CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Lihat Siapa Yang Kembali



[CTARRRRRRR]


Mendadak ruangan distorsi yang diciptakan oleh Kors mendadak hancur seperti kaca yang pecah. Perlahan kembali membangun realitas dengan pecahan distorsi ini.


"A . . . apa yang--" Kors keheranan apa yang terjadi.


Dari belakang, aku merasakan ada langkah kaki yang tidak asing. Ia berjalan dengan perlahan seperti orang yang kukenal. Karena aku penasaran, aku melihat ke belakang untuk melihat siapa orang itu.


"T . . . tidak mungkin . . . " wajahku sangat terkejut.



Itu adalah Akuta. Teman partner lamaku yang sudah lama menghilang.


"A . . . apa . . . " aku shock berat melihatnya.


Lalu Akuta berhenti berjalan dan berdiri di samping ku.


"Siapa kau? berani-beraninya kau!" Kors kesal.


Akuta merespon dengan tersenyum.


"Tidak penting" kemudian Akuta mengangkat kristalnya, "Yang penting adalah . . . ."


"Create, Armor, Up!" Akuta bertransformasi.


Aku masih tidak percaya jika dia adalah Akuta, sahabat yang hilang setelah kejadian beberapa bulan yang lalu. Karena ini sesuatu hal yang tidak terduga, dan itu membuatku separuh senang dan separuh shock.



Akuta sudah memasuki mode 2.0, sama seperti Kors yang juga sudah memasuki 2.0. Dengan suara mesin gergaji yang nyaring, bisa saja sampai membuat musuh ketar-ketir.


Tapi Kors tentu saja tak gentar. Karena ini sama-sama pertama kalinya aku melihat pertarungan mode 2.0 mereka. Aku berniat untuk membantu Akuta jika keadaan sudah terdesak.


"S . . . siapa dia" Wax dan Drop reflek berniat membantu atau sebaliknya terhadap Akuta.


Tetapi Jetsu menahan mereka dan memberi instruksi untuk tetap diam di tempat. Dan mereka juga akan membantu ketika keadaan mungkin sudah terdesak.


"Bersiaplah, Kors" Akuta menyaringkan suara gergajinya berulangkali seperti menantang.


"Bagaimana Akuta bisa kenal Kors?" itu akan ku simpan sebagai pertanyaanku nanti.


Aku juga masih bingung kenapa masyarakat disini tidak peduli kalau ada pertarungan diluar sini. Padahal suaranya sangat berisik sekali, ditambah sekarang masih pagi hari. "Apakah mereka tidur? aku tidak peduli"


Akuta mulai maju dan melangkahkan kakinya sepanjang mungkin, ia berlari seperti anjing pembunuh yang sangat cepat. Kors terbang dan mengeluarkan semacam pedang laser atau saber yang berada di tangannya.


"Enyahlah!" Kors terbang dan mengayunkan saber nya ke arah Akuta.


Akuta dengan reflek yang cepat langsung melakukan slide dengan tangan gergaji ke atas. Hampir saja Kors akan terbelah oleh gergaji yang sangat tajam itu jika ia tidak langsung menghindari serangannya.


"Reflek yang bagus, tetapi kau lupakan ini!" setelah melakukan slide, Akuta menggenggam kakinya Kors yang masih melayang di udara.


Kemudian ia tarik ke bawah untuk kembali mengayunkan kaki Kors ke arah bangunan. Dengan cepat Kors hendak untuk melakukan counter, namun Akuta masih lebih cepat 2x darinya.


Hal itu membuat Kors terlempar setelah kakinya diayunkan oleh Akuta yang dari tadi ia putar-putar. Kors terlempar menembus beberapa tembok gedung yang kosong.


"Tch" Kors mengusap kotoran di bagian-bagian tubuhnya.


"Menyerah lah, masih ada waktu" Akuta memperingati dengan berdiri di depannya sembari menodongkan gergaji tangannya.


"Hmp" Kors tersenyum.


Akuta keheranan, tetapi dia masih menodongkan Senjatanya ke arah Kors.


"Kau tahu? skill mu bagus. Tapi . . . ." Kors bangkit dan berdiri, "Aku baru saja mulai!"


Kors mengulurkan tangannya, lalu muncul suatu partikel kecil yang berkelap-kelip.


"Daygone!" Kors menepuk partikel itu seperti menepuk tangan.


"HENTIKAN DIA!" Jetsu baru sadar akan sesuatu.


Semua orang ikut kecuali Kenko dan Mako, yang lain menyusul Akuta yang sedang bertarung. Tanpa disadari adalah bahwa jurus itu dapat merakit distorsi atau pindah ruang waktu.


...[SSGNNSNSHSHSNSH]...


Setelah partikel itu meledak, cahaya kegelapan menarik diriku, Akuta, Wax, Jetsu, dan Robin. Entah kemana kami ditarik, yang pasti adalah kami ditarik ke dalam partikel itu seperti menjadi kecil dan masuk ke dalamnya.


Disaat aku menutup mata, aku merasa seperti ada orang yang meneriakkan nama ku,"KEVY!!!" yang kupikir itu adalah Kenko.


"Apakah dia juga ikut masuk?" lalu aku mendadak tidak sadarkan diri setelah melihat kegelapan yang berulangkali berputar di otakku.