
...[Beberapa menit sebelum Bryan datang]...
Kenko sedang berlari mencari tempat aman. Tapi ketika keluar pintu, ternyata Kenko baru keluar dari suatu bangunan yang tidak diketahui. Kenko keluar dan berada di dalam gang kecil, namun jalanan ada di sebelah kiri.
Ketika Kenko berlari ingin keluar dari gang . . . .
...[Wuzzzzzzzz]...
"Ehh?" Kenko melihat mobil yang sangat cepat dikejar oleh helikopter di atas.
Mobil itu berwarna oranye dan ada seseorang yang mengendarai nya. Sepertinya Kenko sempat tidak sengaja berpapasan dengan nya. Pengendara itu hanya 1 orang, tetapi dia menggunakan armor Mecha sama seperti pengguna kristal yang sudah berubah menjadi mecha form.
Ketika Kenko lebih maju ke depan untuk melihat mobil itu lebih jelas, tidak beberapa lama mobil itu langsung menghilang seperti ada portal distorsi cahaya yang membuat mobil itu hilang dalam sekejap.
"Loh, perasaan ini. Entah aku seperti mengenal orang itu?" Kenko seperti mengingat sesuatu.
"mustahil, tidak mungkin mereka kan?" Kenko berperasaan aneh.
Kemudian helikopter yang mengejar mobil tadi ternyata tidak langsung pergi, helikopter itu mengulurkan tali ke bawah di dekat jendela bangunan dimana Kevy dan Drop sedang bertarung.
"gawat, aku harus segera mencari tempat aman" Kenko dengan mengendap-endap untuk pergi ke gedung sebelah.
Ketika sudah sampai ke bangunan sebelah, Kenko melihat seseorang yang turun dari helikopter itu.
"Bryan? aku tidak pernah melihat form itu sebelumya" Kenko dalam hati.
Kenko kemudian hanya melihat pertarungannya dari jauh tanpa bisa membantu, namun Kenko ingin agar dia terlihat menolong Kevy.
...[Sementara itu]...
"ya, mari kita lihat saj-"
...[DORRRR]...
Tiba-tiba saja ada yang menembak ku dari belakang.
"Argh" aku rada terpental oleh peluru itu. Lalu aku menoleh ke belakang , aku ingin tau siapa yang menembak ku.
"Kita bertemu lagi, Kevy"
"Sial"
...[Beberapa jam kemudian]...
Aku masih tidak sadarkan diri setelah ditendang hasil kombinasi tendangan dengan gravitasi yang membuat beberapa sistem ku rusak, hal itu membuatku berubah kembali menjadi human form lagi, tapi kristal masih ku pegang dan ku genggam sebisaku dan menjaganya.
Aku tidak bisa melihat apapun karena masih lemas untuk membuka mata, tapi aku masih bisa melihat sedikit sedikit untuk melihat keadaan.
Ketika Drop dan Bryan sedang berjalan ke arah ku untuk merenggut kristal yang sedang ku genggam, ada seseorang yang tiba-tiba melawan mereka berdua ketika aku sedang tidak sadarkan diri.
Drop dan Bryan dibuat kewalahan oleh orang ini, "s . . . siapa dia?" aku masih melihat nya meski tidak terlalu jelas karena aku masih lemas.
Yang kutahu adalah, Bryan dan Drop langsung melarikan diri melawan orang ini. Bryan dan Drop lari menggunakan helikopter yang sebelumnya dipakai Bryan.
Lalu orang itu menghampiri ku dan mengecek keadaanku, aku masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kemudian orang itu seperti memanggil seseorang atau teman temannya untuk kesini. Teman-teman mereka datang dan bertemu dengan orang ini, mereka mengangkat ku ke dalam mobilnya.
Aku perlahan membuka mata ku dan mengintip siapa saja di dalam mobil ini, tetapi ketika aku mengintip ke kiri. . . . .
"K . . .Kenko??" aku melihat Kenko yang mukanya cemas dan khawatir kepada ku.
