
Semenjak nama ku sudah memasuki nomor 1 dalam imbalan yang diinginkan teratas, hidup ku semakin di desak oleh orang orang yang menginginkan diri ku. Sekarang setiap aku keluar dari tempat persembunyian ku, aku selalu menggunakan jaket dan masker agar orang orang sekitar tidak melihat wajah ku.
Nama ku juga disebar di berita dalam sosial media dan sudah viral di mana pun, tapi juga ada beberapa orang yang membela namaku karena sebelumnya aku pernah menyelamatkan kota Extrobile.
Maka . . . .
...Hal yang harus ku lakukan adalah . . . ....
^^^. . . . .Bertahan Hidup^^^
Sudah 4 hari semenjak nama ku dijadikan target imbalan oleh para pemburu kriminal, "Huh, memang aku kriminal ya?"
Kadang aku berpikir, "apakah nama ku juga dilihat oleh teman teman ku?"
"Akuta, Orez, Kenzu, Yuusha. Kemana kalian?"
"Kevy, bangun!" Kenko membangunkan ku di malam hari.
"Eh?" aku dibangunkan oleh Kenko karena suatu hal.
"Itu lihat di bawah sana" Kenko menunjuk sesuatu di jendela.
"Ada apa?" Kemudian aku berjalan ke arah jendela dan melihat ke bawah.
Mataku belum terlalu jelas untuk melihat apa yang ada disana, kemudian aku mengucek mataku untuk melihatnya dengan jelas. Yang kulihat disana adalah ada seseorang yang mencurigakan sedang mengawasi gedung kami, dari balik tiang dia mengamati bangunan yang kami tempati ini.
"Kenko, nanti pagi kita akan pergi dari tempat ini"
"Bagaimana?"
"Aku akan cari tahu nanti"
"Baiklah, bagaimana dengan orang yang di bawah sana?"
Setelah aku kembali melihat ke bawah, orang itu sudah tidak ada.
"Eh, kemana orang itu?" Aku melihat lihat di bawah sana untuk mencari orang itu.
Kemudian setelah aku berpaling . . . .
"K...Kevy...."
"Hah . . . .?" aku terkejut dengan tatapan yang tidak percaya apa yang baru saja terjadi.
Kenko telah disandera oleh seseorang yang berkostum mecha berwarna hitam dan silver itu. Dia memiliki nama di lengan nya "BlackMirror09."
"Salam kenal, pengguna Sci-Libur" Orang itu memberikan salam sembari menyandera Kenko di hadapan ku.
"B . . Bagaimana kau bi-"
"Haha"
Orang itu tertawa dan kemudian dia mendorong Kenko.
"KENKO!" Aku mencoba menggapai nya , tapi kemudian muncul sebuah cermin di hadapan ku.
Aku menabrak cermin itu dan hancur.
"Ehh?" Kenko seketika menghilang seolah olah dia baru saja masuk ke dalam kaca itu.
"A....apa yang kau lakukan!" Aku sangat marah dengan wajah sangat kesal bercampur aduk ke arah nya.
Kemudian dia membuat sebuah kursi dari cermin, lalu dia duduk dengan pose seperti raja di hadapan ku yang seperti merunduk namun tidak menundukkan kepala ku.
"Sebelum nya, nama ku adalah Grease Wyvern" dia memperkenalkan diri dengan nada yang seperti sedikit tertawa.
"Aku pengguna kristal bening, BlackMirror09" Dia menunjuk nama yang ada di lengannya.
"Bening? aku baru tahu jika ada kristal seperti itu" aku kembali berpikir, "Aku tidak akan memaafkan mu sebelum kau mengembalikan Kenko!" aku masih dengan tatapan marah.
"Kau menginginkan nya? Ambil lah" Kemudian tangan nya mengepal, muncul lah cermin persegi panjang berdiri di hadapanku.
Di sana ada Kenko yang kebingungan dengan berwajah panik, tanpa pikir panjang aku langsung melompat dan masuk ke dalam cermin itu.
Kaca itu pecah, aku terguling ke dalam dunia cermin.
Sedangkan dasarnya adalah sebuah cermin yang saling memantul, lalu aku melihat Kenko di depan ku yang sedang ketakutan.
