CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Darah yang hilang



"Kevy, kemana kau pergi? apa kau bersama Kenko?" Akuta khawatir.


"Aku sepertinya menemukan sesuatu yang sepertinya menarik perhatian ku sebelumnya" jawab ku melalui alat komunikasi kami.


"Selama kau baik-baik saja, maka kami akan fokus dengan rencana A" kata Orez.


"Gotcha" aku menutup alat komunikasi nya.


Akhirnya aku dan Kenko telah sampai di suatu ruangan yang isinya adalah mesin pembuatan mecha armor.


"Apa yang membuatmu kemari Kevy?" tanya Kenko.


"Tunggu disini sebentar . . . . " aku menyuruh Kenko untuk menetap.


Aku mencari sesuatu benda yang sebelumnya pernah ku lihat di suatu tempat, namun tidak sepenuhnya kuingat. Yang kurasakan adalah, sepertinya tidak lama sebelum kami memulai pemberontakan ini.


"Tempat ini sangatlah . . . . membuatku tidak nyaman. Seperti ada sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya." Kenko mengelus lengannya.


"Itu efek dari mecha armor nya. Tenang saja, suatu saat kau akan terbiasa jika digunakan terus menerus. Tapi ku sarankan sih jangan, karena aku takut kamu kenapa-kenapa" cemas ku.


"Hei, apa benda ini seperti yang paling terlihat mencolok di sini?" Kenko mengangkat benda itu.


Aku yang melihat benda itu langsung merebutnya, "hei, apa yang kau lakuk----"


...[PRAKKKKK]...


Aku menghancurkan benda itu yang ternyata merupakan bagian armor dari lengan Lazarus.


Setelah ku hancurkan, aku mengambil beberapa part yang hancur itu seperti chip dan kabel-kabel nya.


"Untuk apa itu?" tanya Kenko.


"Nanti akan ku jelaskan, jika ingat," aku menyimpan chip itu di penyimpanan lenganku, "sekarang ayo kita kembali ke yang la--"


...[BUSSSSZZZ]...


Suatu benda baru saja terjatuh dari atas. Padahal di atas itu sangatlah sepi, meski tidak terlalu tinggi.


"Kupikir itu . . . ."


"Mecha form? kristal apa?" heran ku.



Muncullah Lazarus yang tidak kami ketahui versi apa itu, "mengerikan . . . "


Tapi aku masih penasaran siapa orang dibalik mecha form Lazarus itu.


"Hmp . . . !" dia sepertinya menggeram.


"Apa kau yakin dia bukan manusia?" aku bersiap-siap mengeluarkan pedangku.


"Kevy, sepertinya orang itu bisa mengikuti gayamu!" menurut Kenko.


"Tenang saja. Aku yang akan mengendalikan pertarungan."


Kenko sangat tersentuh dengan sikapku yang seperti berjiwa pahlawan. Maka itu aku,


"Ayo maju. Kita selesaikan ini dengan cepat."


...[Sementara di Panic room]...


"Pak David, dua orang ini berhasil dihadang oleh Lazarus X3 kita yang masih dalam tahap prototipe" lapor Saguru sembari menunjuk monitor.


"Tapi armor itu harusnya masih dalam tahap prototipe kan? apa kau tahu jika armor itu memiliki efek sampingnya?" Kors mengingatkan.


"Aku tidak peduli. Lagipula aku senang jika ia tidak sadar siapa yang ia sedang hadapi." David kegirangan.


"Hmm?" Kors juga ikut tertarik untuk melihat monitornya.


"Daripada kalian fokus dengan yang ini, bagaimana lihat bagian yang lain? kalian sudah mengirimkan orang-orang juga untuk menghadang bagian situ kan?" kata Saguru sembari menunjuk monitor lain.


"Ya kami tertarik juga, namun aku tidak akan melewatkan momen ini" Kors mengambil kursi dan menariknya untuk ia duduk.


"Baiklah," Saguru melihat kiri dan kanan, "mari kita nikmati pertarungannya."


Kini mereka bertiga sedang memantau persiapan pertarungan ku dengan Lazarus X3 yang beberapa menit lalu menghadang perjalanan ku untuk berkumpul dengan teman-teman kembali.


...[Di tempat lain]...


Pintu sel terbuka setelah seseorang masuk menghampiri Kyo dan Yue yang sedari tadi masih dikurung setelah dijebak oleh Jack sebelumnya.


"Wajah baru. Apakah kalian yang akan menjadi bahan eksperimental kami?" seorang bapak-bapak menggunakan jas lab dan berpenampilan seperti profesor memberi mereka makan.


Tanpa pikir panjang, Yue langsung merebutnya dan memakannya secara lahap.


"Entah harus terimakasih atau merasa terhina. Tapi siapa kau?" tanya Kyo.


"Aku mungkin yang akan menyelamatkan kalian dari semua ini," dia menarik nafas, "panggil saja Zet, aku tidak memiliki nama yang pasti."


Zet mengulurkan tangannya mengajak bersalaman. Kyo awalnya ingin menolak, tetapi ia merasa seperti dapat memanfaatkan momen itu.


"Aku Kyo, dan ini partner ku Yue" dia memperkenalkan diri.


"Nama yang keren, aku harap kita dapat bekerjasama dalam program kedepannya" tawa Zet.


"Maksudmu?" Kyo tidak paham.


"Kan kalian ingin bekerja dengan Jack sebelumnya kan? yasudah persiapkan diri kalian."


"Tapi apakah harus dengan mengambil kristal ku juga?" Kyo menarik kerah jas nya Zet.


"E . . .e . . .soal itu aku tidak mengerti, aku hanya diperintahkan untuk mengatur pekerjaanmu saja" Zet menjelaskan yang ia tahu.


"O . . .ou . . . ." Kyo melepaskannya.


"Maaf sekali, tetapi aku tidak ada sangkut-pautnya dengan kristal itu. Aku hanya mengerti tentang mesin-mesin itu saja, tidak dengan kristalnya."


"Terimakasih atas makanannya Zet. Aku harap kau dapat membawa lebih banyak lagi" Kyo berbalik badan.


Zet memandanginya dengan ekspresi bingung apa yang harus dilakukannya. Lalu ia berjalan meninggalkan ruangan. Tanpa disadari, Kyo mengamati Zet dengan sedikit-sedikit meliriknya tanpa ia ketahui.


Setelah pintu sel ditutup kembali, Kyo meminta Yue untuk melakukan sesuatu.


"Yue, setelah makan, apa ada niatan untuk keluar dari sini?" tanya Kyo.


"50/50 sih, makanan disini sangatlah enak. Mereka juga menawarkan pekerjaan, tetapi mengorbankan kristal milikmu kan?" pikir Yue.


"Ada benarnya, tetapi kita disini seperti sedang di dalam penjara apa kau tahu? mengapa ruangan ini sangatlah hampa sekali . . . . " Kyo terlentang melihat ke langit-langit ruangan.


Yue prihatin dengan Kyo, "Kyo . . ." Yue memegang Kyo, "apa rencana mu?"


Kyo bangun dan tersenyum memandangi Yue, "Begini rencananya."