CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Peluru Masa Lalu



Setelah perang hebat di bawah, kami keluar dari gedung dengan tubuh masih sedikit sakit dan lemas. Kami pun mendengar dari luar gedung ada suara sirene polisi, kami sangat lega karena mungkin bisa saja ditolong.


"Polisi? bagaimana mereka tahu?" Kata Akuta sambil menggendong ku dengan badannya.


"Mereka mungkin memang sudah mengetahui tempat ini sebelumnya" Kata Yuusha.


"Kita keluar saja, kita akan jelaskan Semua nya kepada polisi dan minta bantuan mereka" lalu kami keluar dari belakang gedung itu dan berjalan ke arah suara sirine.


Kemudian kami melihat beberapa bayangan polisi yang sedang datang kepada kami dari kejauhan, hal itu membuat Kenko berhenti berjalan secara mendadak.


"Berhenti!" Kenko berteriak dengan nada pelan kepada kami, dari wajahnya seperti punya perasaan tidak enak.


"Kenapa Kenko?" Kata Orez dengan wajah kebingungan melihat ke arah Kenko dengan muka seperti itu.


"Cepat lari ks arah sana!" Kenko kemudian lari ke arah ke belakang , dan kemudian. . . . . .


...[DORRR]...


Kenko tertembak di bagian kaki.


"Arghh" Kenko kesakitan sambil menahan kakinya yang berdarah.


Aku langsung melihat ke arah polisi itu dan dia berjalan santai bersama beberapa Secbot. Di tangan nya dia masih memegang pistol, lalu dia menaruh kembali pistol nya ke dalam saku yang ada di jas nya.


"Lama tidak bertemu . . ." Dia tersenyum dengan tatapan mengerikan "Kenko!" orang itu mengenal Kenko



"Tch, kenapa kau masih mengejar ku Bryan?" Kenko seperti mengenal polisi itu.


"Tentu saja untuk mengambil apa yang kau punya 3 tahun yang lalu" Bryan kemudian mengeluarkan pistol dari saku nya dan menodongkan pistol itu ke arah kepala Kenko.


"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan Bryan!" Kenko mengelak sambil menahan kesakitannya.


"Aku tidak bodoh, aku bisa menarik pelatuk ini dalam beberapa detik" kemudian aku langsung memukul kepala nya dari belakang dan membuat dia kesakitan.


Secbot yang lain mencoba melawan ku, tetapi teman teman ku juga membantu melawan polisi itu. Bryan mencoba menembak ku, tapi dengan mudah nya aku menghindar lalu aku langsung melakukan backflip dan menendang dagu nya hingga dia terpental.


Lalu aku menendang pistol nya sejauh mungkin dan menarik kerah bajunya dan mengangkatnya.


Tetapi dia kembali melawan dan memukul ku kembali, lalu aku dibanting oleh-nya dan terjatuh.


"ini bukan urusan mu!" dia kembali menendang ku, tetapi aku menangkap kaki nya dan langsung berdiri lalu membanting nya kembali dan membuat dia terjatuh.


"Itu urusan ku jika kau berani menyakiti orang terdekat ku!" Aku memukul nya kembali dengan tenaga yang di lebihkan.


"Oh ya? kalau begitu . . . apakah ini juga urusan mu?" kemudian dia mengeluarkan kristal hitam dari saku jas nya.


"Tidak mungkin" aku berhenti memukulinya dan diam sejenak melihat kristal itu.


"Create, Armor, Up" Lalu dia berubah menjadi Mecha form setelah menggunakan kristal itu.


Armor Mecha itu berwarna hitam dan mempunyai nama "Black Justice7", dan helm nya bermotif panda.



"N . . .no . . .nomor 7??" Aku terkejut ternyata Bryan memiliki kristal juga.


Kemudian Bryan menciptakan 2 pistol dari hologram yang keluar dari dada Mecha miliknya.


"Create, armor, up!" Aku juga terpaksa kembali ke wujud zirah mekanik ini, padahal aku habis selesai bertarung dan energi ku cukup terkuras banyak melawan toxic sebelumnya.


Kemudian Bryan mulai menembaki ke arah ku tetapi aku mencoba menangkisnya dengan Sci-Libur. Namun tembakan itu sangat akurat bidikan nya, aku mengalami banyak luka tembakan nya dan tidak bisa menghindar.


Bryan masih menembaki ke arah ku sampai . . .


...[BRUGG]...


Aku terjatuh tidak sadarkan diri . . . .


Aku sudah kembali ke human form, tetapi aku juga masih berdarah. Disaat sebelum mata ku tertutup total. Aku melihat teman-teman ku ditangkap oleh mereka, Kenko yang sedang kesakitan juga ditangkap oleh nya. Kemudian aku juga merasakan seperti diangkat oleh Secbot . . . .


Suara sirine Polisi semakin kencang, aku sudah seperti merasa tidak sadarkan diri. Sepertinya juga banyak suara orang orang di sana, mereka seperti melihat ku dengan muka kebingungan. Kemudian akhirnya aku benar benar pingsan total . . . .


Bryan hanya melihat ku dengan tatapan dinginnya. Secbot yang lain juga sudah menangkap teman teman ku yang lain.


"Apakah . . . . . ini akhir dari ku?"