
"Aku lelah" kata Kenko.
"Baiklah, kita cari tempat istirahat"
Aku telah berjalan dari pelabuhan sampai ke tengah kota. Siang ini banyak sekali orang-orang, sepertinya sekarang adalah hari Sabtu menurutku.
Setelah kami menemukan bangunan yang tidak ada penghuni nya, kami berdua istirahat di tempat itu untuk beberapa saat. Kami berdua duduk di sofa yang ada di sana.
Aku telah bertarung dengan Aftermath setelah mendapatkan kekuatan baru. Entah aku masih bingung bagaimana aku mendapatkan kekuatan itu. Tapi hebat nya aku masih bisa mengendalikan kekuatan itu.
Lalu karena terlalu lelah, aku pun tertidur di pangkuan Kenko . . .
Malam pun tiba. Karena aku sedang berada di kota Astroid timur, maka aku pulang ke rumah ku dan mengajak Kenko. Tidak jauh dari sana hanya harus berjalan beberapa meter saja.
Aku sudah melihat bangunan rumahku yang sudah lama tidak ku lihat. Ketika sudah sampai rumah, aku mencari kunci di bawah karpet dan mengambil nya untuk membuka pintu.
"Hebat sekali tidak ada yang tahu letak kunci ini" lelucon ku.
...[KREEEEKKK]...
Aku memasukan kunci dan membuka pintu. "Huh, aku pulang" aku masuk dan mengajak Kenko untuk masuk.
"Rumah ku berada di bukit kota ini. Aku bisa melihat banyak pemandangan kota dari balkon rumah ku" aku menjelaskan kepada Kenko.
Dari ekspresinya dia sangat terpukau dengan pemandangan di luar jendela.
Di dalam memang banyak debu. Tapi tidak sebegitu banyak sampai membuat rumah ini kotor total. Aku pun membersihkan debu-debu itu dibantu oleh Kenko. Dia sepertinya juga senang berada di rumahku.
Ketika aku sedang membersihkan kamar, aku mengambil foto yang terjatuh. Aku membalik dan ingin membersihkan fotonya yang ternyata. "Hmp, dimana kalian berada?"
Aku membersihkan foto yang di dalam nya ada Aku, Akuta, Orez dan Kenzu ketika masih sekolah asrama.
Tetapi masih ada satu orang lagi di sebelahnya. Namun aku lupa dengan nama orang itu karena dia sudah ikut pindah ke kota Sanctuary hills beberapa tahun yang lalu.
"Yah, kamar sudah bersih. Kenko kamu bisa tidur disini" aku mempersilahkannya.
"Eh, apa boleh?" Kenko ragu.
"Tentu saja, aku masih ada urusan sebentar"
"Kamu ingin kemana Kevy?"
"Aku hanya ingin ke garasi"
"O . . ooo, baiklah"
"Panggil aku jika ada apa apa"
"Baik"
Kemudian aku menyuruh nya masuk kamar dan menutup nya. Sementara aku pergi ke garasi untuk mencari sesuatu.
...[Sementara itu Kenko di kamar]...
Kenko belum tidur. Dia melihat-lihat sekitar kamar ku. Kenko melihat foto yang ada di meja rias dekat kasur ku. Iapun mengambilnya karena terasa familiar.
"Orang ini . . . . ." Kenko mengambil foto ku yang bersama teman ku ada disitu. "T . . . . tidak mungkin itu dia kan?" Kenko seperti mengingat sesuatu.
...[Kembali pada ku di garasi]...
Aku sedang duduk di bangku dengan menatapi mobil sport ku yang rusak karena kecelakaan tahun lalu. Kenangan itu membuat ku menyesal untuk balapan ilegal lagi.
"Aku tidak ingin mengingat nya, tapi kenapa aku selalu melihat mimpi buruk itu" kemudian aku mengeluarkan semua kristal yang sudah ku dapatkan dari usaha ku sebelumnya, kemudian ku letakkan semua di meja workshop ku.
Aku merakit kristal itu dari bawah. Ternyata jikalau kristal itu komplit, Cryptide berbentuk bulat seperti bola golf. "Tersisa 13 kristal yang harus kutemukan lagi. Yang ku tahu, 3 kristal lagi dimiliki oleh Akuta, Bryan dan ayahku."
"Hmm, aku masih bingung kenapa jika kristal nya pecah, mereka memiliki warna nya sendiri" kemudian aku mencoba menggabungkan semua kristal nya.
