
Kors membuka tangannya yang penuh dengan cakar di sela-sela dan ruas jarinya. "Dasar . . . .," Kors membuka sayap mekaniknya itu. "KEVY DEVOTEE!!"
"Sudah waktunya." Aku menarik nafas, lalu menghembuskan nya kembali.
Aku mengangkat kristal ku, "Create, Armor, Up!"
Kors yang awalnya sempat ingin menyerang sebelum aku bertransformasi, ia malah terpental sedikit akibat gelombang elektromagnetik biru yang dikeluarkan dariku yang ingin bertransformasi.
"Tch!" Kors mencakar gelombang itu dan berdiri tegak kembali.
Akhirnya aku sudah berubah kembali menjadi Sci-Libur mecha form, mode Breaker. Dari setiap pertarungan, ini mungkin pertama kalinya aku bertarung dengan Kors 1 lawan 1. Tidak ku sangka akan bertemu dengannya kembali, disajikan dengan pertarungan yang mungkin saja membuat semua orang terpukau.
"Kors, sebelum kita bertarung," aku menancapkan pedangku ke lantai untuk berbicara dengannya, "kurasa kamu masih ada kesempatan untuk memperbaiki ini."
"Hah?" Kors berhenti bergerak sebentar.
"Aku tahu ini aneh. Tapi . . .," aku melihat ke sekitar dan teman-teman ku, "apakah ini yang memang kamu mau? menyakiti orang lain?"
Kors diam tidak menjawab apa-apa.
"Dengar, aku tahu kamu dulu itu seorang pemimpin faksi juga!"
"Lalu?" Kors membalas.
"NSC kan? Not So Cool? kamu dulu seorang pemimpin faksi dari faksi itu."
"Lalu apa hubungannya dengan ini semua?!" kesal Kors.
"Setahuku NSC itu adalah faksi yang sangat baik orangnya. Lalu juga faksi paling ramai di negara ini. Tapi . . . . semenjak kamu memegang pedang Cryptide, semua berubah bukan?"
"Hmm . . . ." Kors menundukkan kepala dan memejamkan mata, tetapi sembari mendengarkan apa yang kukatakan.
"Aku tahu dulunya kau juga orang baik, tapi sifat egoisme mu itu--"
"Oke-oke, aku paham apa yang sedang kamu katakan oke?" sela Kors yang kembali mengangkat kepalanya.
"Eh?" aku terkejut karena ia awalnya mungkin sudah berubah pikiran.
"Aku tahu semua yang kau ucapkan, aku sangat tahu."
Aku mulai sedikit kegirangan soal ini.
"Tapi . . . ." ia membentangkan sayapnya bersama cakarnya, "Doomsday Horrrorized!"
"A . . . .apa?" aku terkejut.
Ia langsung mengeluarkan jurusnya. Jurus yang ia keluarkan berasal dari cakarnya yang mengeluarkan api ungu dan sayap yang mengeluarkan ultrasonic kepadaku.
"Aku memang tidak akan pernah berubah!!!!!" Kors secepat kilat maju ke arahku.
"Hmp" aku tersenyum.
"Hah?" lalu ia sedikit kebingungan mengapa aku terdengar sedang senyum.
Ketika kami berdua sudah berhadapan secara langsung, dengan cepat aku mengambil pedangku dan . . . . ."Wolverine Backstabber!"
"Eh?" Kors tiba-tiba terkejut karena aku sudah berada di belakangnya.
Dengan ayunan pedangku yang terbalik, ku tusukkan pedangku dari belakangnya. Kaca helm ku sudah menyala terang berwarna kuning, dengan percikan api yang memanaskan suasana ini.
...[TSSSSSKKKKKK]...
"ARGGFFFF" Kors tertusuk oleh ku dari belakang, menembus sampai ke depan.
...[TSSSSSKKKKKK]...
"ARGGFFFF" Kors kembali kesakitan setelah aku menarik pedangnya kembali.
Setelah itu aku membersihkan lumuran darah di pedangku dengan tanganku sendiri. "Jangan coba menentang pemilik Cryptide, generasi berikutnya" ucapku dengan tatapan tajam melihatnya berdarah.
Ia membungkuk sembari melihat darah di tangannya setelah ia memegang dadanya. "Terjadi lagi . . . ."
Lalu dia tersungkur dan kembali ke human form nya dengan tidak sadarkan diri. Kemudian aku menghampirinya untuk mengecek nafasnya. Orang-orang melihatku dengan ekspresi linglung.
"Ya . . . ." kemudian aku menoleh ke arah teman-temanku. "Dia sudah tidak meninggal."
"Benarkah?" Akuta sempat girang.
...[DUGGGGGG]...
Dari bawah, tiba-tiba kakiku di tendang oleh Kors tanpa sepengetahuan ku.
"Akh" aku terjatuh dan sedikit terbentur dengan lantai.
Kors yang tadinya sudah tidak bernyawa, membuat semua orang tercengang setelah melihatku kembali berdiri tegak.
"Wew, perutku berdarah" celetah nya.
"B . . . . bagaimana bisa?" Kyo sangatlah tercengang.
