CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Kota Terbengkalai



...[TEEETTTTT TEEETTTTT TEEETTTTT]...


Pintu kargo sudah terbuka. Awan malam hari membuat visibilitas kami sedikit berkurang, namun cahaya bulan masih bisa sedikit menyinari.


"Semuanya sudah menggunakan pakaiannya?" Jetsu mengecek.


"Kau sudah siap Kenko?" aku mengencangkan ikatan parasut Kenko.


"Hmm" dia mengangguk, lalu memasang masker untuk bersiap.


Kemudian aku mengangkat tanganku dan mengacungkan jempol ke atas. Jetsu sudah mengecek semuanya.


"Baiklah," Jetsu berada di paling depan, "selamat datang di kota Sanctuary hills."


Jetsu mengangkat jarinya dan menggerakkan jarinya, lalu ia melompat dari pesawat dan melakukan terjun bebas.


"Kau yakin Akuta?" tanya Yuusha.


"Gak kebalik nih?" Akuta memasang wajah tersenyum dengan kesal.


Yuusha tertawa, lalu ia bersiap.


"Drop, bayangkan jika kita malah jatuh ke lahar yang panas" canda Bryan.


"Keren, tapi itu sesuatu yang mengerikan" Drop sedikit tersenyum.


Orez menghela nafas, "apa kau siap Kenzu?"


"Jangan tanya" Kenzu sangat bersemangat.


"Baiklah teman-teman, cepat melompat." Aku menyuruh semua orang untuk melompat dari pesawat.


Dimulai berurutan dari Mako, Wax, Robin, Akuta, Yuusha, Orez, Kenzu, Drop, Bryan dan terakhir kami berdua.


"Ayo, Kenko" lalu kami berdua lari dan melompat bersama untuk melakukan terjun bebas.


Kami meluncur melalui awan yang sangat gelap, bahkan melewati dahsyatnya petir yang berlintas di awan. Setelah melewati awan itu, akhirnya terlihat jelas suasana kota Sanctuary hills.


"Sial, kota apa ini!?" aku sangat terkejut hebat dengan keadaan kota-nya.


Sanctuary hills adalah kota yang sangat luas. Namun sayangnya, kota itu sudah terbengkalai sampai semuanya sangatlah gelap. Hal yang membuat kami tertarik dengan penglihatan kami adalah, suatu cahaya yang sangat mencolok dari bawah di ujung sana meski sedang dalam kegelapan.


"Teman-teman, itu adalah tujuan kita. Bersiaplah membuka parasut" cakap Jetsu dari alat komunikasi yang ada di telinga kami semua.


"Siap!" semua orang merespon.


Kami mencoba untuk menghindari gedung-gedung terbengkalai nan hancur yang tinggi meski sangatlah sulit untuk diarahkan. Disaat semua orang mengikuti arah jalan Jetsu, sedangkan kami berempat sangatlah berbeda. Aku, Akuta, Orez dan Kenzu melakukan hal yang sangat ekstrim, dengan cara terbang memasuki jendela gedung terbengkalai itu dan keluar lagi melalui jendelanya.


Berulangkali kami lakukan dengan handal, sampai akhirnya kami kembali ke jalur Jetsu terbang.


"Buka!" Jetsu menarik tuas parasutnya.


Lalu semua orang mengikuti perintah Jetsu dan langsung ikut menarik tuas parasut mereka. Dan akhirnya kami semua melayang bersama-sama di udara menggunakan parasut sembari menikmati pemandangan langit.


"Bagaimana kau bisa sangat handal sekali terbang Kevy?" tanya Kenko padaku.


"Tunggu kau melihatnya?" banggaku.


"Sedikit, tapi masih dapat dilihat. Sepertinya kau sudah terbiasa melakukan hal itu."


"Dulu di kelas kami ada ekskul skydiving, iya kan Akuta, Orez, Kenzu?" aku menyebut mereka.


"Tidak akan pernah terlupakan momen itu" Orez tertawa.


"Oke kembali ke rencana teman-teman, ikuti kami" perintah Jetsu.


"Baiklah kalian bisa lepaskan pakaian skydive itu disini" kata Mako.


Semuanya langsung membuka resleting baju skydive kami semua dan bersiap dengan peralatan kami.


"Kevy, bagaimana dengan kristalnya?" tanya Jetsu.


"Aman" aku mengacungkan jempol sembari menunjukkan kristal yang sudah kuraih selama ini.


"Hebat, bagaimana kau bisa mendapatkan itu semua?" Robin terpukau.


"Hasil petualangan ku. Tidak kusangka semuanya akan berakhir segera."


Selang beberapa waktu, kami sedikit kembali menyusun rencana dan memantau lokasi yang dibicarakan oleh teman-teman kami sebelumnya.


"Jadi Akuta, Orez, Kenzu. Apa kalian benar-benar yakin jika ruangan itu ada di kota ini?" Wax memastikan.


"Berharap saja begitu. Tapi yang kudengar itu sudah pasti" jawab mereka.


"Robin, lapor" Jetsu menunggu hasil pantauan Robin menggunakan binokular miliknya.


"Aku melihat cahaya yang sangatlah janggal dibawah sana."


"Mungkin itu adalah jawabannya" menurut ku.


"Baiklah, Robin lakukan tembakan Zipline menggunakan panahmu itu" perintah Mako.


"Dengan senang hati nyonya" Robin langsung menarik tali busur dengan anak panah yang diikat dengan tali, lalu ia menembakkannya ke sebelah arah cahaya itu sampai menancap dengan keras.


"Ok, sepertinya ini sudah sangat ketat," sembari mengecek tali, "ada yang mau duluan?" Robin memasangkan handgrip Zipline ke tali itu.


Tanpa pikir panjang, Orez langsung memegang grip dan langsung melompat dari atas gedung, "YOOOOOO!!!!!" Orez sangatlah nekat.


"Hati-hati kakak" Kenzu ikut menyusul setelah dipasangkan handgrip Zipline satunya lagi.


Kenzu langsung melompat dari gedung sembari meluncur dengan Zipline itu.


"Lapor jika sudah sampai kalian berdua" Mako berbicara dari alat komunikasi di telinganya.


Sembari menunggu, aku melihat sesuatu yang janggal di suatu gedung dekat Zipline itu.


Dengan menggunakan binokular, "Sial!" aku sangatlah terkejut.


"Ada apa Kevy?" semua orang heran.


Lalu aku memberikan binokular milik Robin dan diberikan kepada Jetsu, "Sial!"


"Ada apa sih kalian berdua?" semua orang ditambah keheranan.


"CCTV"


Aku dan Jetsu melihat sebuah cctv yang lampunya masih berkedip merah. Bertanda jika kamera pengawas itu masih aktif dan membuat kami semua panik.


"Kita dalam celaka . . . . "


Aku tidak bisa berkata-kata.


...[Di suatu ruang siaran]...


Seorang pengawas yang melihat kejadian itu semua merasa sangat terkejut apa yang barusan ia lihat.


"Gotcha, all of you!" dia merasa senang karena akhirnya ada yang membuat dia bisa melapor ke atasannya setelah apa yang dia lihat barusan.