Warnanya berubah menjadi putih dan sedikit berwarna ungu. "Wow" Aku sedikit terpukau melihat kristal itu.
Aku melepaskannya lagi untuk ku simpan. Memang kristal ini bisa digabung dengan kristal yang lain untuk disatukan. Namun, sepertinya harus ada pemicu cahaya yang kuat untuk menggabungkan semua kristalnya menjadi 1.
Setelah aku mencoba bereksperimen, aku mematikan lampu garasi dan ingin ke kamar. Tetapi sebelum aku keluar, Kenko masuk ke garasi seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Eum, ada apa Kenko?" tanya ku pada Kenko yang berdiri di depan ku sambil memegang foto.
"Apa kau kenal dia?" Kenko menunjukan orang yang ada di foto itu.
"Kenapa kau menanyakan itu?" Aku seolah tidak ingin menjawab nya.
"Aku kenal orang ini" kata Kenko.
"Mustahil, kau pasti salah lihat" Aku tidak percaya apa yang dia katakan.
"Aku yakin melihat nya 5 tahun yang lalu" Kenko yakin jika dia melihat orang yang ada di foto itu.
"5 tahun yang lalu dia sudah pindah!" Aku menggertak, kemudian kembali menghela nafas menenangkan diri.
"Karena dia adalah . . . ."
Aku sangat terkejut setelah mendengar faktanya. Aku memegang kepalaku untuk mengingat-ingat apa yang terjadi kepadanya.
Kami membahas panjang soal itu sampai tengah malam Kemudian kami berdua tidur di kasur. Ketika Kenko sudah tidur, aku masih memikirkan apa yang dia katakan sebelum nya. "Tidak mungkin . . . ."
...[BZZZZTTTT]...
Alarm di jam digital ku berdering. Aku mematikannya dengan cepat, meski wajah masih mengantuk.
Aku berpikir jika akan ada orang lagi yang mengawasi ku. Namun tidak, hari ini seperti hari biasa nya dimana ketenangan selalu ada disini. Pagi ini aku sudah merencanakan untuk hari ini. Aku sudah memikirkannya dari semalam setelah bahas panjang masalah itu.
Aku berjalan ke luar rumah. Kenko menyadari kemana aku pergi. "Kau mau kemana?"
"Masih ada hal yang harus kulakukan" aku pergi ke halaman depan dan membuka pintu garasi.
"Rencana ku dari semalam" aku membuka kap mobil untuk melihat mesinnya.
"Eum, baiklah. Aku tidak akan mengganggu" Kenko hanya tersenyum, kemudian dia meninggalkan ku.
Setelah itu aku memperbaiki mobil sport ku yang ternyata hanya beberapa bagian yang rusak. Aku semprot menggunakan cat dan mewarnai nya. Berjam-jam aku melakukan perawatan dan ada beberapa yang diperbarui dari mesinku.
Sampai akhirnya, sekarang mobil ku sudah terlihat seperti baru. Namun aku masih sedikit teringat momen itu, yang pasti aku tidak akan menceritakannya kembali.
"Kenko, ayo kita berpetualang lagi" aku mempersiapkan diri dan mengajak Kenko masuk ke mobil.
Aku sudah membereskan rumah dan mempersiapkan diri untuk kembali melanjutkan perjalanan ku untuk menyelamatkan dunia. Meski hal itu butuh proses, aku tidak peduli.
Ketika kunci sudah kumasukkan ke dalam slot. Ku coba menyalakan mesin dengan hati yang berdebar-debar.
Dan . . . .
...[BRRRRRRRRR]...
Mobil ku akhirnya kembali menyala. "HAHA!" aku girang dengan hal ini.
"Keren. Mobil ini pasti cocok untuk balapan" puji Kenko karena terpukau dengan mobilku.
"Tidak. Mobil ini sudah tidak bisa balapan lagi" kemudian aku menancap gas dan mulai berkendara.
Kami pergi ke kota diluar sana untuk mencari kristal selanjutnya. Dan aku juga berharap agar cepat bertemu kembali dengan teman-temanku.
...[Sementara itu di tempat Bryan berada]...
Bryan sudah pulih setelah masa pemulihan nya yang berminggu-minggu. Ia sedang berada di depan pintu kantor. Karena Bryan ingin masuk ke dalam ruangan dimana ada atasan nya berada.
