendiri,
"Farewell, warrior" Jetsu menutup wajah mayatnya Patrick dengan jaketnya, Wax dan Mako melihatnya, mereka ikut berduka bersama Jetsu.
Tye yang merasa ganjal dengan aula itu, kemudian ia menyelediki sekitar ruangan sampai ke sudut-sudut sampai . . .
"eh, apa ini?" Tye mengambil sesuatu yang ternyata, "jaring?atau benang?"
...[Kembali denganku dan Robin]...
Aku dan Robin sama-sama terjatuh sehingga membuat kami sama-sama kesakitan di bagian pinggul. Lubang di atas kembali tertutup sehingga kami tidak bisa kembali ke atas.
Beberapa saat kemudian ada beberapa orang menerangkan kami dengan senter neon nya.
"Lihat apa yang kita dapat disini, hmm"
3 orang wanita dan 1 orang lelaki mendatangi kami setelah mereka menjebak kami dari atas kapal.
"S . . . siapa kalian?" aku memegangi kepalaku,
"Wahh, wajah yang tampan" salah satu wanita berambut pirang memegang daguku.
Wajahku memerah, tetapi aku menggeleng-gelengkan kepalaku untuk melepaskannya.
"Hei hei jangan ganggu dia, dia milikku" lalu salah satu wanita berambut violet menarik tangannya,
"Loh, aku yang menangkapnya kenapa kalian yang asal klaim?" datang lagi salah satu wanita dengan memeluk boneka.
"Daripada membahas orang ini, bagaimana dengan si pencuri ini?" si pria kembali berbicara sembari menunjuk Robin.
"Eh?" aku menoleh ke arah Robin yang memasang wajah emosi kepada mereka.
"Sudah lama tidak bertemu pencuri, aku berharap jika kau sudah meninggal saat kau mencuri lukisan Hezetion kami, lalu tenggelam ke dalam sung--"
"Berisik, Grin. Kau pikir aku melupakannya?" Robin meludah ke samping.
Mereka hanya tersenyum.
"Apa yang kelompok idiot kalian lakukan disini huh?" Robin sepertinya sangat kesal dengan mereka,
"Tenanglah pencuri, kali ini kami menangkap mu" si pria menarik bajunya Robin.
"Eum, kalian sepertinya saling kenal" aku mencairkan suasana.
"Ya ya ya, kami sangat kenal sekali dengan pencuri sialan ini!" orang itu mendekatkan wajahnya ke wajah Robin dengan tersenyum.
Robin menyundul dahinya pria itu dan membuatnya terpental, "Tch, dasar--"
Sebelum dia membalas Robin, tangannya sudah ditahan oleh si wanita berbuat ungu dengan benangnya, "sudahlah."
Si pria hanya bisa menahan emosinya itu, kemudian dilepaskan tangan dari benang milik wanita itu yang entah darimana itu berasal.
"Siapa kau?" aku bertanya ke pria itu.
"Yah, namaku adalah Grin Casino " dia memperkenalkan diri.
"Kau seorang ahli mekanisme?" tebak ku,
"Hebat juga tebakanmu" Grin mengapresiasi,
"Tidak, itu karena di sabuk mu banyak peralatan mekanik" aku menunjuk sabuknya, "oh, itu benar . . ." seketika ia murung.
Aku ingin lanjut bertanya kepada yang lain, "Lalu sia--"
"Aku Ichika Shita" tanpa ku suruh, ia langsung memperkenalkan diri.
"Oh. . . .hi--" aku mengangkat tanganku.
"Yue, Yue Kirama. senang bert--"
"Ellie Toriyama, senang bertemu denganmu" Ellie langsung menyela Yue yang sedang berkenalan,
"ihhhhhh, aku belum selesai berbicara dengannya hmfff" Yue langsung memasang wajah emosi ke Ellie,
"Salahmu terlalu banyak berbicara--"
Ketika mereka sedang bertengkar, aku melihat dari belakang tangannya Robin adalah, "kristal?" Robin mengeluarkan kristal abu-abu dari sarung tangannya.
Lalu ia berkomunikasi denganku menggunakan bahasa isyarat melalui tangannya yang dibelakang itu.
"Hei, apa yang kalian bicarakan?" Grin menghampiri kami.
Lalu dia berdiri di depan kami persis seperti orang yang sedang mengawasi ujian. Kemudian Grin melihat-lihat ke belakang yang ternyata . . . .
"KEVY! BERSIAP!" Robin berteriak, "Eh???" aku sempat kebingungan.
Lalu Robin mengulurkan kristalnya ke depan, "SmokeScreen!" ia mengeluarkan bom asap dari kristal itu.