Tetapi ketika aku mengintip ke kanan, aku melihat seorang pria yang menggunakan topeng radioaktif tapi versi futuristik dengan cahaya neon disekitarnya.
Sampai akhirnya aku benar-benar tidak sadarkan diri. . . .
...[Beberapa jam kemudian]...
"Dimana ini?" aku bangun, kemudian melihat lihat sekitar.
Lalu aku membuka masker oksigen ini dan berdiri dari ranjang ku. Aku melihat ke jendela, sepertinya aku berada di suatu gedung dengan pemandangan di luar jendela sangat estetik menurutku, karena pemandangan kota dari jendela ini sangat fantastis.
Kemudian aku berkeliling dan mencari baju untuk kupakai. Setelah aku menemukan baju yang keren di tempat itu, aku memakai baju yang disediakan di sana.
Setelah memakai baju, aku keluar dari ruangan itu dengan melihat kiri dan kanan. Di kiri tidak ada apa-apa, hanya sebuah lukisan klasik yang mungkin sangat mahal. Kalau di kanan adalah lorong yang mentok ke kiri.
Aku berjalan mengikuti jalan itu. Dan ketika aku melihat ke kiri, ada sebuah pintu menuju suatu ruangan?
Ketika aku berjalan ke pintu itu dan membuka nya . . . .
"Woah" aku terpukau karena ruangan ini seperti suatu kafe kecil, namun ada banyak orang disini.
Aku berjalan dan melihat-lihat sekitar kafe itu, aku juga merasa seperti ada beberapa orang yang melihat ku, namun salah satu orang yang melihat ku, dia langsung memanggil seseorang yang mungkin adalah teman nya.
"Kau bisa ke sebelah sana" orang itu menunjukan ku jalan, ia menunjuk tempat duduk yang di sana ada Kenko dan orang yang menolongku sebelumnya.
Mereka berdua sepertinya sedang bahas suatu informasi menurutku, kemudian aku menghampiri mereka berdua.
"Kevy!" Kenko sangat senang dan langsung memeluk ku, aku juga memeluknya kembali.
"Bagaimana keadaanmu Kenko?" aku tentu juga cemas kepada nya.
"Ya, aku diselamatkan oleh dia" Kenko menunjuk orang yang menolongku sebelumnya.
Kemudian aku menghampirinya dan ingin berterimakasih kepada nya. Ketika aku ingin mengatakan nya.
"Ups tidak usah, silahkan duduk terlebih dahulu" dia mempersilahkan aku untuk duduk.
Suara orang itu sepertinya berasal dari masker nya. Aku terdiam sebentar, aku duduk sesuai yang diinginkannya. Kenko juga ikut duduk di sebelah ku, kini kami tempat duduknya nya saling berhadapan.
"Sebelum itu aku ing-"
"tidak usah, ini sudah pekerjaanku"
Aku ingin berterimakasih kepada nya karena sudah menolong ku, tapi dia seperti tidak ingin seseorang berterimakasih padanya.
"Kevy, dia adalah Jetsu Jordan. Dia orang yang menolong kamu sebelumya" Kenko mengenalkan aku dengannya, "Yo" dia mengangkat kedua jari nya.
"Namaku Kevy Devotee, panggil saja Kevy" Aku memperkenalkan diri.
"Senang bertemu denganmu juga, Kevy si pengguna Sci-Libur" Jetsu sepertinya tahu kalau aku pengguna kristal.
"Bagaimana dan mengapa kau menolongku" aku bertanya mengapa ia menolongku dan Kenko.
"Hmp, seharusnya kau tanya dia" Jetsu menunjuk Kenko.
"Loh? Kenko?"
"Ya, dia adalah orang yang meminta tolong padaku sebelumnya"
Aku menoleh ke arah Kenko, "bagaimana kau bisa . . . . ."
"Oke sebelumnya seperti ini" Kenko mulai bercerita.