CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Kebencian



Secara kebetulan. Kami bertiga reuni secara tidak langsung. Aku baru tahu kalau Nelson juga alumni kelas S. Kalau Reggie memang sudah ku tahu dari awal.


Nelson juga terkejut kalau aku berasal dari kelas. "Tunggu Kevy, kau juga dari kelas S?"


"Loh, memang aku dari dulu!" jawabku.


"Aku juga baru ingat kalau dulu aku berasal dari kelas S" canda Reggie.


"Jangan mengacaukan suasana bodoh!" kesal Kenko pada Reggie.


"Tunggu . . . . Kevy?" Kyo terkejut melihatnya.


"Kyo? bagaimana kau bisa disini? dan juga Yue?" bingungku.


"Seharusnya kami yang bertanya, mengapa kau di sini?" Kyo membalikkan pertanyaan.


"SUDAHLAH! BISAKAH KITA TENANG UNTUK KALI INI SAJA!" tegas Kenko.


Seketika membuat semua orang menatapi ke Kenko.


"Ya, itu benar. Apakah tidak bisa kita bekerjasama untuk kali ini saja?" Yue mencairkan suasana.


"Sadar Yue! sadar!" Kyo menunjuk kepadaku, "ia sudah menjebloskan teman-teman kita ke penjara!"


"Hei hei, bukan aku yang melakukannya!" aku mengelak.


"Lalu kemana teman-teman kita?" Kyo berjalan menghampiri ku, lalu kami saling berhadapan.


"Sudahlah . . . kau malah menjadi penjahatnya di sini" Yue meleraikan kami berdua.


"Penjahatnya? oh ya! kami hanya dibayar oleh seseorang yang berasal dari dunia masa depan lain untuk memenuhi kebutuhan kami bersama teman-teman ku, lalu disangka penjahat oleh orang yang merasa dirinya pahlawan?" lancang Kyo.


Aku tidak bisa menjawabnya. Melainkan hanya menundukkan kepala dan sedikit merenung. Begitu juga dengan Kenko yang tidak tahu apa-apa, ia ikut menundukkan kepalanya. Padahal ia tidak ikut bertarung di dek kapal pada saat itu.


"Apakah dengan itu? cara menyelesaikan semua ini?" ucap Reggie.


Semua orang menoleh ke Reggie. Begitu juga aku yang mengangkat kepalaku kembali.


"Aku tidak menyangka, hal yang pertama kali kurasakan setelah keluar dari sel adalah, melihat pertengkaran orang lain."


"Ini bukan urusanmu Reggie! kau tidak tahu apa-apa sebelumnya!" bentak Kyo.


"Lalu apa yang mau kau lakukan jikalau aku tahu semuanya?" Reggie mendekati Kyo.


"Mungkin kau juga akan mengerti perasaanku!" Kyo menarik kerah bajunya Reggie.


...[BRUGGGG]...


Dengan cepat, Reggie langsung membantingnya sampai Kyo tersungkur sembari mengunci tangannya. "Ya, ini adalah perasaanku juga setelah kau berani melakukan hal itu kepadaku."


Aku mencoba meleraikan nya. "Hei hei, kita bukan ingin--"


"Tenang Kevy. Aku sudah pernah merasakan momen ini sebelumnya. Dia berpikir bahwa hal yang dia rasakan sangatlah membuatnya benci daripada masa laluku." ucap Reggie.


"Aku tidak tahu apa-apa soal masa lalu mu bodoh!" elak Kyo.


Kemudian Reggie mengulurkan tangannya ke Kyo, "maka itu . . . ."


Kyo melirik tangan yang diulurkan oleh Reggie sembari menahan rasa sakit di tangannya itu.


"Apakah kau akan berubah dengan momen ini?"


Kyo menoleh ke wajah Reggie. Kemudian dia kembali melihat tangan yang diulurkan oleh Reggie itu.


"Sialan" Kyo akhirnya bersalaman dan dibantu angkat oleh Reggie.


"Masa lalu mu mungkin memang mengerikan. Tetapi cobalah untuk melupakannya, itu hanya akan menjadi penghambat hidupmu."


Kyo tersentuh. "Itu benar, maaf."


"Sial. Aku belum pernah mendengarnya minta maaf kepada orang lain" Yue terkejut setelah mendengarnya.


"Sekarang cobalah untuk hidup ke masa depan . . . ." Reggie memberikan tangan Kyo yang Reggie ulurkan.


"Hei hei!" Kyo terkejut setelah apa yang dilakukan oleh Reggie.


Reggie menatap wajahnya dengan serius. Kemudian Kyo mengangguk saja. Lalu ia menoleh kepadaku.


Kini tinggal aku yang harus bersalaman dengannya sebagai tanda kerjasama. "Ya!" aku bersalaman dengannya.


Semua orang senang. Kini aku dan Kyo sudah berdamai berkat Reggie yang menengahi kami.


Setelah itu, Aku dan yang lain berlari secepat mungkin menuju ruang dimana teman-teman ku sedang berperang. Terimakasih kepada Reggie sudah membuat semuanya berkumpul seperti ini.


Setelah aku berbelok, aku melihat Kors yang sedang menciptakan lubang hitam nya yang sangat besar dan sempurna.


"Nelson!" aku menyuruhnya menghancurkan lubang hitam itu.


...[BZZZZTTTT]...


Tiba-tiba lubang hitam yang diciptakan oleh Kors mendadak hilang dalam sekejap setelah suatu benda menghantamnya.


"Siapa itu?" Kors melihat sekitarnya.


Langkah kaki berjalan dari samping Kors.


Jetsu diamankan oleh teman-teman, ia ditarik ke belakang oleh Reggie dan Nelson. Begitu juga teman-teman kami yang lain, yang tidak berdaya ditolong oleh Kyo, Kenko, dan Yue.


Kini tinggal aku dengan senjataku Sci-Libur, menghadap ke Kors untuk menantangnya. "Huh dasar . . . . beraninya menyerang yang lemah."


Kors awalnya bingung siapa aku. Tetapi setelah ia melihatnya lebih jelas lagi, Kors sadar kalau itu adalah orang yang ia pernah temui sebelumnya. "Kau . . . ."


Aku tertawa sembari memegang erat Sci-Libur dengan sedikit berpose. "Sebut namanya jika ingin diserang!"


Kors membuka tangannya yang penuh dengan cakar di sela-sela dan ruas jarinya. "Dasar . . . .," Kors membuka sayap mekaniknya itu. "KEVY DEVOTEE!!"


"Sudah waktunya." Aku menarik nafas, lalu menghembuskan nya kembali.


"Create, Armor, Up!"