Seketika asap tebal keluar dari tangan Robin sehingga satu ruangan penuh dengan asap, bahkan sampai lampu neon milik Grin tidak menembus bayangan kami.
Hal yang kami lakukan adalah melarikan diri dari sana untuk keluar kembali menuju aula, namun tidak lama . . .
...[TAP TAP TAP TAP]...
Suara langkah kaki cepat mengejar kami dari belakang,
"Aku tidak ingin tahu apa yang dibelakang kita Robin" aku menoleh kebelakang untuk mengamati suara langkah kaki itu.
"Dia sudah berubah . . . ." Robin masih berlari secepat mungkin,
"Berubah? apa maksudmu?"
Seketika ada suara kecil dan nyala terang berwarna pink dari balik asap.
"Awas!!" Robin mendorong ku untuk menyelamatkan ku dari sinar laser di belakang kami.
"Terimakasih, kau tidak apa-apa?" aku kembali berdiri,
"Ya, hati-hati" dia menoleh ke belakang kami untuk melihat siapa yang dibalik asap.
"Wah,wah, keren sekali refleksi kalian"
Lalu datang Ichika dengan Mecha form nya yang masih basic form sepertinya. Helmnya bermotif kelinci, warna violet di armor nya sangat keren sekali. Nama di lengannya adalah "Light Hopper 14."
"Ayo lari lebih cepat lagi, maka kita akan lakukan hal yang sama Robin!" lalu ia maju dan hendak menendang Robin.
Dengan cepat ia menarik kaki Ichika, lalu membantingnya ke bawah dengan keras.
"Ayo lari Kevy!" Robin kembali lari bersamaku untuk mencari jalan keluar dari ruangan itu.
Selang beberapa tikungan, Robin ditarik oleh suatu tangan mecha seseorang dibelakangnya.
"Robin!" aku menggapai tangannya, lalu menariknya dengan keras untuk melepaskan tarikan tangan mekanis itu.
"Kembali kemari anak muda!"
Grin sudah berubah menjadi Mecha form dengan nama "Specter 18" sepertinya motif helmnya adalah Rubah, dan armor nya berwarna krem keputihan dan beberapa warna campuran. Senjatanya sangat banyak, 2 nya adalah tambahan dari lengan.
"Sial, mereka punya kristal"
"Hanya salah satu dari mereka tidak memilikinya"
"Tidak penting, tapi siapa?"
"Yue, dia bergantian menggunakan kristal dengan Ichika"
"Loh? bisa berganti-ganti pengguna?"
"Selama belum mencapai mode Breaker, sepertinya"
Aku masih belum mengerti soal tentang semua mode Mecha form, yang aku tahu hanya masih sedikit.
"Kemari lah!" Grin langsung maju dengan keempat senjatanya mengarah ke kami.
Robin menciptakan panah dari kristal miliknya, lalu membuat anak panah yang memiliki elemen ledakan. Kemudian ia menarik tali busurnya dan menembak ke arah Grin. Ketika dilepas, anak panahnya meleset.
"Haha, perlu guru panah nak??" Grin mengejeknya.
Robin hanya tersenyum, lalu ia menarik tangannya seperti melakukan sesuatu teknik.
Seketika panah itu berputar balik ke belakang Grin.
Grin yang sadar soal itu seketika ia menoleh kebelakang, "A . . . apa yang--"
...[DUARRRR]...
"Bounce Boomer!" Robin meledakkan anak panahnya setelah berbalik ke arah Grin sebelumnya. Hal itu membuat ia terpental terjatuh ke hadapan kami.
"Ayo, kembali!" Robin kemudian kembali mengajakku lari lagi.
Beberapa saat ketika sudah menemukan jalan keluar dari ruangan gelap itu, kami membukanya dan keluar dari sana.
"Akhirnya" aku melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 23:58.
"2 menit lag--" sebelum aku senang, beberapa benang menarik kami dari atas dan membuat kami tertangkap olehnya.
"Tidak ada kebebasan untukmu, pencuri"
Ellie berubah menjadi Mecha form nya. Ternyata asal-usul banyak benang di sekitar itu adalah berasal dari kekuatan benang milik Mecha form Ellie. Motif helmnya adalah laba-laba, warna armor nya adalah merah dan hitam. Nama di lengannya adalah "Puppeteer Constantine 17"
"Wanita ini . . . ." aku memasang wajah kesal kepadanya.
"Sial, aku harus melakukannya lagi!" Robin mengeluh.
"Apa maksudmu Robin?" aku keheranan.
Lalu dia dengan berusaha mengambil kristalnya lagi untuk melakukan sesuatu, "jangan bilang kau ingin . . ." aku menatap ke wajahnya.
"Create, Armor, Up!"