Bryan masuk dengan wajah datar seperti biasanya. Ia melihat atasannya sedang melihat pemandangan kota dari jendela.
"Aku ingin ada laporan dari mu" ucap atasannya.
"Ya, Aftermath pun tidak dapat mengalahkan 1 orang itu" Bryan membakar rokok dan menghisap nya.
"Sudah kuduga" orang itu tertawa.
"Apa yang kali ini kapten rencanakan?" Bryan bertanya.
"Aku baru saja dapat laporan dari orang yang baru saja ku kontrak sebelumnya. Dia juga pengguna kristal, tetapi orang ini mungkin yang paling cocok untuk menjadi partner mu"
orang itu sepertinya baru merekrut partner untuk dijadikan pendamping Bryan.
"Apakah dia akan kalah dengan konyol lagi?"
"Tidak tidak. Berharap saja agar kau dengannya satu chemistry" dia menggeleng kepalanya,
"Siapa dia?" Bryan merasakan aura aura pengguna kristal juga dari belakang.
"Drop Qizy, silahkan masuk" atasannya mempersilahkan masuk orang itu.
Terbuka lah pintu dari ruangan itu. Seorang pemuda yang sepantaran dengan Bryan memasuki ruangan dengan gaya yang sederhana. Lalu ia berdiri di samping Bryan,
"Senang bertemu dengan mu, partner" Drop memperkenalkan diri,
"Apa bakat mu?" Bryan melihat penampilan dari orang itu,
"Kau akan melihat nya nanti, kawan" Drop mengedipkan sebelah matanya.
"Drop akan menjadi pendamping mu untuk kedepannya. Dia sudah menguasai Mecha form mode Hyper, yaitu di atas 2.0" Kata atasannya.
"Hyper? menarik" Bryan tersenyum menyeringai. "Tapi bagaimana kau tahu kalau Kevy sudah menjadi mode 2.0?" Bryan kembali heran,
"Beberapa jam yang lalu Aftermath sempat kemari"
"Pasti dia--" Bryan menebaknya,
"Ya benar, mereka mengundurkan diri. Tetapi aku tetap membayarnya karena mereka sudah berusaha sebaik mungkin"
"Hanya untuk satu orang? payah sekali, padahal mereka punya kristal masing-masing kan?" Drop ikut berbicara
"Sebegitu meremehkannya dirimu? apa kristal mu?" Bryan kembali menatapnya,
"Kristal ku adalah WhiteMoon 11, yaitu kristal berwarna putih" Drop menunjukkan kristal yang ia miliki.
"Aku akan lebih mengapresiasi mu jika kau dapat mengalahkan Sci-Libur" Bryan membuat tantangan.
"Dengan senang hati, partner" Drop sepertinya senang diberi tantangan seperti itu.
"Baiklah, apa yang ingin kau sampaikan sebelumnya?" Bryan kembali menanyakan info sebelumnya.
"Ya, setelah aku mengamati video ledakan markas MPD di kota Urcy. Aku melihat jika ada 4 orang yang berpisah dari target kita sekarang" Drop memiliki info yang ia dapatkan beberapa minggu lalu,
"Oh benarkah?" Bryan juga ikut melihat rekaman CCTV nya. "2 orang telah naik pesawat kargo yang sedang berangkat, sedangkan 2 lagi pergi menggunakan helikopter."
"2 orang yang naik pesawat kargo telah sampai ke kota Xylencer. Sedangkan 2 orang lagi mendarat di helipad kota Greed" Drop mengetahui lokasi dimana teman teman Kevy berada.
"Informasi bagus. Aku akan mengirimkan beberapa orang dan secbot untuk berpatroli di kota itu. Jika kami melihat target, maka kau akan naik pangkat" kata atasannya.
"Terima kasih" Drop senang di apresiasi oleh atasan nya, sedangkan Bryan iri dengannya.
Setelah itu mereka berdua pergi dari ruangan dan mempersiapkan diri untuk menjalankan misi nya. Tapi yang mereka berdua lakukan adalah, mencari diriku terlebih dahulu di sekitar kota negara Mechroid timur ini.
Pada akhirnya, inilah awal dari cerita kami semua setelah kejadian sebelumnya. Yaitu cerita yang akan membocorkan rahasia Cryptide dan pengguna sebelumnya ketika sudah mencapai mode mode yang akan datang menanti.
Atau mungkin saja akan ada rahasia lain yang terungkap di masing-masing karakter.