"Kenko!" aku langsung lari mengejar nya.
Ketika sudah ku hampiri dan memeluknya, Aku kaget karena tiba tiba dia pecah seperti kaca yang hancur.
"Ehh?" Kemudian aku melihat ke belakang, di sana ada Grease yang sedang duduk dengan berpose seperti raja di hadapan ku.
"SELAMAT DATANG DI DUNIA CERMIN KU, pengguna Sci-Libur . . . " Dia tertawa di kursi raja itu yang terbuat dari kaca di hadapan ku.
Aku yang melihat nya sudah kehilangan kesabaran, kemudian aku mengambil kristal Sci-Libur di saku celana ku dan menggenggam nya erat erat.
"Create, Armor, Up!" aku berubah menjadi mecha form dan bersiap siap dengan pedang ku untuk melawan nya.
...[Kembali ke Bryan]...
Bryan masih dalam masa pemulihan di pusat kantor MPD, tangannya masih menggunakan gips karena patah setelah ditabrak oleh mobil. Beberapa saat terdengarlah langkah kaki dari luar ruangan menuju ke depan pintu ruangan Bryan, kemudian 2 orang masuk dengan berpakaian yang sama.
"Aku tidak ingin diganggu, pergilah" Bryan mengusir mereka, tetapi Bryan belum menengok wajah mereka berdua karena ia sedang melihat ke luar jendela.
"Pengguna Black Justice" wanita itu menyebut kristal milik Bryan,
Hal itu menarik perhatian Bryan, kemudian dia mengintip ke belakang.
"Apa urusanmu?" Bryan hanya mengintipnya saja, ia belum membalikkan badan.
"Kapten mu menyuruh kami untuk kemari" kali ini suara pria,
akhirnya Bryan membalikkan badan dan melihat mereka berdua.
"Hmm?" Bryan mengangkat alisnya.
"Perkenalkan, kami adalah dari grup Aftermath" dia menunjukkan kartu identitasnya nya,
"Nama yang bodoh, lalu apa yang kapten inginkan?"
"Ya, untuk kedepannya kapten mu menyuruh kami bertiga untuk memantau keadaanmu sampai kau kembali pulih"
"Aku menghormatinya, tapi mengapa harus-"
"Ini perintah dari kapten mu, bodoh. Mana mungkin juga kami harus mengurus dirimu?" balas wanita itu.
"Tch, memangnya kenapa kalian mau saja?"
lalu wanita itu menggesekkan jari jempol dan jari telunjuknya, "uang" Bryan mengerti apa maksudnya.
"Tch, kalian tidak perlu memedulikan diriku hanya karena untuk uang" Bryan kembali membalikkan badannya dan bersandar di jendela sembari melihat ke luar jendela.
"Sayang sekali, kami sudah di kontrak oleh kapten mu. Makanya dia memasang pelacak itu kepada kami" pria itu menunjukkan jam tangan digitalnya yang memiliki GPS di dalamnya.
Bryan hanya melihatnya saja, lalu seketika dia sadar akan suatu hal.
"Tadi kau bilang bertiga? satunya lagi dimana?" Bryan baru sadar,
"Dia sedang beroperasi sekarang, kami memiliki jam kerja sendiri sendiri" balas wanita itu.
"Operasi? apa yang dia kerjakan?"
"Seperti yang kau tahu, kami dipekerjakan untuk hal yang sama seperti kamu" gumam pria itu,
Bryan awalnya tidak terpikirkan apa yang dimaksud sampai . . . .
"OH, aku mengerti" Bryan kembali membalikkan badan ke mereka.
"Lalu, kristal apa yang kalian gunakan?" Bryan menunjukkan kristalnya,
Mereka berdua tersenyum, lalu mereka berdua menunjukkan kristal berwarna emas dan pink kepada Bryan.
"Keren, kabari aku jika kalian berhasil menangkapnya" Bryan memuji mereka berdua,
"Dengan senang hati bos" kemudian mereka berdua keluar dari ruangan dan menutup pintu.
Bryan kembali melihat ke jendela sambil melihat ke luar jendela,
"Kali ini kau tidak akan lolos, Kevy . . . ."