Perlahan luka-lukanya tertutup setelah api berwarna ungu menjahit luka-luka itu. "Kristal ini . . . . sangatlah dahsyat!!!"
"Jadi begitu alasannya ia masih hidup" celetah Jetsu di sebelah Robin.
"Kalau tahu begitu, mengapa kau tidak bilang dari tadi?"
"Hey, hey . . . . mau kemana kau?" heran Robin.
Kors yang sedang kegirangan setelah hidup kembali dengan kristal itu di depanku, datanglah Jetsu dihadapannya.
"Akhirnya, aku sudah mengetahui rahasia hidup abadi mu ini, Kors!" kata Jetsu.
"Ouh, sudah pulih?" Kors melihat Jetsu.
Lalu teman-teman yang lain ikut berdiri di samping Jetsu. "Ia tidak sendiri" ucap Orez.
Semuanya ikut berkumpul di samping Jetsu. Begitu juga dengan Kyo, Yue, Nelson dan Reggie meski tidak memiliki kristal.
"Teman-teman!" haru ku.
Kors tertawa terbahak-bahak. "Begitu kah? perlawanan kalian?"
"Kors . . . . kau sudah berani membunuh partner ku, maka itu . . . " Bryan mengangkat kristalnya. "Kali ini, tidak akan segan-segan untuk membunuhmu ratusan kali!!"
"Maka coba kalian maju!" Kors mengangkat kristalnya.
...[TSSSSSKKKKKK]...
"AKH!" Kors tertusuk.
"Apa kau lupa orang dibawah mu siapa?" aku menusuk dadanya dari bawah sampai menembus ke belakang.
"Sial . . . . . " ia kesakitan.
...[TSSSSSKKKKKK]...
Aku menarik pedangnya kembali sehingga membuatnya bolong kembali di bagian dada.
"Hahahahaha" Kors masih tertawa meski ia berlumuran darah dari mulut maupun dadanya.
"Apa yang membuatmu tertawa lepas begitu?" ucapku sembari menancapkan pedangku ke lantai.
"Aku akan tetap masih hidup, Kevy! aku akan tetap masih hidup!" tawa Kors.
Lalu aku merebut kristal di tangannya, "tidak akan lagi."
"Ehh?" Kors terkejut.
Lalu ia membungkuk setelah tidak dapat menggapai kristal yang ku renggut darinya. "Apakah . . . ini akhir ku?"
Kors akhirnya tersungkur. Ia kini benar-benar tidak bernyawa lagi. Kristal GlitchHawk sudah ku amankan, tinggal ku gabungkan saja dengan yang lain.
Setelah aku kembali menjadi human form, aku berjalan menghampiri Kyo. "Kyo, kau masih memiliki kristal mu bukan? waktu itu kami belum mengambilnya loh."
"Maaf Kevy, tapi . . . ." Kyo menundukkan kepalanya.
...[CLAP CLAP CLAP]...
Beberapa orang berjalan kemari sembari tepuk tangan. "Hebat, hebat sekali kalian semua!"
Reflek, kami semua menoleh ke suara orang itu. Orang itu lalu berdiri sembari menghadap kami semua.
"Dia . . . ." Kyo menunjuk orang itu, "yang merebut kristal kami."
"Kalau tidak salah . . . mereka kan" aku kembali mengingat-ingat.
"Itu David Martinez, pemerintah negara Mechroid!" jawab Kenko.
"Benarkah?" Wax terkejut.
"Tidak ku sangka kalian mengenalku" senang David.
"Lalu disampingnya adalah rival ku sebelumnya, Jean Camara. Dari faksi Clock Bound" Akuta mengingatnya.
"Wow, itu Akuta dan Yuusha bukan?" ucap Jean.
"Kenzu, bukankah itu Shippu Katsu?" Orez memastikan.
"Ya, itu memang Shippu dari faksi Ace of Gouretsu" jawab Kenzu.
"Ayo kita rematch pertandingan balapan kita, Orez dan Kenzu!" sebut Shippu.
"Tunggu . . . . apakah itu Jack?" aku memastikan.
"Ya, itu memang Jack. Dia telah menjebak kami berdua sebelumnya. Maka itu kristalnya berada di tangannya" jawab Kyo.
"Sayang sekali. kristalnya sedang diamankan oleh kami" celetah Jack.
"Wah wah wah, ternyata itu Saguru Crow. Dari faksi Sacred Crow" Nelson mengingatnya.
"Tunggu, kau mengingat kembali? padahal aku sudah mencuci otakmu" kaget Saguru.
Kini kami semua saling berhadapan dengan para pemimpin faksi, didukung oleh pemerintah. Tidak disangka-sangka, ternyata musuh terakhir kami adalah pemerintah itu sendiri. Mentang-mentang ia menjadi pemerintah setelah didorong oleh Kors, ia semena-mena nya begitu terhadap kekuasaan.
"Kalau begitu, memang sudah saatnya untuk kembali bertarung melawannya" aku mengangkat kristal ku. "Siapa yang kuat, ia yang menang!"
"Kau yakin?" mereka semua mengangkat suatu benda kecil.
Yakni dinamakan chip oleh mereka.